Sering Bangun Malam untuk Kencing? Bisa Jadi Gejala BPH

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter urologi menjelaskan gejala pembesaran prostat yang menyebabkan pria sering buang air kecil pada malam hari dan mengganggu kualitas hidup. (Posnews/ist)

Dokter urologi menjelaskan gejala pembesaran prostat yang menyebabkan pria sering buang air kecil pada malam hari dan mengganggu kualitas hidup. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banyak pria menganggap sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sebagai tanda penuaan yang wajar.

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi gejala awal pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) yang dapat menurunkan kualitas hidup hingga mengganggu hubungan dengan pasangan.

Data medis menunjukkan sekitar 50 persen pria berusia di atas 50 tahun mengalami pembesaran prostat. Angka tersebut bahkan meningkat menjadi 80–90 persen pada pria berusia 80 tahun ke atas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, banyak penderita baru memeriksakan diri setelah gejalanya semakin parah dan memicu komplikasi serius.

Jangan Anggap Sepele Sering Buang Air Kecil Malam Hari

Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Elita Wibisono, Sp.U, menjelaskan bahwa pembesaran prostat merupakan salah satu gangguan kesehatan pria yang paling sering ditemukan.

Namun, banyak pasien mengabaikan gejalanya karena menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari proses menua.

“Pasien sering menganggap pancaran urine yang melemah atau sering bangun malam untuk buang air kecil sebagai hal biasa. Akibatnya, mereka datang saat kondisi sudah berat, bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali,” ujar dr. Elita, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga :  Kesal Ditolak Menginap, Pria di Kalianda Tikam Kekasih hingga 12 Luka Tusukan

Pembesaran prostat terjadi ketika kelenjar prostat membesar dan menekan saluran kemih. Kondisi ini menyebabkan aliran urine melemah, rasa tidak tuntas setelah buang air kecil, hingga urine menetes setelah berkemih.

Kualitas Tidur Rusak, Produktivitas Ikut Turun

Secara medis, kebiasaan sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil disebut nokturia.

Menurut dr. Elita, gejala ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Bayangkan jika seseorang harus bangun tiga hingga lima kali setiap malam untuk ke toilet. Kondisi tersebut membuat kualitas tidur menurun, tubuh mudah lelah, konsentrasi berkurang, dan produktivitas ikut merosot.

Selain itu, gangguan tidur kronis juga meningkatkan risiko stres, kelelahan berkepanjangan, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Gangguan Prostat Bisa Pengaruhi Hubungan Suami-Istri

Lebih jauh, dr. Elita menegaskan bahwa dampak pembesaran prostat tidak hanya dirasakan oleh pasien.

Pasangan yang tidur bersama juga ikut terganggu akibat frekuensi bangun malam yang berulang.

Di sisi lain, keluhan berkemih yang terus-menerus sering memicu rasa frustrasi, menurunkan kepercayaan diri, hingga memengaruhi hubungan interpersonal dan kehidupan seksual.

“Kesehatan prostat sangat berkaitan dengan kualitas hidup dan kebahagiaan pasangan. Ketika gejala terus mengganggu aktivitas sehari-hari, rasa percaya diri pria bisa menurun dan berdampak pada keharmonisan rumah tangga,” jelasnya.

Meski faktor usia tidak bisa dicegah, pria tetap dapat memperlambat perkembangan pembesaran prostat dengan menerapkan pola hidup sehat.

Baca Juga :  Gangguan Kecemasan: Musuh dalam Selimut

Dr. Elita menyarankan masyarakat rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi sayuran hijau, serta mengonsumsi tomat yang kaya likopen.

Sebaliknya, konsumsi daging merah olahan sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga kesehatan prostat dalam jangka panjang.

Pengobatan Kini Lebih Modern dan Minim Risiko

Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis membuat penanganan prostat kini semakin nyaman.

Beberapa prosedur minimal invasif seperti Transurethral Resection of the Prostate (TURP) dan Rezum Therapy memungkinkan pasien menjalani tindakan tanpa sayatan besar dengan masa pemulihan yang lebih cepat.

Karena itu, pria disarankan segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami perubahan aliran urine, merasa tidak tuntas saat berkemih, sering bangun malam lebih dari dua kali, atau muncul nyeri maupun darah saat buang air kecil.

Jangan Tunggu Sampai Terjadi Komplikasi

Dr. Elita mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga muncul komplikasi serius seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, hingga gangguan fungsi ginjal.

“Jangan menunggu sampai tidak bisa buang air kecil atau ginjal terganggu. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pria tetap bisa menjaga kesehatan, produktivitas, dan keharmonisan bersama pasangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, prostat yang sehat bukan hanya menjaga fungsi tubuh, tetapi juga membantu mempertahankan kualitas hidup dan hubungan yang harmonis di usia lanjut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
9 Tahun Menanti, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak Lewat Program Bayi Tabung
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?
Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak
Mengapa Kita Bermimpi? Menelisik Sains di Balik Aktivitas Bawah Sadar
Revolusi atau Pseudosains? Menakar Potensi dan Kontroversi Terapi Magnet Global
Cegah Hantavirus Masuk RI, Bandara Soetta Terapkan Pemeriksaan Berlapis Penumpang Asing

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:37 WIB

Sering Bangun Malam untuk Kencing? Bisa Jadi Gejala BPH

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:15 WIB

9 Tahun Menanti, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak Lewat Program Bayi Tabung

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:18 WIB

Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terbaru

Dokter urologi menjelaskan gejala pembesaran prostat yang menyebabkan pria sering buang air kecil pada malam hari dan mengganggu kualitas hidup. (Posnews/ist)

KESEHATAN

Sering Bangun Malam untuk Kencing? Bisa Jadi Gejala BPH

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:37 WIB

Lompatan besar seri POVA. Tecno resmi meluncurkan POVA 8 dengan inovasi layar belakang Alive Matrix Display dan kapasitas baterai monster 8000 mAh. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:32 WIB

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo mengamankan lokasi penindakan terhadap DPO KKB di Distrik Dekai, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

HUKRIM

DPO KKB Papua Tewas Ditembak Aparat Saat Kabur ke Hutan

Kamis, 18 Jun 2026 - 15:57 WIB