Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu Menteri Perdagangan Mesir di Jaipur, India. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu Menteri Perdagangan Mesir di Jaipur, India. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Indonesia dan Mesir sepakat mempercepat kerja sama ekonomi melalui perjanjian dagang bilateral.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertemu Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir Mohamed Farid Saleh di Jaipur, India, Jumat (7/8/2026), untuk mendorong negosiasi Preferential Trade Agreement (PTA) dan Free Trade Agreement (FTA).

Pertemuan di sela BRICS Trade Ministers’ Meeting 2026 itu bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, dan memperkuat kemitraan kedua negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendorong perundingan PTA dan FTA segera dimulai serta Pertemuan ke-2 Joint Trade Committee (JTC) terlaksana pada 2026,” kata Budi Santoso.

Baca Juga :  Kemendag Perkuat Ekspor Industri Padat Karya Lewat Perjanjian Dagang

Indonesia Dorong Negosiasi Lebih Cepat

Indonesia mengusulkan JTC kedua dan menawarkan diskusi daring agar pembahasan teknis berjalan lebih cepat.

Sebelumnya, Indonesia dan Mesir menyepakati penjajakan perjanjian dagang pada JTC pertama 2024.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Abdel Fattah El-Sisi kemudian memperkuat komitmen itu melalui Pernyataan Bersama Kemitraan Strategis Indonesia-Mesir pada 12 April 2025.

Indonesia juga telah menyerahkan Terms of Reference (TOR), usulan peluncuran perundingan, dan draf Joint Ministerial Statement kepada Mesir.

Mohamed Farid Saleh menyatakan Mesir siap memulai perundingan PTA dan FTA secara paralel dengan melibatkan sektor swasta.

Mesir juga mengusulkan joint venture di industri pakaian jadi dan peningkatan perdagangan pertanian melalui pertemuan virtual.

Baca Juga :  Satpol PP Jakut Gencarkan Edukasi Karakter Anak Lewat Program Dharma Wanita Mengajar

Perdagangan Capai USD 1,74 Miliar

Sepanjang Januari–Juni 2026, nilai perdagangan Indonesia-Mesir mencapai USD 1,74 miliar, terdiri dari ekspor Indonesia USD 1,09 miliar dan impor USD 647,7 juta.

Pada 2025, total perdagangan tercatat USD 2,38 miliar atau tumbuh 6,16 persen dalam lima tahun terakhir. Indonesia juga mencatat surplus USD 1,50 miliar terhadap Mesir.

Ekspor utama Indonesia ke Mesir meliputi minyak nabati, kopi, teh, rempah-rempah, mesin listrik, bahan kimia anorganik, dan aluminium.

Sementara itu, Indonesia mengimpor pupuk, garam, belerang, buah-buahan, sayuran, dan bijih logam dari Mesir.

Percepatan negosiasi PTA dan FTA diharapkan membuka pasar baru, meningkatkan investasi, dan memperkuat posisi Indonesia dan Mesir sebagai mitra ekonomi strategis. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia
Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Nilainya Rp232 Juta
Camilan Asal Tangerang Tembus Arab Saudi, Ekspor Perdana Bernilai Rp288 Juta
IFW 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia Mendunia
Mendag Budi Santoso Ungkap Kunci Masa Depan Kakao Indonesia
Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru
Indonesia dan Chile Perluas Akses Pasar, Forum Bisnis Jadi Sorotan
Produk Kosmetik Indonesia Laris di Filipina, Potensi Transaksi Tembus Rp26,35 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:10 WIB

Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Wamendag Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak Bali ke Tiongkok, Nilainya Rp232 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Camilan Asal Tangerang Tembus Arab Saudi, Ekspor Perdana Bernilai Rp288 Juta

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:13 WIB

IFW 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia Mendunia

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB