KYIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Ukraina meluncurkan serangan pesawat tanpa awak secara besar-besaran ke ibu kota Rusia, Moskow. Langkah taktis ini menghantam kilang minyak utama dan memicu alarm bahaya di kota tersebut pada Kamis kemarin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan udara maut ini melalui pesan suara di aplikasi komunikasi WhatsApp. Ia menegaskan bahwa Moskow akan menghadapi kebakaran hebat jika Rusia terus membakar kota-kota Ukraina.
Balasan Atas Perusakan Biara Kuno
Serangan drone ini merupakan aksi balasan atas kerusakan biara kuno Kyiv Pechersk Lavra yang berusia seribu tahun. Walaupun Kremlin menyangkal serangan ke biara tersebut, dunia internasional tetap mengecam keras aksi perusakan itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan bahwa beberapa drone berhasil mencapai area kilang minyak Kapotnya. Akibatnya, kobaran api dan asap hitam membubung tinggi di atas kawasan padat penduduk tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 555 drone di seluruh penjuru negeri. Sobyanin menambahkan bahwa petugas melumpuhkan 180 drone di sekitar wilayah Moskow saja.
Kelumpuhan Logistik dan Impor Bahan Bakar
Kantor berita Rusia akhirnya mengakui adanya hambatan pasokan bahan bakar akibat serangan udara tersebut. Sebab, drone Ukraina juga memicu kebakaran hebat di beberapa stasiun penyimpanan minyak di wilayah perbatasan.
Penyusutan kapasitas produksi ini memaksa Rusia untuk mengimpor bahan bakar minyak melalui jalur laut bulan ini. Sebab, gempuran drone bertubi-tubi telah melumpuhkan operasional penyulingan bensin di dalam negeri Rusia.
Serangan lain juga menghantam depot penyimpanan minyak di Rostov serta dua jembatan logistik militer Rusia. Pihak Kyiv mengklaim keberhasilan sabotase ini sukses melemahkan pergerakan pasukan darat Rusia di garis depan.
Evakuasi Bandara dan Kebuntuan Jalur Damai
Otoritas bandara Moskow segera menghentikan seluruh jadwal penerbangan internasional demi alasan keselamatan. Bahkan, petugas harus mengevakuasi seluruh pengunjung dari Bandara Sheremetyevo yang merupakan bandara paling sibuk di Rusia.
Asisten Presiden Rusia Yuri Ushakov menyatakan bahwa aksi pemboman ini menjauhkan peluang dialog langsung. Ia menilai hubungan diplomatik antara Vladimir Putin dan Zelenskyy kini berada pada titik buntu yang sangat dingin.
Sementara itu, Rusia membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke wilayah ibu kota Ukraina, Kyiv. Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko mengonfirmasi serangan rudal maut tersebut pada Kamis pagi.
Serangan udara Rusia secara terpisah juga merenggut korban jiwa warga sipil di wilayah Sumy dan Dnipro. Pemerintah daerah melaporkan satu warga kehilangan nyawa dan sebelas lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan bom.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa











