Marco Rubio Kecam Sensor Ketat Tiongkok Jelang Peringatan Tragedi 1989

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan sensor Tiongkok tidak akan pernah menghapus memori tragedi Lapangan Tiananmen.

Sebab, Tiongkok terus berupaya menyembunyikan sejarah kelam penumpasan militer terhadap demonstran damai tersebut dari publik dunia. Oleh karena itu, pernyataan Rubio memberikan kepastian penting bagi para aktivis demokrasi di tengah pragmatisme Donald Trump.

Penumpasan Berdarah dan Korban Jiwa

Sementara itu, pasukan militer Tiongkok menembaki para pengunjuk rasa pro-demokrasi secara brutal dalam tragedi tersebut. Komunitas hak asasi manusia memperkirakan ribuan korban jiwa tewas akibat tindakan keji aparat keamanan.

“Dunia memperingati 37 tahun sejak Partai Komunis Tiongkok memerintahkan penyerangan terhadap demonstran damai,” ujar Rubio dalam rilis resminya. Namun, ia meyakini perjuangan para korban untuk menegakkan kebebasan berekspresi akan segera mendapatkan keadilan.

Tabu Sejarah dan Peringatan Global

Pemerintah Beijing menganggap pembahasan mengenai peristiwa Tiananmen sebagai hal yang sangat tabu di dalam negeri. Akibatnya, otoritas menyensor habis-habisan setiap informasi atau peringatan terkait tragedi bersejarah ini.

Baca Juga :  AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan

Tindakan represif di Hong Kong juga telah mematikan aksi lilin tahunan yang dahulu sangat besar. Meskipun begitu, berbagai kota dunia seperti London, New York, Berlin, dan Taipei tetap menyelenggarakan peringatan tersebut secara konsisten.

Persaingan Geopolitik AS-Tiongkok

Hubungan antara Washington dan Beijing sendiri saat ini berada dalam kondisi persaingan militer serta ekonomi yang sengit. Selain itu, penunjukan menteri luar negeri berhaluan keras seperti Rubio membuktikan ketegasan sikap Amerika Serikat terhadap pengaruh Tiongkok.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru