Polisi Sikat Komplotan Pungli di PT Nikomas, Pedagang dan Sopir Jadi Korban

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, empat Pelaku Pungli di Kawasan PT Nikomas Raup Jutaan Rupiah per Hari. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, empat Pelaku Pungli di Kawasan PT Nikomas Raup Jutaan Rupiah per Hari. (Posnews/Ist)

SERANG, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten membongkar praktik pungutan liar (pungli) berkedok biaya kebersihan dan pengelolaan pasar di kawasan industri PT Nikomas Gemilang, Kabupaten Serang.

Polisi menangkap empat pelaku yang diduga memalak pedagang dan sopir angkutan umum selama setahun.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan mengungkapkan keempat tersangka berinisial UD (52), SS (38), DS (38), dan MT (51).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka menjalankan aksi pungli sejak Juli 2025 di Pasar Jalur C dan Jembatan Jalan Raya Serang–Tambak.

Menurut Dian, tersangka SS memungut Rp5.000 dari setiap pedagang setiap pagi dan sore hingga meraup sekitar Rp1 juta per hari.

Baca Juga :  Wisata Malam Ragunan: DPRD DKI Tekankan Infrastruktur dan Tiket Murah

Sementara itu, tersangka UD meminta Rp2.000 dari setiap sopir angkot dengan keuntungan sekitar Rp320 ribu per hari.

Uang hasil pungli kemudian disetorkan kepada MT yang berperan sebagai koordinator.

Tak berhenti di situ, tersangka DS beraksi sendiri di Jembatan Serang–Tambak. Ia memalak setiap sopir angkot sebesar Rp15.000 dan mengantongi sekitar Rp350 ribu per hari.

Polisi menyebut motif para pelaku murni ekonomi. Mereka memanfaatkan tingginya aktivitas di kawasan industri untuk memungut uang secara melawan hukum.

Baca Juga :  Pemprov DKI Gelontorkan Rp253,6 Miliar untuk Sekolah Swasta Gratis 2026, Ini Rinciannya

Dari tangan para tersangka, penyidik menyita uang tunai hasil pungli, tas pinggang, dan sebilah pisau.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea menegaskan kawasan industri merupakan objek vital yang harus bebas dari aksi premanisme.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pungli atau pemalakan serupa.

“Polda Banten menjamin setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional,” tegas Maruli. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film
481 Siswa Dramaga Diduga Keracunan MBG, Pemkab Bogor Ambil Langkah Ini
Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi
Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom
Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib
Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan
Detik-Detik Romli Melawan Buaya yang Menerkam Kakinya Saat Mencari Ikan
Remaja 16 Tahun Tewas Dibacok Sepulang Nonton Persib, Pelaku Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Mengaku Terinspirasi Film

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Vila di Bali Diduga Jadi Markas Pinjaman Daring, 17 WNA Diamankan Imigrasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Kopassus Klarifikasi Kematian Letda Jihad, Insiden di Gudang Senjata Diusut Denpom

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Baru 2 Hari Kenal di Facebook, Ibu di Jember Dianiaya, Motor dan Emas Raib

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Korban Sempat Berteriak Stop, Sudah! Pria di Batam Tewas 25 Luka Tusukan

Berita Terbaru