JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong diversifikasi pasar ekspor, kemitraan strategis, dan kolaborasi internasional untuk memperkuat ketahanan perdagangan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Pesan itu disampaikan Roro saat menjadi pembicara utama dalam 10th Jakarta Geopolitical Forum 2026 di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Roro menegaskan Indonesia terus memperluas pasar ekspor dan investasi agar tidak bergantung pada satu negara atau kawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan daya saing nasional agar mampu menghadapi perubahan ekonomi dunia tanpa meninggalkan prinsip perdagangan yang terbuka dan saling menguntungkan.
“Indonesia memperkuat ketahanan perdagangan melalui diversifikasi pasar ekspor dan mitra investasi. Pada saat yang sama, kami memperluas kolaborasi strategis dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Roro.
Kurangi Ketergantungan pada Satu Pasar
Menurut Roro, dunia kini menghadapi persaingan geopolitik yang semakin ketat, perang tarif, serta perubahan rantai pasok global.
Karena itu, Indonesia menerapkan strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar, teknologi, maupun rantai pasok.
Di sisi lain, Indonesia tetap menjaga komitmennya sebagai mitra perdagangan dan investasi yang terbuka, tepercaya, dan berorientasi pada kerja sama jangka panjang.
Dorong Reformasi Sistem Perdagangan Dunia
Selanjutnya, Roro menilai sistem perdagangan global perlu diperkuat melalui reformasi lembaga ekonomi internasional agar lebih relevan dengan perkembangan ekonomi dunia.
Indonesia juga terus aktif memperjuangkan perdagangan yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan melalui berbagai forum internasional.
Pemerintah memperkuat diplomasi ekonomi melalui ASEAN, WTO, G20, APEC, BRICS, hingga OECD untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi.
Kolaborasi Pentaheliks Jadi Kunci
Selain diplomasi internasional, Roro mengajak pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media memperkuat sinergi melalui pendekatan pentaheliks.
Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi perdagangan sekaligus menyatukan arah kebijakan ekonomi nasional.
“Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, koordinasi dan kolaborasi menjadi aset strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia,” tegasnya.
Lemhannas: Daya Saing Produk Harus Terus Ditingkatkan
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas Mayjen TNI (Mar) Ipung Purwadi mengatakan Jakarta Geopolitical Forum 2026 membahas tantangan multilateralisme, dinamika politik global, perlambatan ekonomi, dan disrupsi teknologi.
Ia menekankan Indonesia harus terus meningkatkan kualitas produk agar mampu mempertahankan pasar ekspor sekaligus memperluas pangsa pasar internasional.
Forum tersebut juga dihadiri Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily serta menghadirkan sejumlah pakar ekonomi, perdagangan, energi, dan investasi sebagai narasumber. **
Editor : Hadwan












