PARIS, POSNEWS.CO.ID – Dunia politik dan lingkungan Prancis menghadapi krisis besar minggu ini.
Menteri Lingkungan Hidup Nyatakan Mundur
Menteri Lingkungan Hidup Monique Barbut mengambil keputusan ekstrem hari ini. Barbut mengumumkan rencana pengunduran dirinya dari jajaran kabinet.
Ia bersiap menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Emmanuel Macron. “Saya tidak memiliki pilihan lain selain mengundurkan diri,” tegas Barbut kepada para pembantunya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah politisi senior ini merespons keputusan parlemen yang meloloskan undang-undang pestisida. Kebijakan baru tersebut bertolak belakang dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup miliknya.
Kemenangan Kubu Petani dan Keputusan Parlemen
Majelis Nasional menyetujui rancangan undang-undang tersebut pada Selasa pagi. Selanjutnya, Senat memperkuat dukungan melalui pemungutan suara pada Selasa malam.
Sebanyak 214 senator mendukung pengesahan aturan pestisida baru tersebut. Sementara itu, 111 senator melayangkan suara penolakan keras.
Senator Laurent Duplomb menyambut gembira hasil pemungutan suara tersebut. Duplomb memuji kerja keras seluruh anggota dewan dalam memperjuangkan nasib petani.
Kubu pendukung menilai para petani bit gula dan apel sangat membutuhkan obat hama. Pemerintah melarang penggunaan acetamiprid dan flupyradifurone sejak beberapa tahun lalu.
Namun Uni Eropa tetap mengizinkan penggunaan kedua senyawa tersebut. Alhasil, para petani Prancis kalah bersaing dari pesaing regional mereka.
Ancaman Ekologis dan Protes Kelompok Lingkungan
Sebaliknya, kelompok aktivis lingkungan menyuarakan kemarahan besar atas keputusan tersebut. Lembaga Greenpeace menuduh pemerintah mengabaikan bukti ilmiah dan kesehatan publik.
Ketua Serikat Peternak Lebah Prancis Henri Clement melabeli aturan baru ini sebagai bencana total. Berbagai hasil riset membuktikan bahaya nyata dari kedua jenis bahan kimia tersebut.
Senyawa acetamiprid merusak daya ingat serta kemampuan mencari makan pada lebah madu. Selain itu, penelitian terbaru membuktikan bahwa flupyradifurone membunuh populasi lebah secara cepat.
Perlawanan Kubu Kiri dan Pengawasan Ketat
Kubu politisi sayap kiri menolak keras pengesahan aturan pestisida baru ini. Mereka bersiap menguji kelayakan undang-undang tersebut ke Dewan Konstitusi.
Sebelumnya, Dewan Konstitusi pernah membatalkan aturan serupa pada tahun lalu. Saat itu, lebih dari dua juta warga menandatangani petisi penolakan massal.
Sementara itu, Menteri Pertanian Annie Genevard membela kebijakan pemerintah tersebut. Genevard menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan keselamatan warga dan lingkungan.
Otoritas kesehatan hanya mengizinkan penggunaan pestisida pada area dan waktu terbatas. Pemerintah menerapkan syarat ketat berupa kondisi darurat ketiadaan alternatif obat hama lain.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













