Sigi Jadi Wilayah Terparah, Gempa M6,7 Sebabkan Korban Jiwa dan Kerusakan

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa Kuat Sulawesi Tengah Picu Kerusakan Infrastruktur, Jalan Palu-Sigi-Poso Amblas. (Posnews/Net)

Gempa Kuat Sulawesi Tengah Picu Kerusakan Infrastruktur, Jalan Palu-Sigi-Poso Amblas. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menelan korban jiwa dan memicu kerusakan di sejumlah wilayah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat satu warga meninggal dunia, puluhan orang terluka, serta ratusan warga terdampak akibat bencana tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi, wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat guncangan gempa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang juga menjadi wilayah terdampak paling signifikan. Di daerah ini, 89 kepala keluarga atau 272 jiwa terdampak. Selain itu, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat,” kata Abdul, Selasa (16/6/2026).

Sigi Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan ratusan warga terdampak di sejumlah daerah. BNPB mencatat sebanyak 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak hingga Selasa malam.

Baca Juga :  Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel

Rinciannya, Kabupaten Sigi mencatat jumlah korban terdampak terbanyak dengan 272 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 kepala keluarga atau 40 jiwa terdampak.

Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Poso, satu warga mengalami luka dan masih menjalani pendataan lebih lanjut.

“Hingga saat ini, kami mencatat 312 jiwa terdampak. Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat,” ujar Abdul.

Puluhan Rumah Rusak, Jalan Palu-Sigi-Poso Amblas

Selain menimbulkan korban, gempa M6,7 juga merusak puluhan bangunan dan infrastruktur penting di Sulawesi Tengah.

BNPB mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak akibat guncangan kuat tersebut. Dari jumlah itu, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Tak hanya rumah warga, gempa juga merusak enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta menyebabkan ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso amblas.

Baca Juga :  Bulan Madu Berakhir Tragis, Pasutri Asal Padang Tewas di Solok

“Kerusakan terbanyak terjadi di Kabupaten Sigi. Kami mencatat 47 rumah terdampak, 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Selain itu, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit UMKM juga mengalami kerusakan,” jelas Abdul.

Keretakan Muncul di Jembatan Palu

Sementara itu, Kabupaten Poso melaporkan lima rumah terdampak dan tiga rumah mengalami rusak ringan. Di Kabupaten Parigi Moutong, petugas mencatat sekitar 15 rumah terdampak.

Di Kota Palu, gempa memicu keretakan pada Jembatan III. Selain itu, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha juga mengalami kerusakan akibat guncangan.

Hingga kini, BNPB bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Donggala, untuk memastikan jumlah korban dan tingkat kerusakan yang sebenarnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih
Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T
Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit
Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar
Jenazah Korban KKB Yahukimo Berhasil Dievakuasi TNI, Ditemukan di Jurang Kali Kolaf
MBG di SMKN 6 Semarang Diduga Sebabkan Keracunan 707 Orang, 9 Orang Dirawat
Grand Max Bawa BBM Terbakar di Tanjung Senang, Polisi Dalami Dugaan Pengecoran

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB