Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memaparkan usulan tambahan anggaran Polri sebesar Rp66,1 triliun dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Posnews/DPR)

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memaparkan usulan tambahan anggaran Polri sebesar Rp66,1 triliun dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Posnews/DPR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polri mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp66,1 triliun untuk tahun anggaran 2027.

Polri membutuhkan tambahan dana tersebut untuk menutup selisih antara pagu indikatif yang ditetapkan pemerintah dan kebutuhan ideal institusi yang mencapai Rp184 triliun.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan usulan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dedi, pemerintah menetapkan pagu indikatif anggaran Polri tahun 2027 sebesar Rp118 triliun.

Namun, kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mendorong kebutuhan anggaran Polri meningkat menjadi Rp184 triliun.

Akibatnya, Polri masih kekurangan anggaran sebesar Rp66,1 triliun.

“Dengan demikian, apabila dibandingkan dengan pagu indikatif tahun anggaran 2027, masih terdapat kekurangan Rp66,1 triliun,” kata Dedi.

Baca Juga :  SBY Pasang Badan Dukung Prabowo, Serukan Persatuan Nasional Hadapi Ekonomi Global

Polri Prioritaskan Gaji dan Kenaikan Remunerasi

Polri mengalokasikan sebagian tambahan anggaran untuk belanja pegawai sebesar Rp4,5 triliun.

Polri akan menggunakan dana tersebut untuk menaikkan remunerasi hingga 80 persen, menyesuaikan batas usia pensiun anggota, membayar gaji dan tunjangan rutin, serta mendukung penerimaan anggota baru pada 2027.

“Kami memprioritaskan anggaran ini untuk pemenuhan perubahan batas usia pensiun, kenaikan remunerasi, kekurangan gaji dan tunjangan, serta kebutuhan intake Polri tahun 2027,” ujar Dedi.

Polri Siapkan Dana Operasi dan Pengamanan Pemilu

Selain belanja pegawai, Polri mengajukan tambahan anggaran Rp20,9 triliun untuk belanja barang.

Polri akan memakai anggaran tersebut untuk kebutuhan operasional, mulai dari BBM, listrik, dukungan Bhabinkamtibmas, hingga pengadaan perlengkapan pengamanan Pemilu 2029.

Polri juga mengalokasikan dana untuk kegiatan penyelidikan dan penyidikan, pemeliharaan peralatan, pembentukan satuan kerja baru, serta peningkatan kapasitas satuan kerja di daerah.

Baca Juga :  Dipecat dari Polri, Bripka Dedy Kini Jalani Pemeriksaan Kasus Narkoba di Bareskrim

Selain itu, Polri menyiapkan anggaran untuk Operasi Damai Cartenz, Operasi Ketupat, Operasi Lilin, penanganan bencana, pengamanan VVIP, serta berbagai agenda nasional dan internasional.

Polri Bangun Mako Baru dan Tambah Kendaraan Operasional

Polri mengusulkan anggaran belanja modal sebesar Rp40,6 triliun, yang menjadi porsi terbesar dalam usulan tambahan anggaran 2027.

Polri akan menggunakan anggaran itu untuk menambah kendaraan operasional, membangun mako, SPKT, dan rumah dinas anggota.

Selain itu, Polri juga mengalokasikan dana untuk pengadaan alat material khusus (almatsus) guna mendukung pengamanan Pemilu 2029.

DPR Segera Bahas Usulan Anggaran Polri

Polri selanjutnya akan membahas usulan tambahan anggaran Rp66,1 triliun bersama DPR RI dalam penyusunan pagu anggaran definitif tahun 2027.

Jika DPR menyetujui seluruh usulan tersebut, total anggaran Polri pada 2027 akan mencapai sekitar Rp184 triliun.

Polri akan menggunakan anggaran itu untuk meningkatkan pelayanan publik, memodernisasi peralatan, dan memperkuat pengamanan Pemilu 2029. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
Kabar Gembira! Tiket Kapal ASDP Diskon Besar Selama Libur Sekolah 2026
MenHAM Pigai: MBG Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Pelanggaran HAM
Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa
Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik
Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:32 WIB

Kabar Gembira! Tiket Kapal ASDP Diskon Besar Selama Libur Sekolah 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:43 WIB

MenHAM Pigai: MBG Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Pelanggaran HAM

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:13 WIB

Dedi Mulyadi dan AM Hendropriyono Bahas Revitalisasi Wayang, Soroti Moral Bangsa

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB