Kekeringan Sungai Donau Singkap Bangkai Kapal Perang Nazi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyusutan air Sungai Donau akibat kekeringan menyingkap bangkai kapal perang Nazi Perang Dunia II di Serbia. Dok: Istimewa.

Penyusutan air Sungai Donau akibat kekeringan menyingkap bangkai kapal perang Nazi Perang Dunia II di Serbia. Dok: Istimewa.

Kemunculan Armada Perang Dunia II Dan Potensi Bahaya

PRAHOVO, POSNEWS.CO.ID – Kekeringan hebat menurunkan debit air Sungai Donau secara ekstrem. Fenomena alam ini menyingkap puluhan bangkai kapal perang Nazi Jerman. Pihak militer Nazi menenggelamkan armada Laut Hitam tersebut pada September 1944. Langkah tersebut bertujuan memperlambat pergerakan pasukan Uni Soviet. Namun, kapal-kapal karat ini masih membawa amunisi dan bahan peledak aktif. Akibatnya, keberadaan bangkai kapal mengancam keselamatan jalur pelayaran internasional. Selanjutnya, pemerintah Serbia berupaya mengamankan area sungai bersama Uni Eropa.

Baca Juga :  Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Sementara itu, warga lokal menyaksikan tiang bendera dan lambung kapal yang melapuk. Bangkai kapal ini menghalangi alur pelayaran utama di dekat pelabuhan Prahovo. Selain itu, penyusutan air memaksa kapal-kapal kargo besar menghentikan operasional. Akibatnya, aktivitas perdagangan sungai di 10 negara Eropa mengalami kendala berat.

Dampak Krisis Air Dan Ancaman Pasokan Energi

Sementara masalah pelayaran memburuk, gelombang panas ekstrem terus menekan kawasan Eropa. Suhu tinggi memicu kekeringan parah di sepanjang aliran Sungai Donau. Akibatnya, pembangkit listrik kehilangan pasokan air pendingin utama secara mendadak. Oleh karena itu, beberapa pemerintah negara Eropa Tengah memberlakukan penghematan listrik. Kemudian, para ahli lingkungan mengaitkan fenomena ini dengan perubahan iklim global.

Selain itu, proses pembersihan kapal membutuhkan biaya besar dan risiko tinggi. Pemerintah Yugoslavia dahulu telah mengangkat beberapa kapal dari dasar sungai. Namun, pemerintah Serbia menyisakan sebagian besar kapal karena bahaya ledakan. Warga Prahovo, Krsta Brandic, menegaskan bahwa kapal besar tidak bisa melintas. Akibatnya, krisis kekeringan ini melumpuhkan sektor transportasi air dan energi sekaligus.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terbaru

Pengembang merilis keyboard split open-source Tiwaz dengan dua joystick dan soket hot-swap. Simak spesifikasi teknis dan panduan rakitnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Luncurkan Tiwaz Keyboard Split Open Source

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:25 WIB

PM Italia Giorgia Meloni mengusulkan batasan kuota siswa asing dan larangan burqa di sekolah. Simak rincian aturan baru dan agenda pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 Sep 2026 - 09:18 WIB