NTT, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki hari kedua dengan dampak yang terus diperbarui.
BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia, 135 orang terluka, serta 241 rumah mengalami kerusakan berdasarkan data Minggu (16/8/2026).
Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. BMKG memperbarui magnitudonya menjadi M7,7 dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dan kedalaman 15 kilometer.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami, yang kemudian diakhiri BMKG.
Korban Tersebar di Sejumlah Kabupaten
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan korban meninggal tersebar di enam wilayah.
Rinciannya, Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 1 orang, dan Nagekeo 1 orang.
Sementara itu, 135 warga mengalami luka dan menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
BNPB menegaskan data korban dan kerusakan masih bersifat dinamis. Petugas terus melakukan pendataan serta verifikasi di lapangan agar bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat.
Ratusan Rumah Rusak
Dampak gempa juga menghantam permukiman warga. BNPB mencatat 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.
Selain menyelamatkan korban, petugas kini memprioritaskan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas publik.
Data tersebut menjadi dasar penting untuk mempercepat penanganan pada tahap berikutnya, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan dan rekonstruksi.
Tanggap Darurat Mulai Bergerak
BNPB menyebut Kabupaten Manggarai telah memasuki fase tanggap darurat selama 90 hari.
Sementara itu, Manggarai Timur masih memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Pemerintah Provinsi NTT juga tengah menetapkan status kedaruratan.
Pada fase ini, tim gabungan memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Pendataan kerugian juga terus dikebut. Langkah tersebut penting agar pemerintah dapat mempercepat transisi menuju pemulihan dan rekonstruksi.
Pemerintah Turun Langsung ke Flores
Penanganan gempa juga mendapat pengawasan langsung pemerintah pusat. Menko PMK bersama Kepala BNPB berada di Manggarai.
Mendagri dan Kepala Basarnas berada di Manggarai Timur, Menteri PU di Ende, Wamensos di Ngada dan Nagekeo, serta Wamenkes di Maumere.
Kehadiran para pejabat tersebut bertujuan memastikan kebutuhan masyarakat teridentifikasi langsung dan bantuan, termasuk logistik pangan maupun nonpangan, segera bergerak ke wilayah yang membutuhkan.
Di sisi lain, aktivitas gempa susulan masih terjadi. BMKG mencatat sejumlah gempa susulan di kawasan Flores pada Minggu, termasuk gempa M5,5 dan M5,1 di sekitar utara Ruteng-Manggarai.
Di tengah duka yang mendalam, kecepatan penyelamatan, akurasi data, dan solidaritas menjadi kunci.
Pemerintah dan masyarakat perlu terus bekerja bersama agar bantuan menjangkau korban dan proses pemulihan NTT berlangsung secepat mungkin. **
Editor : Hadwan














