Ancaman El Niño 2026: Cuaca Kering Ekstrem Siap Memangkas

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PAncaman bagi pasokan minyak nabati. CGS International Securities memperingatkan ancaman El Niño kuat yang berpotensi memotong volume produksi CPO global di paruh kedua 2026. Dok: Istimewa.

PAncaman bagi pasokan minyak nabati. CGS International Securities memperingatkan ancaman El Niño kuat yang berpotensi memotong volume produksi CPO global di paruh kedua 2026. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Lembaga riset CGS International Securities Malaysia memproyeksikan peningkatan risiko produksi kelapa sawit di Malaysia pada paruh kedua tahun 2026. Sebab, rilis data cuaca terbaru menunjukkan potensi kuat kemunculan fenomena El Niño yang kering dan ekstrem.

Analis CGS International menyimpulkan kekhawatiran tersebut setelah berdiskusi intensif dengan ahli agronomi Dr Lee Chin Tui. Dalam hal ini, Lee merujuk pada data resmi milik US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Sebab, NOAA mencatat probabilitas sebesar 63 persen bagi kemunculan El Niño kuat antara November 2026 hingga Januari 2027.

Sejarah Kekeringan dan Penyusutan Panen

Lee memperkirakan kondisi cuaca kering ekstrem akan mulai melanda wilayah perkebunan sawit sejak Juli 2026 depan. Sebab, sejarah membuktikan bahwa kekeringan panjang selalu memukul volume produksi minyak sawit mentah (CPO) secara drastis. Sebagai contoh, hantaman El Niño pada tahun 2016 menyusutkan produksi CPO Malaysia hingga sebesar 13,2 persen secara tahunan.

Kondisi serupa juga menimpa produsen kelapa sawit di Indonesia selaku produsen terbesar di dunia. Sebab, sepuluh produsen raksasa di Indonesia mencatatkan penurunan hasil panen sebesar 13,4 persen pada periode yang sama. Selain itu, Indonesia juga mengalami kontraksi produksi sebesar 5,3 persen pada tahun 2019 serta 8,0 persen pada tahun 2024 kemarin.

Tantangan Pupuk Mahal dan Efisiensi Air

CGS International menilai kegagalan panen di kedua negara penyokong utama dunia ini akan memperketat kondisi pasar global. Akibatnya, kelangkaan pasokan ini akan mendongkrak harga jual CPO ke tingkat yang jauh lebih tinggi. Namun, para petani juga harus menghadapi tantangan lain berupa pembengkakan biaya pemupukan kebun sawit saat ini.

Perang senjata di Timur Tengah memicu lonjakan harga pupuk urea secara signifikan sepanjang tahun ini. Meskipun begitu, Lee melarang keras rencana pengurangan dosis pupuk untuk menghemat biaya operasional kebun selama gelombang panas. Sebab, suhu udara yang sangat tinggi akan menguapkan kandungan Nitrogen dan menurunkan efisiensi pupuk secara drastis.

Baca Juga :  Perang Dagang 2.0: Mengapa Barat Ketakutan dengan Mobil Listrik China?

Data uji coba lapangan jangka panjang membuktikan bahwa penghentian pemupukan akan membawa dampak buruk yang lambat. Secara spesifik, pohon sawit berumur produktif akan mengalami penurunan hasil panen rata-rata sebesar 11 persen dalam lima tahun berikutnya. Oleh karena itu, pengelola kebun harus membangun sistem manajemen air yang disiplin guna menjaga kelembapan tanah.

Penurunan Riil Hasil Tandan Buah Segar

Di sisi lain, CGS International mencatat tren produksi tandan buah segar (TBS) Malaysia sebenarnya berada dalam kondisi lemah. Sebab, Malaysia sukses memproduksi 7,38 juta ton CPO pada lima bulan pertama tahun 2026 ini. Namun, pencapaian tinggi ini murni lahir dari peningkatan kadar rendemen minyak di pabrik.

Sebaliknya, volume panen TBS riil di kebun justru merosot sebesar 3,1 persen daripada pencapaian periode tahun lalu. Dengan demikian, produsen akan menghadapi kesulitan memenuhi target produksi CPO tahunan sebesar 19,5 juta hingga 20 juta ton. Pada akhirnya, pasar menanti efektivitas langkah antisipasi para pengusaha sawit dalam menghadapi badai kekeringan ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit
Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri
Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display
Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis
Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:44 WIB

Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:17 WIB

Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:09 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:32 WIB

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Berita Terbaru

Solusi hijau di tengah krisis energi. Pemerintah Malaysia menaikkan kadar campuran kelapa sawit menjadi B15 guna menghemat stok bahan bakar solar nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:39 WIB

Ekspansi kemitraan di kawasan Eurasia. Kementerian Perindustrian memperluas kerja sama dengan Belarus guna memperkuat rantai pasok industri dan menarik investasi baru. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Indonesia dan Belarus Percepat Kerja Sama Industri

Jumat, 19 Jun 2026 - 10:44 WIB