JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Timur Tengah kini memasuki fase pertempuran yang sangat kritis.
Eskalasi Militer di Selat Hormuz
Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan udara tersebut. Militer AS menargetkan sistem pertahanan udara dan pelabuhan Iran.
Langkah tegas ini merespons serangan terhadap tiga kapal dagang. Trump mengklaim kesepakatan gencatan senjata sementara telah usai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan tidak ingin lagi bernegosiasi dengan Teheran. Sikap keras Trump ini memicu ketegangan militer yang semakin luas.
Balasan Iran ke Kuwait dan Bahrain
Iran meluncurkan serangan balasan ke Kuwait dan Bahrain. Kedua negara tersebut menampung pangkalan militer Amerika Serikat.
Kementerian Pertahanan Kuwait sukses menghalau rudal dan drone musuh. Qatar juga sempat meningkatkan status ancaman keamanan nasional mereka.
Negosiator ulung Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengirim pesan keras. Qalibaf berjanji akan membalas setiap gempuran militer Amerika Serikat.
Kerusakan Infrastruktur di Kota Pelabuhan
Gempuran AS menghantam kota pelabuhan utama Bandar Abbas. Fasilitas pangkalan laut Garda Revolusi mengalami kerusakan parah.
Ledakan keras juga mengguncang kota pesisir Konarak dan Chabahar. Serangan udara merusak menara pengawas lalu lintas maritim Chabahar.
Kantor berita Mehr melaporkan pemadaman listrik di wilayah tersebut. Petugas medis mengevakuasi satu petugas pemadam kebakaran di Iranshahr.
Gempuran AS juga merusak jembatan kereta api dekat Aqqala. Kerusakan ini mengganggu jalur logistik penting di utara Iran.
Lonjakan Harga Minyak Dunia
Konflik bersenjata ini langsung mendorong kenaikan harga minyak global. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 1% hari ini.
Nilai minyak mentah kini menyentuh 78,80 dolar AS per barel. Namun harga tersebut masih berada di bawah rekor April lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei melayangkan protes. Baghaei menilai AS melanggar memorandum kesepakatan damai kedua negara.
Parlemen Iran kini mempertimbangkan opsi keluar dari Traktat NPT. Mereka juga mengancam akan memblokir jalur pelayaran Bab-el-Mandeb.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












