Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Guncangan politik dan ekologis di Prancis. Parlemen resmi melegalkan kembali dua jenis pestisida berbahaya, memicu pengunduran diri Menteri Lingkungan Hidup Monique Barbut. Dok: Istimewa.

Guncangan politik dan ekologis di Prancis. Parlemen resmi melegalkan kembali dua jenis pestisida berbahaya, memicu pengunduran diri Menteri Lingkungan Hidup Monique Barbut. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Dunia politik dan lingkungan Prancis menghadapi krisis besar minggu ini.

Menteri Lingkungan Hidup Nyatakan Mundur

Menteri Lingkungan Hidup Monique Barbut mengambil keputusan ekstrem hari ini. Barbut mengumumkan rencana pengunduran dirinya dari jajaran kabinet.

Ia bersiap menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Emmanuel Macron. “Saya tidak memiliki pilihan lain selain mengundurkan diri,” tegas Barbut kepada para pembantunya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah politisi senior ini merespons keputusan parlemen yang meloloskan undang-undang pestisida. Kebijakan baru tersebut bertolak belakang dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup miliknya.

Kemenangan Kubu Petani dan Keputusan Parlemen

Majelis Nasional menyetujui rancangan undang-undang tersebut pada Selasa pagi. Selanjutnya, Senat memperkuat dukungan melalui pemungutan suara pada Selasa malam.

Baca Juga :  Rahasia Sukses Ekonomi Global: Mengapa Komunikasi Bahasa Adalah Fondasi Bisnis Modern

Sebanyak 214 senator mendukung pengesahan aturan pestisida baru tersebut. Sementara itu, 111 senator melayangkan suara penolakan keras.

Senator Laurent Duplomb menyambut gembira hasil pemungutan suara tersebut. Duplomb memuji kerja keras seluruh anggota dewan dalam memperjuangkan nasib petani.

Kubu pendukung menilai para petani bit gula dan apel sangat membutuhkan obat hama. Pemerintah melarang penggunaan acetamiprid dan flupyradifurone sejak beberapa tahun lalu.

Namun Uni Eropa tetap mengizinkan penggunaan kedua senyawa tersebut. Alhasil, para petani Prancis kalah bersaing dari pesaing regional mereka.

Ancaman Ekologis dan Protes Kelompok Lingkungan

Sebaliknya, kelompok aktivis lingkungan menyuarakan kemarahan besar atas keputusan tersebut. Lembaga Greenpeace menuduh pemerintah mengabaikan bukti ilmiah dan kesehatan publik.

Ketua Serikat Peternak Lebah Prancis Henri Clement melabeli aturan baru ini sebagai bencana total. Berbagai hasil riset membuktikan bahaya nyata dari kedua jenis bahan kimia tersebut.

Baca Juga :  Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Senyawa acetamiprid merusak daya ingat serta kemampuan mencari makan pada lebah madu. Selain itu, penelitian terbaru membuktikan bahwa flupyradifurone membunuh populasi lebah secara cepat.

Perlawanan Kubu Kiri dan Pengawasan Ketat

Kubu politisi sayap kiri menolak keras pengesahan aturan pestisida baru ini. Mereka bersiap menguji kelayakan undang-undang tersebut ke Dewan Konstitusi.

Sebelumnya, Dewan Konstitusi pernah membatalkan aturan serupa pada tahun lalu. Saat itu, lebih dari dua juta warga menandatangani petisi penolakan massal.

Sementara itu, Menteri Pertanian Annie Genevard membela kebijakan pemerintah tersebut. Genevard menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan keselamatan warga dan lingkungan.

Otoritas kesehatan hanya mengizinkan penggunaan pestisida pada area dan waktu terbatas. Pemerintah menerapkan syarat ketat berupa kondisi darurat ketiadaan alternatif obat hama lain.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil
Alberta Memilih Tetap Bersatu Dengan Kanada Dalam Referendum
Truk Menerobos Lapangan Di Kansas Menewaskan 2 Orang
Jet F-16 Rumania Tembak Jatuh Dua Drone Rusia
Paus Leo XIV Menyapa Ribuan Umat Di Lapangan Santo Petrus
Zelenskyy Mengadakan Pembicaraan Dengan Utusan Khusus AS
Trump Memberikan Dukungan Resmi Kepada Benjamin Netanyahu
Serangan Koalisi Arab Saudi Dan Houthi Semakin Memanas

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Alberta Memilih Tetap Bersatu Dengan Kanada Dalam Referendum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Truk Menerobos Lapangan Di Kansas Menewaskan 2 Orang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Jet F-16 Rumania Tembak Jatuh Dua Drone Rusia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:52 WIB

Paus Leo XIV Menyapa Ribuan Umat Di Lapangan Santo Petrus

Berita Terbaru

Anggota parlemen Australia Helen Haines kritis usai ditabrak mobil secara sengaja di Wangaratta. Pelaku berhasil ditangkap warga dan polisi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Parlemen Australia Helen Haines Kehilangan Kaki Mobil

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:53 WIB

Warga Alberta memilih tetap bersatu dengan Kanada dalam referendum perpisahan. Simak hasil perhitungan suara dan tanggapan PM Mark Carney. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Alberta Memilih Tetap Bersatu Dengan Kanada Dalam Referendum

Rabu, 21 Okt 2026 - 10:48 WIB

Truk pikap menerobos lapangan sepak bola di Wichita Kansas hingga menewaskan dua orang. Kepolisian melepaskan pengemudi tanpa dakwaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Truk Menerobos Lapangan Di Kansas Menewaskan 2 Orang

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:17 WIB