Venezuela: Warga Menjarah Toko di Tengah Lambatnya Bantuan

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Para penjarah merusak toko-toko kecil di daerah paling hancur pasca-gempa kembar Venezuela hulu.

Sebab, warga mulai menjarah barang saat tanah baru saja berhenti berguncang.

Akibatnya, negara bagian La Guaira kini menghadapi gelombang pencurian yang sangat parah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, wilayah dekat ibu kota Caracas itu kini berubah menjadi gunung puing yang besar.

Bahkan, beberapa video di media sosial memperlihatkan warga membawa kotak peralatan rumah tangga dari toko yang hancur.

Selain itu, warga lain menaruh barang jarahan di atas atap mobil dan sepeda motor mereka.

Meskipun demikian, masyarakat juga menuduh oknum polisi dan militer mencuri barang dari rumah kosong serta jasad korban.

Pada kenyataannya, penjarah menyasar apotek, supermarket, dan berbagai toko bisnis lainnya secara brutal.

Oleh karena itu, sebagian pihak menyebut aksi ini sebagai bentuk oportunisme bencana yang buruk.

Baca Juga :  Satpam Selamat Setelah 8 Hari di Bawah Reruntuhan

Namun, sebagian menilai kelaparan memaksa warga yang kehilangan segalanya untuk bertahan hidup.

Stepping Over Dead Bodies to Loot

“Apakah adil jika rakyat kita saling memangsa?” keluh Maria Esther Bernal yang berusia 71 tahun.

Sebab, penjarah menjarah seluruh toko miliknya hingga mengambil kabel listrik.

Selain itu, Bernal menceritakan seorang pedagang asal Tiongkok meninggal di toko sebelah.

Akibatnya, warga melangkahi jasad korban hanya untuk menjarah isi supermarket itu,” tambah Bernal dengan sedih.

Sementara itu, masyarakat meluapkan kemarahan besar atas lambatnya penyaluran bantuan dari pemerintah.

Sebab, bencana gempa bumi kembar ini merenggut sedikitnya 1.450 korban jiwa manusia.

Maka dari itu, warga menuntut percepatan evakuasi serta bantuan makanan, air, dan obat-obatan.

Dengan demikian, pemerintah kini mengerahkan pasukan militer untuk menjaga ketat wilayah La Guaira.

Akhirnya, petugas membatasi akses masuk ke lokasi bencana hanya untuk pemegang surat izin khusus dari Caracas.

Kesaksian Korban Pencurian

“Semua barang sudah habis tanpa ada yang tinggal di sini,” keluh Zulay de Carvajal yang berumur 72 tahun.

Baca Juga :  Debat Panas PBB: AS dan Sekutu Barat Bentrok dengan Rusia-China soal Nuklir Iran

Sebab, penjarah mencuri pakaian, sepatu, peralatan masak, dan piring kami,” tambah Zulay dengan ngeri.

Sementara itu, putranya, Gregory Carvajal, menceritakan kengerian saat mengevakuasi jasad korban.

“Kami sedang mengangkat mayat, namun warga justru sibuk menjarah barang sekitar,” ujar Gregory.

Bahkan, beberapa orang menyedot bahan bakar dari mobil yang rusak.

Selain itu, penjahat lain menyamar sebagai petugas pemadam kebakaran untuk merampok rumah warga.

Oleh karena itu, mantan koordinator lembaga swadaya masyarakat Provea, Marino Alvarado, memberikan analisisnya.

Dalam hal ini, ia menilai situasi ini mirip dengan bencana tanah longsor besar tahun 1999 silam.

Secara khusus, Alvarado menyoroti tiga masalah utama yaitu kejahatan jalanan, kekerasan aparat, dan penjarahan oleh oknum militer.

Pada akhirnya, warga membantu membersihkan apotek Farmatodo yang sempat hancur akibat aksi penjarahan.

Dengan demikian, kini apotek itu berfungsi sebagai klinik perawatan darurat bagi para korban gempa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia
Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian
Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas
Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer
Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang
Serangan Drone dan Rudal Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina
Panglima AS Puji USS Lincoln, Kushner Gelar Pertemuan
Impor Minyak Nabati India Capai Level Tertinggi 10 Bulan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Futures Sawit Malaysia Naik, Ikuti Kinerja Bursa Dalian

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB