TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Asia Timur kini bersiap menghadapi ancaman badai terdahsyat tahun ini.
Ancaman Badai Terbesar Sejak Dekade Lalu
Pusat Meteorologi Nasional China merilis laporan pergerakan cuaca ekstrem terbaru. Badai Bavi memiliki lebar wilayah awan hingga 1.000 kilometer.
Ukuran raksasa ini setara dengan lebar wilayah negara Prancis. Topan Bavi akan menyusuri pantai utara Taiwan pada akhir pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badai kemudian akan menerjang wilayah provinsi Fujian di China timur. Prakirawan CWA Taiwan Jason Chang membagikan analisis mengenai badai ini.
Chang menilai Bavi sebagai badai terbesar sejak tahun 1987. Kemunculan badai sebesar ini sangat jarang terjadi belakangan ini.
Badai ini menyamai kekuatan Topan Super Kong-rey pada 2024. Suhu laut yang hangat akibat El Nino memicu penguatan badai.
Warga Pesisir Suao Mengamankan Kapal
Ratusan kapal nelayan memenuhi pelabuhan Suao di timur laut Taiwan. Para nelayan mencari tempat berlindung aman dari empasan ombak.
Warga kota juga mengantre kantong pasir untuk mencegah banjir. Petani bergegas memanen padi sebelum hujan badai merusak tanaman.
Kapten kapal Chen Ming-hui membagikan kekhawatirannya mengenai ancaman badai. Chen berharap lintasan topan bergeser lebih jauh ke utara.
Ia mengingat badai masa lalu yang menenggelamkan banyak kapal. Cuaca tenang saat ini bisa menipu dan mendadak berbahaya.
Dampak Banjir Maysak dan Pelarian Satwa Liar
Badan meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan cuaca buruk di Okinawa. Jepang mengimbau warga mewaspadai tanah longsor dan gelombang pasang.
Sebelumnya, Topan Maysak telah meluluhlantakkan wilayah Guangxi di China. Bencana tersebut juga memicu banjir besar di Kebun Binatang Guigang.
Lebih dari 100 ekor satwa liar melarikan diri dari kandang. Hewan yang kabur meliputi zebra, landak, rakun, dan burung beo.
Banjir maut tersebut merenggut nyawa tiga ekor singa kebun binatang. Warga desa berhasil menyelamatkan seekor rusa sika dari banjir.
Petugas memastikan beruang cokelat dan serigala berada dalam kondisi aman. Kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut kini sedang mendapatkan penanganan khusus.
Pembatalan Massal Penerbangan Domestik
Dampak topan memaksa maskapai penerbangan membatalkan jadwal perjalanan udara. Japan Airlines membatalkan 48 penerbangan domestik untuk hari Jumat.
Langkah protektif ini memengaruhi rencana perjalanan sekitar 7.610 penumpang. All Nippon Airways juga membatalkan 34 penerbangan menuju Okinawa.
Pembatalan susulan hari Sabtu menyasar 33 penerbangan domestik lainnya. Langkah ini berdampak pada rencana perjalanan 5.900 calon penumpang.
Peneliti Imperial College London Xiangbo Feng menjelaskan proses pembentukan badai. Bavi mengumpulkan energi besar dari air laut Pasifik yang hangat.
Pergeseran kecil jalur badai dapat memicu kerusakan yang sangat fatal. Pihak berwenang meminta warga pesisir tetap siaga sepanjang pekan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












