Polisi Sita Aset Hanania Travel untuk Pulihkan Kerugian Korban Umrah

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Harapan ratusan korban dugaan penipuan umrah Hanania Travel mulai terbuka.

Polda Metro Jaya menyita sejumlah aset yang diduga terkait perkara tersebut sebagai langkah memulihkan kerugian korban dan mengupayakan keberangkatan jemaah yang sempat tertunda.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengatakan penyidik telah menelusuri dan mengamankan sejumlah aset di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil penelusuran aset menunjukkan sebagian sudah kami sita, sementara aset lainnya telah kami amankan di beberapa daerah,” kata Iman, Selasa (30/6/2026).

Aset Bernilai Disita di Sejumlah Daerah

Iman menjelaskan aset yang disita meliputi tanah, bangunan, dan kendaraan, baik aset bergerak maupun tidak bergerak.

Baca Juga :  Pedagang Bawang Salma Tewas di Enrekang, Pelaku Diduga Kuras Rp40 Juta

Sebagian aset diketahui tercatat atas nama pihak lain sehingga penyidik masih mendalami kepemilikannya.

Salah satu aset berupa tanah di Semarang dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup besar dan berpotensi membantu proses pemulihan kerugian korban.

“Ada tanah di Semarang yang nilainya cukup besar. Mudah-mudahan aset itu bisa dimanfaatkan untuk membantu memberangkatkan para korban,” ujarnya.

Polisi Fokus Pulihkan Hak Korban

Menurut Iman, penyidikan tidak hanya bertujuan menjerat pelaku, tetapi juga mengembalikan hak-hak korban yang telah mengalami kerugian.

“Kami tidak berhenti pada penetapan tersangka. Kami juga berupaya semaksimal mungkin memulihkan kerugian korban,” tegasnya.

Langkah pelacakan dan penyitaan aset menjadi bagian penting dalam proses hukum, terutama untuk membuka peluang pengembalian kerugian melalui mekanisme yang berlaku.

Baca Juga :  Dinas LH DKI Angkut 18,72 Ton Sampah Usai Aksi Demo di DPR dan Medan Merdeka

Bos Hanania Travel Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Direktur Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), sebagai tersangka.

ASF dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penyidik menerapkan Pasal 492, Pasal 486, dan Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sesuai hasil penyidikan yang masih terus berkembang.

Polda Metro Jaya terus melacak aset terkait perkara ini. Polisi juga meminta korban segera melapor dan melengkapi dokumen agar pemulihan kerugian berjalan optimal.

Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat memilih penyelenggara perjalanan ibadah yang memiliki izin resmi, rekam jejak yang baik, serta sistem pengelolaan keuangan yang transparan.

Langkah tersebut penting untuk melindungi calon jemaah dari praktik penipuan yang merugikan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya
Rp9 Miliar Ditemukan di Kasus Pabrik Tramadol Ilegal, Siapa Pemiliknya?
Bareskrim Tetapkan PT DSI Tersangka Korporasi, Dana Rp2,47 Triliun Belum Kembali
Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika
Mengapa Motif Penembakan Bharatu Valdo Belum Diungkap? Ini Penjelasan Polisi
Ribuan Personel Amankan Demo Jakarta, Pangdam dan Kapolda Beri Pesan Tegas
Kematian Bharatu Valdo Sisakan Pertanyaan, Pengacara Minta Penyidikan Dibuka Terang
4 Proyektil Bersarang di Kepala Bharatu Valdo, Pengacara Curiga Ada Pelaku Lain

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Rp9 Miliar Ditemukan di Kasus Pabrik Tramadol Ilegal, Siapa Pemiliknya?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Bareskrim Tetapkan PT DSI Tersangka Korporasi, Dana Rp2,47 Triliun Belum Kembali

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Mengapa Motif Penembakan Bharatu Valdo Belum Diungkap? Ini Penjelasan Polisi

Berita Terbaru