Pemerintah Hormati Aksi Demo di DPR, Bentuk Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh

Kamis, 28 Agustus 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah menghormati aksi unjuk rasa masyarakat di depan Gedung DPR RI pada 25 dan 28 Agustus 2025. Prasetyo menyampaikan pernyataan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Prasetyo menekankan bahwa pemerintah harus menghormati hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat. “Kami menghormati semua bentuk penyampaian aspirasi, termasuk demo yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus,” ujarnya.

Ia meminta peserta aksi tetap tertib dan tidak merusak fasilitas umum. “Saluran aspirasi bisa disampaikan melalui berbagai cara. Demo sah, tetapi semangatnya harus menjaga fasilitas umum,” tegasnya.

Baca Juga :  Program MBG Rawan Keracunan, YLKI Minta Audit dan Standar Higienis Dapur

Prasetyo juga menanggapi aksi buruh. Ia memastikan pemerintah terus membuka ruang dialog dengan perwakilan buruh. “Kami berkoordinasi dengan pimpinan teman-teman buruh terkait aspirasi mereka,” jelasnya.

Selain itu, Prasetyo menegaskan Presiden telah menandatangani pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh. Langkah ini menindaklanjuti hasil diskusi antara serikat buruh, Kementerian Ketenagakerjaan, dan pihak pengusaha.

Baca Juga :  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,3 Km ke Arah Kali Krasak

Presiden telah menyetujui dan menandatangani semua hasil diskusi kami terkait Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh,” tambah Prasetyo.

Pemerintah akan menindaklanjuti langkah ini bersama Kementerian Tenaga Kerja, serikat buruh, Apindo, dan Kadin agar Satgas dan Dewan Kesejahteraan Buruh segera bekerja sesuai kesepakatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prasetyo menegaskan, aksi buruh hari ini tetap sah sebagai saluran aspirasi, dan pembentukan Satgas serta Dewan akan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan buruh. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut
Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional
Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz
Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota
Napi Kabur Lapas Wamena Ditangkap di Yahukimo, Terafiliasi KKB dan Pembunuh Polisi
Terobosan Ekonomi Paris: AS dan China Sepakati Mekanisme Kerja Sama Baru
Update RSCM: Andrie Yunus Alami Luka Bakar 20 Persen, Mata Kanan Terancam

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:40 WIB

Tragedi Hanukkah Sydney: Keluarga Terdakwa Naveed Akram Mohon Gag Order Akibat Ancaman Maut

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:37 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, Korlantas Siapkan One Way Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:31 WIB

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:22 WIB

Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

Berita Terbaru

Menyeimbangkan energi dan konstitusi. Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta negara-negara Teluk guna menjamin keselamatan navigasi tanpa melanggar prinsip pasifisme Jepang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:35 WIB

Diplomasi buntu di Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim perang akan berakhir

INTERNASIONAL

Trump vs Eropa: Keretakan Sekutu dalam Misi Maritim Selat Hormuz

Selasa, 17 Mar 2026 - 13:31 WIB