Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya. (Posnews/Ist)

Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Misteri video viral yang menyebut seorang pelajar menjadi korban begal di kawasan Grogol, Jakarta Barat, akhirnya terungkap.

Polisi memastikan peristiwa yang terjadi di depan Terminal Grogol itu bukan aksi begal, melainkan kasus pengeroyokan dan penganiayaan brutal antar kelompok pelajar yang berujung maut.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polsek Grogol Petamburan bersama Unit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap tiga pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu pelaku lain masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya mengatakan penyidik mengamankan pelaku berinisial KK (17), ADS (16), dan MA (17).

Dari ketiga pelaku tersebut, polisi menetapkan KK dan satu pelaku lainnya sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Dari tiga pelaku yang diamankan, dua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Reza Aditya, Jumat (19/6/2026).

Berawal dari Konvoi Remaja Bersenjata Tajam

Reza menjelaskan, kasus ini bermula saat korban berinisial AH bersama rekannya JN melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Susilo I, Grogol Petamburan.

Baca Juga :  Waspada Modus Leasing, Motor Warga Tanah Abang Raib di Samping Hotel Mewah

Saat itu, mereka berpapasan dengan sekelompok remaja yang sedang melakukan konvoi.

Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung mengejar dan menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami luka bacok di tangan kiri. Namun serangan tidak berhenti di situ. Saat berusaha menyelamatkan diri, korban kembali dibacok hingga mengalami luka serius di bagian pinggang.

Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berlari meminta pertolongan kepada warga dan pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi.

Petugas kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sempat Dirawat 14 Hari, Korban Akhirnya Meninggal

Korban menjalani perawatan medis selama sekitar 14 hari dan sempat diperbolehkan pulang.

Namun beberapa hari kemudian kondisi kesehatannya memburuk akibat luka yang diderita. Korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan lanjutan.

“Jadi ini bukan kasus begal, melainkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan antar kelompok pelajar,” tegas Reza.

Polisi Tangkap Pelaku di Palmerah

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menjelaskan tim gabungan melakukan penyelidikan intensif untuk melacak keberadaan para pelaku.

Baca Juga :  KKB Tembaki Warga Sipil di Yahukimo, Dua Orang Terluka - Pelaku Diburu

Hasilnya, petugas berhasil menangkap para tersangka pada Senin (15/6/2026) dini hari di kawasan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.

Saat penangkapan berlangsung, para pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Polsek Grogol Petamburan untuk menjalani pemeriksaan.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, pakaian yang digunakan saat kejadian, dan senjata tajam yang diduga dipakai untuk menyerang korban.

Satu Pelaku Masih Diburu

Saat ini, polisi masih memburu satu pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Penyidik juga terus mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 468 Ayat (2) dan Pasal 262 Ayat (4) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dan atau pengeroyokan, dengan ancaman hukuman berat.

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras tentang bahaya kekerasan antar kelompok remaja yang kerap berawal dari persoalan sepele namun berujung pada hilangnya nyawa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi
Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama
Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun
Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama
Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi
Emas 500 Gram Raib di Menteng, Polisi Tangkap Pelaku Perampokan
Kuasa Hukum Protes Keras Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:30 WIB

Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:13 WIB

Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:02 WIB

Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama

Berita Terbaru

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 17:19 WIB

Pelebaran sayap di Asia Timur. Anthropic resmi membuka kantor baru di Seoul guna menggarap pasar potensial Korea Selatan pasca-pemblokiran akses model AI canggih oleh pemerintah AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:15 WIB