Pemerintah Tegaskan Video Demo Besar di Indonesia Hoaks, Penyebar Diburu

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan keterangan pers terkait video demo besar yang dipastikan hoaks. (Posnews/Menko Polkam)

Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan keterangan pers terkait video demo besar yang dipastikan hoaks. (Posnews/Menko Polkam)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Pemerintah memastikan video yang diklaim memperlihatkan unjuk rasa besar-besaran di Indonesia dan ramai beredar di media sosial adalah hoaks.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan video tersebut bukan peristiwa yang terjadi saat ini.

Menurut Djamari, rekaman yang beredar merupakan dokumentasi aksi demonstrasi pada masa lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

โ€œVideo itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada unjuk rasa besar seperti yang beredar saat ini. Kemungkinan itu adalah rekaman lama,โ€ kata Djamari saat konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Mantan Menag Gus Yaqut Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Pemerintah Telusuri Penyebar Hoaks

Djamari mengatakan pemerintah bersama TNI dan Polri sedang menelusuri akun yang pertama kali menyebarkan video tersebut.

Jika ditemukan unsur pidana, aparat akan mengambil tindakan hukum secara tegas.

โ€œKami akan telusuri siapa pemilik akun tersebut. Jika memenuhi unsur tindak pidana, kami akan bertindak tegas,โ€ tegasnya.

Kritik Tetap Dijamin

Meski demikian, Djamari menegaskan pemerintah tidak melarang aksi unjuk rasa sebagai bagian dari hak warga negara untuk menyampaikan pendapat.

Baca Juga :  Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen

Ia justru menilai kritik yang disampaikan secara tertib dapat menjadi masukan bagi pemerintah.

Menurutnya, demonstrasi diperbolehkan selama berlangsung damai, tidak merusak fasilitas umum, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat.

Tidak Ada Toleransi untuk Aksi Anarkis

Di sisi lain, pemerintah menegaskan tidak akan memberi ruang bagi tindakan anarkis, termasuk perusakan maupun pembakaran fasilitas publik.

โ€œYang tidak bisa ditoleransi adalah tindakan anarkis, perusakan, dan pembakaran. Terhadap tindakan seperti itu, pemerintah akan bertindak tegas,โ€ ujar Djamari.

Pemerintah berharap masyarakat lebih bijak menyaring informasi, memeriksa sumber video atau berita sebelum membagikannya, serta ikut menjaga situasi yang aman dan kondusif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Duduk di Kursi Saksi, Polisi Siaga Amankan Sidang Roy Suryo
Dudung Buka Suara soal Tiga Petinggi Polri Tersangka Penyadapan
Dana Otsus hingga Bendera Aceh, Ini yang Dibahas Mualem dengan Prabowo
Nusron Wahid Diperiksa 5 Jam, KPK Bongkar Dugaan Setoran Jabatan
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Memanas, Yusril Ungkap Indikasi Makar
Mengapa 20.980 Personel TNI AL Disiapkan ke Jakarta? Ini Penjelasan Mabes TNI
Pigai Kecam Dugaan Penyadapan Presiden, Desak Kasus Listyo Sigit Diusut Tuntas
Mohammad Iqbal: DPD RI Awards Jadi Panggung Tokoh Inspiratif dari Pelosok Negeri

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 07:31 WIB

Jokowi Duduk di Kursi Saksi, Polisi Siaga Amankan Sidang Roy Suryo

Kamis, 5 November 2026 - 06:29 WIB

Dudung Buka Suara soal Tiga Petinggi Polri Tersangka Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 05:56 WIB

Dana Otsus hingga Bendera Aceh, Ini yang Dibahas Mualem dengan Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 20:03 WIB

Nusron Wahid Diperiksa 5 Jam, KPK Bongkar Dugaan Setoran Jabatan

Rabu, 4 November 2026 - 18:01 WIB

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Memanas, Yusril Ungkap Indikasi Makar

Berita Terbaru

Audio-Technica merilis perangkat dengar nirkabel ATH-M50xSTS-WL dengan mikrofon profesional. Temukan detail fitur pengurangan kebisingan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Audio-Technica Rilis Perangkat Nirkabel ATH-M50xSTS-WL

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:33 WIB

Razer merilis koleksi periferal bermain bertema Evangelion tipe pertama. Koleksi eksklusif Asia Pasifik ini meliputi tetikus, papan tik. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Rilis Koleksi Periferal Bertema Evangelion Tipe Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 07:26 WIB

Nagoshi Studio resmi bubar setelah NetEase Games menghentikan pendanaan mereka. Nasib proyek permainan GANG OF DRAGON kini tidak pasti tanpa investor baru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nagoshi Studio Resmi Bubar Usai NetEase Hentikan Pendanaan

Kamis, 5 Nov 2026 - 06:21 WIB