Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keretakan hubungan sekutu dekat. Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena ancaman bom di Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

Keretakan hubungan sekutu dekat. Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena ancaman bom di Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan sekutu antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini mengalami keretakan yang serius. Hal ini terjadi setelah Trump memarahi pemimpin Israel tersebut dengan kata-kata kasar melalui sambungan telepon.

Media Axios dan ABC News pertama kali melaporkan pertengkaran hebat antara kedua pemimpin negara tersebut. Sebab, Trump sangat mengkhawatirkan ancaman militer Israel untuk mengebom ibu kota Lebanon, Beirut.

Trump menilai tindakan agresif Israel tersebut dapat merusak jalannya negosiasi damai yang sedang berlangsung dengan Iran. Oleh karena itu, ia meluapkan kemarahannya secara langsung kepada Netanyahu dalam pembicaraan telepon hari Senin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarahan Trump dan Kegilaan Netanyahu

“Kamu gila,” teriak Trump kepada Netanyahu seperti yang Axios ungkap dalam laporan terbarunya. Selain itu, Trump juga mengingatkan jasa besarnya dalam menyelamatkan karir politik sang perdana menteri.

Trump mengeklaim bahwa semua pihak kini sangat membenci Netanyahu dan negara Israel akibat serangan tersebut. Namun, beberapa media lokal Israel segera membantah kebenaran laporan pertengkaran telepon yang kontroversial tersebut.

Baca Juga :  Bumi Mendidih: 2025 Tahun Terpanas Ketiga

Pihak Gedung Putih sendiri menolak memberikan klarifikasi langsung mengenai laporan pertengkaran tersebut. Sebaliknya, juru bicara pemerintah hanya merujuk pada unggahan media sosial Trump pada hari Senin kemarin.

Dalam unggahan tersebut, Trump mengucapkan terima kasih atas kesediaan Israel menarik pasukannya dari Beirut. Dengan demikian, langkah penarikan pasukan ini berhasil menyelamatkan kelangsungan gencatan senjata dengan kelompok milisi Hezbollah.

Tekanan dari Koalisi Politik Domestik

Meskipun demikian, perang yang berkepanjangan ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang sangat buruk bagi Amerika Serikat. Padahal, Trump harus menghadapi pemilihan umum paruh waktu dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.

Trump juga menghadapi kritik yang kian tajam dari faksi internal pendukungnya sendiri di dalam negeri. Sebagai contoh, tokoh media Tucker Carlson dan mantan anggota kongres Marjorie Taylor Greene melayangkan protes keras.

Mereka menuduh Trump telah membiarkan Israel menyeret militer Amerika Serikat ke dalam perang yang merugikan. Menurut mereka, keterlibatan perang ini sangat bertentangan dengan prinsip utama gerakan “America First”.

Jajak pendapat lembaga Pew Research pada bulan April juga menunjukkan penurunan dukungan terhadap Israel. Secara spesifik, sebanyak $57\%$ warga Republikan usia muda kini memiliki pandangan yang tidak menyukai kebijakan Israel. Sementara itu, angka ketidakpuasan pada tahun lalu hanya berada pada level $50\%$.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek 4 Maret 2026, Siaga Hujan Lebat dan Angin

Perjuangan Netanyahu Mempertahankan Kekuasaan

Di sisi lain, Benjamin Netanyahu juga menghadapi ancaman keruntuhan koalisi pemerintahan sayap kanan di negaranya. Sebab, ia mendapat kritik tajam karena para pendukung menganggapnya terlalu tunduk pada kemauan politik Donald Trump.

Para pendukung sayap kanan Israel mengecam keputusan Netanyahu yang membatalkan rencana penyerangan udara ke Beirut. Padahal, Netanyahu saat ini sedang berjuang keras menghadapi tuntutan kasus korupsi di pengadilan domestik.

Analis dari International Crisis Group, Mairav Zonszein, menilai Trump memiliki pengaruh yang sangat besar atas Netanyahu. Oleh sebab itu, Netanyahu tidak dapat mengabaikan begitu saja tekanan keras dari sang presiden Amerika Serikat.

Perselisihan ini membuktikan adanya jurang perbedaan visi yang kian melebar di antara kedua sekutu dekat tersebut. Sebab, Trump kini fokus mencari jalan keluar damai sedangkan Netanyahu tetap ingin melanjutkan perang secara terbuka.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita Sabu 6,13 Gram dari Pasangan Kekasih
Teddy Indra Wijaya Raih Taskap Terbaik Dikreg LXVII Seskoad 2026
KSP Dudung Beberkan Faktor Pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN
Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA, Kepala Imigrasi Jakbar Terjaring OTT KPK
Noctua dan Asetek Rampungkan Uji Coba AIO Liquid Cooler
DeepCool Assassin VC Elite Hadirkan Solusi Pendingin Vapor
Banyak Perusahaan Mulai Batasi Penggunaan AI
Tragedi Sisingaan di Cikarang Utara, Tiga Orang Tewas Tersengat Listrik

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita Sabu 6,13 Gram dari Pasangan Kekasih

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:05 WIB

Teddy Indra Wijaya Raih Taskap Terbaik Dikreg LXVII Seskoad 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:28 WIB

KSP Dudung Beberkan Faktor Pencopotan Dadan Hindayana dari Kepala BGN

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:12 WIB

Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA, Kepala Imigrasi Jakbar Terjaring OTT KPK

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:19 WIB

Noctua dan Asetek Rampungkan Uji Coba AIO Liquid Cooler

Berita Terbaru

Kolaborasi raksasa pendingin PC. Noctua dan Asetek menyelesaikan uji kelayakan produksi AIO liquid cooler terbaru menjelang peluncuran resmi di Computex 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Noctua dan Asetek Rampungkan Uji Coba AIO Liquid Cooler

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:19 WIB