TOMBLAINE, POSNEWS.CO.ID – Pesawat tersebut membawa rombongan dari sebuah sekolah terjun payung lokal untuk sesi latihan udara rutin. Korban meninggal dunia meliputi lima orang siswa penerjun serta lima orang instruktur berpengalaman di bidangnya.
Menteri Dalam Negeri Perancis Laurent Nunez mengonfirmasi bahwa beberapa anggota keluarga korban menyaksikan langsung peristiwa mematikan itu. Rombongan keluarga sedang menunggu di area bandara regional Nancy-Essey saat pesawat lepas landas sekitar pukul sebelas siang.
Seorang saksi mata di lapangan menceritakan detik-detik sebelum pesawat jatuh menghantam tanah secara tiba-tiba. Ia mendengar suara mesin pesawat berhenti berputar saat armada baru saja menanjak naik ke angkasa. Saksi tidak melihat adanya kobaran api atau tanda ledakan sebelum pesawat menghantam jalur sepeda dekat kompleks perumahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman Gelombang Panas Ekstrem
Pejabat wilayah setempat Yves Seguy menjelaskan bahwa pesawat menukik tajam secara vertikal ke permukaan tanah. Keberuntungan besar menyelamatkan para penghuni rumah karena pesawat jatuh beberapa meter saja dari pemukiman warga sipil.
Tim penyelamat masih menginvestigasi kemungkinan pengaruh cuaca panas ekstrem sebagai pemicu utama kegagalan mesin pesawat. Kota Nancy mencatat rekor suhu udara paling panas sepanjang sejarah satu hari sebelum kecelakaan udara berlangsung. Pihak kejaksaan setempat juga bersiap meluncurkan penyelidikan hukum untuk mengungkap penyebab pasti tragedi maut ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












