BSN Desak Percepatan Akreditasi Keberlanjutan Kelapa Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koreksi harga komoditas sawit. Penurunan harga minyak mentah dunia dan minyak nabati pesaing menekan pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Dok: Istimewa.

Koreksi harga komoditas sawit. Penurunan harga minyak mentah dunia dan minyak nabati pesaing menekan pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengungkapkan rendahnya angka akreditasi kebun kelapa sawit nasional hulu saat ini. Sebab, jumlah wilayah kebun kelapa sawit yang memiliki sertifikasi baru mencapai kisaran lima persen saja. Angka ini setara dengan sekitar 800.000 hektar dari total 16 juta hektar lahan nasional. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mempercepat proses standardisasi mutu guna mendongkrak daya saing pasar ekspor global.

Tantangan Aturan Hijau Eropa

Kepala BSN Donny Purnomo Januardhi Effyandono menyampaikan penjelasan ini dalam pertemuan tahunan APAC di Jakarta kemarin. Menurutnya, pasar internasional kini menuntut jaminan produk ramah lingkungan secara ketat melalui regulasi deforestasi Uni Eropa. Aturan keras EUDR mewajibkan setiap eksportir sawit membuktikan kelestarian asal-usul buah sawit bebas dari deforestasi. Langkah pembuktian ini memerlukan hasil uji dan proses sertifikasi dari lembaga penilai yang memiliki kredibilitas tinggi.

Baca Juga :  Korea Utara Luncurkan Rentetan Rudal saat Jepang-Korsel Perkuat Aliansi

Fondasi Infrastruktur Mutu Nasional

Donny menegaskan bahwa akreditasi mandiri memegang peran sebagai fondasi utama untuk membangun kepercayaan para pembeli luar negeri. Sebab, sistem pengawasan yang transparan dan kompeten menjamin keabsahan klaim keberlanjutan produk kelapa sawit Indonesia. Pihak BSN kini fokus memperkuat kompetensi lembaga sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) secara berkala. Upaya penataan tata kelola ini akan mengamankan rantai pasok kelapa sawit dari hulu hingga hilir.

Prestasi Hebat Indonesia di Dunia

Laporan Global Quality Infrastructure Index (GQII) menunjukkan hasil penilaian yang sangat membanggakan bagi Indonesia. Indonesia sukses menempati peringkat ke-23 dunia untuk bidang infrastruktur mutu nasional secara keseluruhan. Pencapaian luar biasa ini menempatkan Indonesia pada posisi paling tinggi di antara negara-negara ASEAN saat ini. Bahkan, pilar akreditasi Indonesia meraih peringkat keempat dunia dari total 185 negara yang masuk evaluasi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Bintan, 8 ABK Ditangkap
Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia
Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Telusuri Keterkaitan 7 Perusahaan
KemenHAM Tegaskan Pasien BPJS Berhak Dapat Layanan Kesehatan Setara
MUI Kritik Maraknya OTT Korupsi, Sistem Dinilai Gagal Bikin Koruptor Jera
UNMA dan BNN Perkuat Kolaborasi Cegah Narkotika, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan
War Ticket Istana Merdeka Diserbu, 128.331 Orang Berebut Undangan HUT ke-81 RI
Praperadilan Febrie Adriansyah Disidangkan 18 Agustus, PN Jaksel Tunjuk Hakim Tunggal

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Bintan, 8 ABK Ditangkap

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Telusuri Keterkaitan 7 Perusahaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:08 WIB

KemenHAM Tegaskan Pasien BPJS Berhak Dapat Layanan Kesehatan Setara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:32 WIB

MUI Kritik Maraknya OTT Korupsi, Sistem Dinilai Gagal Bikin Koruptor Jera

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

HUT RI ke-81, Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Cuma Rp1

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:57 WIB