Pemprov DKI Gratiskan Transjakarta dan MRT Selama Sepekan untuk Pemulihan Pasca Demo

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dok: Kominfo DKI JKT

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dok: Kominfo DKI JKT

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan layanan Transjakarta dan MRT selama satu pekan sebagai langkah tanggap darurat pascaaksi unjuk rasa besar yang merusak sejumlah fasilitas umum.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan kebijakan ini bertujuan mendukung pemulihan kota sekaligus menjaga mobilitas warga selama masa perbaikan.

“Selama satu minggu ke depan, Transjakarta dan MRT gratis. Fasilitas yang rusak harus segera dibenahi dan prosesnya diperkirakan memakan waktu sekitar seminggu,” ujar Rano Karno saat meninjau kawasan Dukuh Atas, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga :  91 Ribu Guru PAI Ikut PPG 2025, Siap Terima Tunjangan Profesi Mulai 2026

Ia memastikan kedua moda transportasi itu kembali beroperasi normal meski sebelumnya sempat terganggu. “Mulai hari ini, operasional sudah berjalan. Memang kemarin ada beberapa trayek terhenti karena akses tertutup, tetapi sekarang berangsur pulih,” jelasnya.

Baca Juga :  BNN Bongkar Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Jaksel, 2 WNA Raup Omzet Rp18 Miliar

Sebagai tindak lanjut, Pemprov DKI mengerahkan pasukan oranye serta petugas teknis di berbagai titik. Mereka membersihkan jalan, memperbaiki fasilitas, dan memastikan sarana publik kembali berfungsi.

“Kami kerahkan semua sumber daya agar pemulihan berlangsung cepat. Semoga dalam sepekan ke depan kondisi sudah normal kembali,” pungkas Rano. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB