Kuasa Hukum Protes Keras Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. (Posnews/Ist)

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kuasa hukum Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa, Refly Harun, melayangkan protes keras atas penangkapan kedua kliennya oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Refly mempertanyakan alasan penyidik melakukan penangkapan ketika proses hukum perkara tersebut disebut telah memasuki tahap akhir.

Menurut Refly, penyidik seharusnya dapat melanjutkan proses pelimpahan tersangka dan barang bukti tanpa perlu melakukan upaya paksa terhadap Roy Suryo maupun dr Tifa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kenapa harus ditangkap dan ditahan? Ini kan sudah tahap akhir. Mau penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua. Kami juga sudah kooperatif,” kata Refly Harun di Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga :  Peternak Balaraja Bangga, Sapi 1,15 Ton Jadi Kurban Presiden Iduladha 2026

Sudah Jalani Wajib Lapor Puluhan Kali

Refly menegaskan kedua kliennya selalu mematuhi proses hukum sejak penyidik menetapkan mereka sebagai tersangka pada November 2025.

Ia menjelaskan Roy Suryo dan dr Tifa secara rutin menjalani wajib lapor karena penyidik tidak melakukan penahanan saat pemeriksaan sebagai tersangka.

“Sejak tidak ditahan pada 13 November 2025, Dokter Tifa dan Mas Roy sudah menjalani wajib lapor. Jumlahnya hampir 30 kali, sekitar 28 hingga 29 kali,” ujarnya.

Selain itu, Refly menilai kedua kliennya tidak pernah mengabaikan panggilan penyidik maupun menghambat jalannya penyidikan.

Nilai Penangkapan Tidak Proporsional

Lebih lanjut, Refly menegaskan Roy Suryo dan dr Tifa tidak pernah menunjukkan tanda-tanda akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Baca Juga :  Driver Online Cabuli Penumpang di Jakarta Pusat, Ditangkap Usai Video Viral

Karena itu, ia menilai langkah penangkapan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya tidak sejalan dengan sikap kooperatif yang selama ini ditunjukkan kedua kliennya.

Refly pun menyampaikan keberatan keras atas tindakan tersebut dan meminta penyidik memberikan penjelasan yang jelas terkait alasan penangkapan.

“Tindakan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya sangat tidak proporsional dan kami protes keras terhadap langkah tersebut,” tegasnya.

Kasus Ijazah Jokowi Kembali Jadi Sorotan

Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa kembali menjadi sorotan publik dalam polemik dugaan ijazah palsu Jokowi.

Hingga Jumat siang, Polda Metro Jaya belum menjelaskan alasan penangkapan kedua tersangka.

Sementara itu, tim kuasa hukum menyatakan akan terus mengawal proses hukum dan memperjuangkan hak-hak kliennya sesuai ketentuan yang berlaku. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol
Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun
Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama
Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi
Emas 500 Gram Raib di Menteng, Polisi Tangkap Pelaku Perampokan
Curi Motor di Parkiran GBK Saat Konser, Dua Pelaku Ditangkap Polisi
Tim Advokasi Soroti Penangkapan Roy Suryo: Harusnya Cukup Surat Panggilan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:02 WIB

Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:50 WIB

Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:39 WIB

Emas 500 Gram Raib di Menteng, Polisi Tangkap Pelaku Perampokan

Berita Terbaru

Misi rekonsiliasi dan perdamaian. Kaisar Jepang Naruhito menghadiri jamuan makan malam mewah bersama Raja Willem-Alexander di Amsterdam untuk mempererat persahabatan bilateral pascaperang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako Mulai Kunjungan Sejarah

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:13 WIB

Penyelamatan darurat di Tokyo. Jago merah menghanguskan ruang musik Sekolah Takinogawa Dai-san, memaksa ratusan murid melarikan diri ke halaman sekolah. Dok: @takanyo VIA X/via REUTERS

INTERNASIONAL

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:56 WIB