BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Wajah Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah di sejumlah tepi jalan, saluran air yang tidak berfungsi optimal, serta genangan air yang tak kunjung surut menjadi persoalan yang terus dikeluhkan warga.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan bau sampah dan bau saluran air yang menyengat.
Saat hujan turun, genangan kerap muncul karena drainase diduga tidak mampu mengalirkan air secara maksimal. Akibatnya, aktivitas masyarakat ikut terganggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan tersebut bukan cerita baru. Warga mengaku telah menghadapi masalah sampah dan buruknya drainase selama bertahun-tahun.
Namun hingga kini, penyelesaiannya dinilai belum memberikan perubahan yang signifikan.
Karena itu, pemerintah daerah perlu menjadikan persoalan ini sebagai prioritas.
Penanganan tidak cukup hanya mengangkut sampah sesekali, tetapi harus disertai pembenahan sistem pengelolaan sampah, normalisasi saluran air, pembangunan drainase yang sesuai standar teknis, serta pengawasan rutin di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga perlu mengevaluasi kinerja pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan drainase.
Jika terbukti terjadi kelalaian atau pelanggaran, sanksi administratif maupun tindakan sesuai ketentuan yang berlaku harus diterapkan agar pelayanan publik semakin baik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diharapkan turun langsung meninjau kondisi Tarumajaya.
Kehadiran pemerintah provinsi dapat mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mencari solusi yang konkret dan berkelanjutan.
Warga Tarumajaya berhak menikmati lingkungan yang bersih, jalan yang bebas genangan, serta sistem drainase yang berfungsi dengan baik.
Perbaikan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan bagian dari pelayanan dasar yang harus dirasakan seluruh masyarakat.
Sudah saatnya Tarumajaya keluar dari persoalan yang berulang. Langkah nyata, pengawasan yang ketat, dan komitmen semua pihak menjadi kunci agar wilayah ini berkembang menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan layak huni. **
Editor : Hadwan












