Ancaman Topan Raksasa: Bavi Bersiap Terjang Taiwan

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah siaga menghadapi bencana. Topan raksasa Bavi mengancam wilayah Taiwan dan China timur setelah mengumpulkan energi besar di Samudra Pasifik. Dok: Istimewa.

Langkah siaga menghadapi bencana. Topan raksasa Bavi mengancam wilayah Taiwan dan China timur setelah mengumpulkan energi besar di Samudra Pasifik. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Asia Timur kini bersiap menghadapi ancaman badai terdahsyat tahun ini.

Ancaman Badai Terbesar Sejak Dekade Lalu

Pusat Meteorologi Nasional China merilis laporan pergerakan cuaca ekstrem terbaru. Badai Bavi memiliki lebar wilayah awan hingga 1.000 kilometer.

Ukuran raksasa ini setara dengan lebar wilayah negara Prancis. Topan Bavi akan menyusuri pantai utara Taiwan pada akhir pekan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badai kemudian akan menerjang wilayah provinsi Fujian di China timur. Prakirawan CWA Taiwan Jason Chang membagikan analisis mengenai badai ini.

Chang menilai Bavi sebagai badai terbesar sejak tahun 1987. Kemunculan badai sebesar ini sangat jarang terjadi belakangan ini.

Badai ini menyamai kekuatan Topan Super Kong-rey pada 2024. Suhu laut yang hangat akibat El Nino memicu penguatan badai.

Baca Juga :  Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti 4-3

Warga Pesisir Suao Mengamankan Kapal

Ratusan kapal nelayan memenuhi pelabuhan Suao di timur laut Taiwan. Para nelayan mencari tempat berlindung aman dari empasan ombak.

Warga kota juga mengantre kantong pasir untuk mencegah banjir. Petani bergegas memanen padi sebelum hujan badai merusak tanaman.

Kapten kapal Chen Ming-hui membagikan kekhawatirannya mengenai ancaman badai. Chen berharap lintasan topan bergeser lebih jauh ke utara.

Ia mengingat badai masa lalu yang menenggelamkan banyak kapal. Cuaca tenang saat ini bisa menipu dan mendadak berbahaya.

Dampak Banjir Maysak dan Pelarian Satwa Liar

Badan meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan cuaca buruk di Okinawa. Jepang mengimbau warga mewaspadai tanah longsor dan gelombang pasang.

Sebelumnya, Topan Maysak telah meluluhlantakkan wilayah Guangxi di China. Bencana tersebut juga memicu banjir besar di Kebun Binatang Guigang.

Lebih dari 100 ekor satwa liar melarikan diri dari kandang. Hewan yang kabur meliputi zebra, landak, rakun, dan burung beo.

Baca Juga :  Menunggak Iuran dan Tarik Diri, AS Terancam Jadi Penonton Bisu

Banjir maut tersebut merenggut nyawa tiga ekor singa kebun binatang. Warga desa berhasil menyelamatkan seekor rusa sika dari banjir.

Petugas memastikan beruang cokelat dan serigala berada dalam kondisi aman. Kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut kini sedang mendapatkan penanganan khusus.

Pembatalan Massal Penerbangan Domestik

Dampak topan memaksa maskapai penerbangan membatalkan jadwal perjalanan udara. Japan Airlines membatalkan 48 penerbangan domestik untuk hari Jumat.

Langkah protektif ini memengaruhi rencana perjalanan sekitar 7.610 penumpang. All Nippon Airways juga membatalkan 34 penerbangan menuju Okinawa.

Pembatalan susulan hari Sabtu menyasar 33 penerbangan domestik lainnya. Langkah ini berdampak pada rencana perjalanan 5.900 calon penumpang.

Peneliti Imperial College London Xiangbo Feng menjelaskan proses pembentukan badai. Bavi mengumpulkan energi besar dari air laut Pasifik yang hangat.

Pergeseran kecil jalur badai dapat memicu kerusakan yang sangat fatal. Pihak berwenang meminta warga pesisir tetap siaga sepanjang pekan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:43 WIB

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB