Disnakertransgi DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH Akibat Aksi Massa di Jakarta

Minggu, 31 Agustus 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut polusi menyelimuti kawasan Jakarta pada pagi hari saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat menurut IQAir. (Posnews/Kominfo)

Kabut polusi menyelimuti kawasan Jakarta pada pagi hari saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat menurut IQAir. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta meminta perusahaan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) untuk melindungi pekerja dan menjaga kelancaran operasional. Imbauan ini keluar menyusul meningkatnya aksi massa di sejumlah titik strategis Jakarta sejak Kamis malam (28/8/2025) hingga Sabtu (30/8/2025), termasuk DPR RI, Polda Metro Jaya, dan Mako Brimob Kwitang.

Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin, menegaskan bahwa WFH bersifat situasional dan fleksibel, menyesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan. Langkah ini diatur melalui Surat Edaran Nomor e-0014/SE/2025 yang ditandatangani pada 29 Agustus 2025.

Baca Juga :  Aliansi Pertahanan Udara: Jepang, Inggris, dan Italia Percepat Pengembangan Jet Tempur Generasi Terbaru

“Imbauan ini kami keluarkan agar perusahaan tetap beroperasi secara aman, dan pekerja terlindungi dari potensi gangguan aksi massa,” ujar Syaripudin. Ia menambahkan, Disnakertransgi telah berkoordinasi dengan APINDO, KADIN, dan mediator hubungan industrial agar seluruh perusahaan menerapkan panduan WFH secara efektif.

Dalam surat edaran, Disnakertransgi meminta pimpinan perusahaan untuk menjalankan pekerjaan dari rumah bagi kantor yang terdampak aksi unjuk rasa. Bagi perusahaan layanan 24 jam atau yang melayani publik langsung, WFH bisa dikombinasikan dengan work from office (WFO). Pimpinan perusahaan juga diminta melaporkan pelaksanaan WFH melalui tautan resmi: https://bit.ly/LaporanWFH-Aksi.

Sejak Kamis malam, eskalasi unjuk rasa meningkat hingga Sabtu malam. Beberapa aksi massa sempat merusak fasilitas umum, termasuk halte Transjakarta dan pintu MRT. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mengeluarkan opsi WFH agar aktivitas dunia usaha tetap aman, sekaligus menjaga keselamatan pekerja.

Baca Juga :  Bendera One Piece Lebih Diburu Ketimbang Merah Putih di Bekasi Jelang HUT RI

Disnakertransgi menegaskan bahwa pemantauan terhadap perusahaan yang menerapkan WFH akan terus dilakukan melalui sistem pelaporan resmi. Kolaborasi aktif dengan asosiasi pengusaha dan mediator industrial memastikan operasional perusahaan tetap berjalan lancar, sekaligus meminimalkan gangguan akibat dinamika aksi massa di ibu kota. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guncangan M 7,4 di Laut Maluku: Tsunami Kecil Melanda Pesisir Bitung dan Halmahera
Diplomasi di Bawah Hujan Drone: Zelenskyy Matangkan Jaminan Keamanan AS
Patroli Taktis di Ilaga Puncak, Aparat Pastikan Keamanan Warga Tetap Kondusif
Pemakaman Panglima AL Warnai Peringatan 47 Tahun Revolusi
Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO
Gempa M7,6 Bitung Picu Ancaman Tsunami 3 Meter, Warga Diminta Menjauh dari Pantai
Bareskrim Bongkar Transaksi Sabu Hampir 1 Kg di Morowali, Pelaku Dibekuk Turun dari Bus
Benteng di Bawah Ballroom: Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 14:11 WIB

Guncangan M 7,4 di Laut Maluku: Tsunami Kecil Melanda Pesisir Bitung dan Halmahera

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Diplomasi di Bawah Hujan Drone: Zelenskyy Matangkan Jaminan Keamanan AS

Kamis, 2 April 2026 - 11:59 WIB

Patroli Taktis di Ilaga Puncak, Aparat Pastikan Keamanan Warga Tetap Kondusif

Kamis, 2 April 2026 - 11:22 WIB

Pemakaman Panglima AL Warnai Peringatan 47 Tahun Revolusi

Kamis, 2 April 2026 - 10:10 WIB

Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO

Berita Terbaru

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemakaman Panglima AL Warnai Peringatan 47 Tahun Revolusi

Kamis, 2 Apr 2026 - 11:22 WIB

Ilustrasi, Aliansi di ambang kehancuran. Presiden Donald Trump secara terbuka mengancam akan menarik Amerika Serikat keluar dari NATO setelah sekutu Eropa menolak pengerahan militer ke Selat Hormuz, memicu krisis keamanan terbesar sejak 1949. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tatanan Barat Terguncang: Trump Pertimbangkan Keluar dari NATO

Kamis, 2 Apr 2026 - 10:10 WIB