Warga Halmahera Utara Serahkan 16 Senpi Ilegal dan 138 Amunisi ke Polisi

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Maluku Utara Irjen Arif Budiman menunjukkan 16 senpi ilegal dan 138 amunisi hasil penyerahan sukarela warga Halmahera Utara. (Posnews/Ist)

Kapolda Maluku Utara Irjen Arif Budiman menunjukkan 16 senpi ilegal dan 138 amunisi hasil penyerahan sukarela warga Halmahera Utara. (Posnews/Ist)

TERNATE, POSNEWS.CO.ID – Warga Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, secara sukarela menyerahkan 16 pucuk senjata api (senpi) ilegal kepada Kepolisian.

Langkah ini menjadi upaya nyata masyarakat bersama aparat untuk mencegah konflik dan menjaga keamanan daerah.

Kapolda Maluku Utara Irjen Arif Budiman menerima penyerahan senpi tersebut dan memaparkan barang bukti dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (17/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyerahan dilakukan lima warga pada Rabu (12/8/2026).

Selain 16 senpi, polisi mengamankan empat magasin dan 138 butir amunisi berbagai kaliber. Dari jumlah tersebut, 11 senpi merupakan laras panjang dan lima lainnya laras pendek.

Senjata tersebut berasal dari sejumlah desa di Halmahera Utara, yakni Igobula dan Seki di Kecamatan Galela Selatan, Gorua dan Gorua Pesisir di Kecamatan Tobelo Utara, serta Gura di Kecamatan Tobelo.

Baca Juga :  Pemprov DKI Beri Ujian Susulan untuk Siswa Terdampak Kebakaran Pasar Jiung

Senpi Peninggalan Konflik Diserahkan Warga

Berdasarkan pendalaman awal, sebagian besar senpi dan amunisi merupakan peninggalan konflik sosial pada 1999–2000 yang selama ini masih disimpan masyarakat.

Polisi juga menemukan empat senpi organik yang disebut berasal dari Filipina.

Menurut keterangan yang diterima polisi, empat senpi tersebut sebelumnya disimpan dengan rencana untuk dijual kepada kelompok kriminal bersenjata di Papua pada 2024.

Polda Maluku Utara kini mengamankan seluruh barang bukti untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolda Maluku Utara menilai keberadaan senpi ilegal di tengah masyarakat bukan persoalan sepele.

Jika jatuh ke tangan yang salah, senjata tersebut dapat meningkatkan risiko tindak pidana dan memicu konflik baru.

“Menyerahkan senjata kepada negara adalah wujud keberanian, kesadaran hukum, dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Arif.

Kapolda Ajak Warga Berani Serahkan Senpi

Arif mengapresiasi keberanian warga yang memilih menyerahkan senjata secara sukarela.

Baca Juga :  Manggarai Barat NTT Memanas, Bentrok Dua Kelompok Berujung Pembakaran Kendaraan

Menurutnya, keamanan tidak dibangun dengan kepemilikan senjata, tetapi melalui kepercayaan, komunikasi, persatuan, dan kepatuhan terhadap hukum.

Karena itu, ia mengajak masyarakat yang masih menyimpan senpi ilegal atau mengetahui keberadaannya agar segera melapor kepada kepolisian.

“Tidak perlu takut untuk melapor dan menyerahkan senjata tersebut. Yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah senjata tersebut jatuh ke tangan yang salah,” tegasnya.

Langkah warga Halmahera Utara tersebut diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat lain yang masih menyimpan senjata peninggalan konflik.

Polda Maluku Utara juga memastikan pendekatan persuasif, pencegahan, dan penegakan hukum terus dilakukan untuk menekan peredaran senpi ilegal.

Pada akhirnya, penyerahan 16 senpi itu bukan sekadar pengamanan barang berbahaya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberanian menyerahkan senjata dapat menjadi jalan untuk menjaga perdamaian, melindungi masyarakat, dan memperkuat persatuan di Maluku Utara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur
Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas
Wanita di Gresik Diduga Bacok Kekasih hingga Tewas, Motif Cemburu Didalami
Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan
Ban Mobil Kempes di Tol Jogja-Solo, Pasutri Jakarta Tewas Ditabrak Truk
Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Sulteng, 2 Petani Kakao
Kejutan Ultah Berujung Maut, Suami Tusuk Pria di Kos Istri hingga Tewas
Tak Terima Diputus, Pria di Palembang Siram Mantan Pacar Pakai Air Keras

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wanita di Gresik Diduga Bacok Kekasih hingga Tewas, Motif Cemburu Didalami

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Ban Mobil Kempes di Tol Jogja-Solo, Pasutri Jakarta Tewas Ditabrak Truk

Berita Terbaru