JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polemik dugaan salah pemasangan metal bulan kruk as pada Daihatsu Terios milik Ady Supriatna (41), warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, belum berakhir.
Persoalan tersebut kini memasuki babak baru setelah pihak Armada Auto Tara (AAT) Daihatsu Sawah Besar menyatakan siap membuka komunikasi dengan pemilik kendaraan.
Ady mengaku kecewa karena kerusakan mesin membuat mobilnya harus menjalani overhaul atau turun mesin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi itu, menurut dia, tidak hanya menimbulkan biaya perbaikan, tetapi juga mengganggu usaha rental mobil yang menjadi sumber pendapatannya.
Di tengah polemik tersebut, Kepala Cabang AAT Daihatsu Sawah Besar, Hendrik Sahlan, akhirnya memberikan tanggapan.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Ady dan saya sudah ajak bertemu di kantor untuk tindak lanjutnya. Mohon maaf Pak, izin supaya satu pintu, lewat Pak Ady saja,” ujar Hendrik saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).
Pelanggan Kecewa Pertemuan Belum Terwujud
Ady menyambut komunikasi tersebut. Ia mengaku bersedia bertemu dengan Hendrik untuk mencari jalan keluar.
Namun, rencana pertemuan belum terealisasi. Ady mengatakan lokasi pertemuan yang semula diusulkan di kawasan Tanjung Priok kemudian berubah.
Kondisi itu kembali membuatnya kecewa.
“Mediasi dengan kepala bengkel sebelumnya belum menghasilkan penyelesaian yang memuaskan. Karena itu, saya berharap kepala cabang turun langsung untuk mencari solusi,” kata Ady, Sabtu (22/8/2026).
Ady menilai dirinya membutuhkan penyelesaian yang konkret. Sebab, selama mobil tidak beroperasi, bisnis rentalnya ikut terdampak.
“Orderan rental hilang karena mobil turun mesin. Saya juga tetap harus membayar cicilan kendaraan kepada leasing,” keluhnya.
Dugaan Salah Pasang Metal Berujung Kerusakan Mesin
Persoalan ini bermula ketika Daihatsu Terios milik Ady mengalami suara berisik pada bagian mesin.
Ady kemudian membawa kendaraan tersebut ke Bersahabat Motor Auto Service di Depok, Jawa Barat. Bengkel tersebut merupakan rekanan Buser Rentcar Nasional (BRN).
Saat mekanik membongkar mesin, Ady mengaku mendapat informasi mengenai dugaan pemasangan metal bulan kruk as yang terbalik atau tidak sesuai.
Temuan tersebut kemudian membuat Ady mempertanyakan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan di AAT Daihatsu Sawah Besar.
Menurut Ady, kendaraan tersebut sebelumnya pernah menjalani pekerjaan turun mesin di bengkel resmi AAT Daihatsu Sawah Besar. Ia mengaku memilih bengkel lain karena proses penanganan sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
“Saya membawa mobil ke bengkel rekanan agar penyebab kerusakan bisa segera diketahui. Mobil ini untuk usaha, sementara cicilan leasing tetap berjalan,” ujarnya.
Pihak AAT Sudah Periksa Kondisi Mesin
Persoalan itu kemudian berkembang. Pada 20 Agustus 2026, pihak AAT Daihatsu Sawah Besar mendatangi Bersahabat Motor Auto Service di Depok untuk melihat langsung kondisi mesin.
Kepala Bengkel AAT Daihatsu Sawah Besar, Irma Hanafi, bersama kepala montir Mulyadi melakukan pemeriksaan terhadap komponen mesin yang dipersoalkan.
Ady menyebut pemeriksaan tersebut berlangsung dengan pembahasan teknis antara mekanik kedua pihak. Ia berharap pemeriksaan itu menjadi pintu masuk bagi investigasi yang lebih menyeluruh.
Namun, hingga kini, belum ada kesimpulan independen yang menyatakan pihak tertentu terbukti melakukan kesalahan.
Dugaan salah pemasangan tersebut masih menjadi bagian dari sengketa yang perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis dan bukti pekerjaan kendaraan.
Ady Minta Investigasi dan Pertanggungjawaban
Ady meminta AAT Daihatsu tidak berhenti pada komunikasi. Ia menginginkan pemeriksaan menyeluruh terhadap riwayat pengerjaan kendaraan, komponen yang digunakan, serta standar kerja mekanik.
“Saya meminta pertanggungjawaban dan kendaraan saya bisa kembali normal. Saya juga mendesak kantor pusat melakukan evaluasi dan investigasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Ia juga menilai perusahaan perlu memberikan perlindungan kepada konsumen ketika muncul persoalan layanan.
Menurut Ady, statusnya sebagai pelanggan yang telah mengambil enam unit kendaraan melalui AAT membuat dirinya berharap mendapat penyelesaian yang lebih baik.
“Sebagai konsumen, saya berharap dirangkul dan dilayani dengan baik, bukan dipingpong,” ujarnya.
AAT Janji Selesaikan Persoalan
Sementara itu, Kepala Cabang AAT Daihatsu Sawah Besar Hendrik Sahlan menyatakan pihaknya ingin menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi langsung.
“Nanti kita akan selesaikan secara baik dengan Pak Ady,” kata Hendrik melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, Kepala Montir AAT Daihatsu Sawah Besar Mulyadi belum memberikan keterangan terkait polemik tersebut ketika dikonfirmasi.
Konsumen Berhak Mendapat Penjelasan yang Jelas
Kasus ini menjadi pengingat bahwa layanan bengkel tidak berhenti setelah kendaraan diserahkan kepada konsumen.
Ketepatan pengerjaan, pemeriksaan komponen, transparansi diagnosis, serta mekanisme penanganan keluhan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
Karena itu, penyelesaian secara terbuka dan berbasis pemeriksaan teknis akan menjadi langkah penting untuk menghindari kesimpulan sepihak.
Bagi konsumen, dokumentasi servis, nota pekerjaan, riwayat kendaraan, serta hasil pemeriksaan teknis dapat menjadi bukti penting ketika terjadi perselisihan.
Polemik Terios ini bukan sekadar soal mesin yang rusak. Kasus tersebut juga menyentuh persoalan kepercayaan konsumen terhadap layanan bengkel resmi.
Karena itu, penyelesaian yang transparan menjadi kunci agar masalah tidak semakin panjang. **
Editor : Hadwan














