Amerika Serikat Gempur Iran dan Donald Trump Ancam Bom

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi mengerikan di Timur Tengah. Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara baru ke wilayah Iran sementara Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan negara tersebut secara total jika menolak draf damai. Dok: VCG.

Eskalasi mengerikan di Timur Tengah. Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan udara baru ke wilayah Iran sementara Presiden Donald Trump mengancam akan menghancurkan negara tersebut secara total jika menolak draf damai. Dok: VCG.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru secara masif ke berbagai target pertahanan dan komunikasi di wilayah Iran pada Rabu malam. Langkah taktis ini bertujuan untuk memaksa para pemimpin Iran agar segera menandatangani kesepakatan damai dengan pihak Washington.

Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa rentetan serangan udara tersebut berlangsung selama empat jam berturut-turut. Sebab, Amerika Serikat ingin merespons agresi militer Iran yang terus berlanjut di perairan regional selama beberapa hari terakhir. Namun, serangan brutal ini langsung memicu reaksi keras dan kemarahan besar dari pihak pemerintah Iran.

Serangan Balasan Garda Revolusi ke Pangkalan Sekutu

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) segera membalas serangan tersebut secara cepat dan agresif pada Kamis fajar. Akibatnya, unit militer IRGC menembakkan rudal balistik ke arah 18 pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Sementara itu, bunyi sirene peringatan bahaya terus menggema secara dramatis di beberapa kota besar di Bahrain.

Komando militer Iran juga memperketat penjagaan dan mengancam akan menembak setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Bahkan, media lokal di Tehran melaporkan bahwa unit patroli laut Iran telah menembaki dua kapal dagang asing. Oleh sebab itu, ketegangan bersenjata ini memicu lonjakan harga minyak mentah dunia sebesar 3 dolar AS di pasar global.

Ancaman Bom Total dan Misi Rahasia Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ancaman militer yang sangat keras dalam wawancara bersama Fox News. Ia menegaskan akan membom seluruh wilayah kedaulatan Iran secara habis-habisan jika mereka menolak kesepakatan damai secepatnya. Meskipun begitu, Trump mengeklaim bahwa armada kapal tanker pelindung militer AS tetap sukses melintasi Selat Hormuz secara senyap.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan penjelasan senada mengenai taktik negosiasi keras tersebut kepada media. Ia menilai serangan udara malam hari ini sangat krusial untuk memperkuat posisi tawar diplomatik Amerika Serikat di meja hijau. “Jika kami harus bernegosiasi menggunakan bom, maka kami akan bernegosiasi menggunakan bom,” tegas Hegseth secara lugas.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Meluas, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Masih Tergenang Pagi Ini

Diplomasi Alot dan Dampak Kerusakan Regional

Di tengah berkecamuknya pertempuran tersebut, delegasi mediator dari Qatar telah mendarat di kota Tehran untuk mencari solusi damai. Namun, proses komunikasi diplomatik ini berjalan sangat alot karena Iran menuntut syarat pencairan aset keuangan yang membeku. Selain itu, pertempuran paralel antara militer Israel dan kelompok milisi Hezbollah di Lebanon juga kian memanaskan situasi regional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei, mengecam keras serangan udara AS yang merusak fasilitas sipil di pedesaan. Ia menilai pengeboman tangki air bersih pedesaan merupakan kejahatan perang nyata yang melanggar hak asasi manusia global. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah kekuatan bom atau jalur diplomasi tertutup yang akan mengakhiri perang energi ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB