Prabowo Lawan Karhutla dengan 1.000 Perwira dan Ubi Bombing

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan. (Posnews/Biro Setpres)

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan. (Posnews/Biro Setpres)

PALEMBANG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Pemerintah pusat menyiapkan sekitar 1.000 perwira TNI dan Polri untuk memperkuat edukasi serta pencegahan karhutla di daerah.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi menghadapi ancaman kebakaran yang masih membayangi sejumlah wilayah Sumatera.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya urusan daerah, tetapi tanggung jawab bersama.

Prabowo menyampaikan instruksi tersebut saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Sumatera Selatan, Palembang, Senin (24/8/2026).

1.000 Perwira Didorong Turun ke Lapangan

Prabowo meminta personel dari pusat ikut bergerak bersama aparat dan pemerintah daerah. Mereka akan membantu memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

Menurut Prabowo, keterlibatan personel pusat penting agar penanganan karhutla dilakukan secara terpadu.

Sebab, ketika hutan terbakar, dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Presiden juga meminta setiap titik panas segera diperiksa. Respons cepat menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Baca Juga :  Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama

Pemerintah, kata Prabowo, harus tetap waspada menghadapi kondisi kemarau dan potensi pengaruh El Nino. Karena itu, pencegahan harus berjalan bersamaan dengan operasi pemadaman.

Prabowo Soroti Lahan Gambut

Selain memperkuat personel, Prabowo mendorong solusi jangka panjang untuk kawasan gambut.

Ia meminta pemerintah memperbanyak sumur bor dan sekat kanal agar ketersediaan air di lahan gambut tetap terjaga. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Presiden bahkan meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut mengkaji pemanfaatan embung dan kanal untuk kegiatan produktif, termasuk kemungkinan budi daya ikan.

Dengan begitu, infrastruktur pencegahan karhutla tidak hanya berfungsi saat bencana datang, tetapi juga dapat membantu meningkatkan produktivitas masyarakat.

Muncul Ide Ubi Bombing

Rapat penanganan karhutla kali ini juga memunculkan terobosan yang cukup unik.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan adanya bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong.

Material tersebut disebut berpotensi mencegah penyebaran api sekaligus membantu memadamkan api, terutama pada tahap awal.

Inovasi itu berasal dari anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Namun, kapasitas produksinya masih terbatas sehingga diperlukan penelitian dan pengujian lebih besar.

Prabowo merespons positif gagasan tersebut. Ia meminta produksi bahan berbasis singkong ditingkatkan dan efektivitasnya diuji dalam skala lebih besar.

Baca Juga :  Tes Urine di Surabaya Ungkap 15 Siswa SMP-SMA Positif Narkoba, BNN Jatim Turun Tangan

Presiden bahkan melontarkan istilah “ubi bombing” sebagai analogi penggunaan bahan tersebut melalui udara seperti operasi water bombing.

Bukan Sekadar Ide, Harus Diuji

Meski terdengar sederhana, penggunaan tepung singkong sebagai bahan pemadam belum dapat dianggap sebagai solusi siap pakai.

Pemerintah masih harus membuktikan efektivitas, keamanan, daya jangkau, hingga kemampuan material tersebut ketika digunakan di lapangan.

Karena itu, Prabowo meminta BRIN dan BNPB mengkaji berbagai alternatif bahan pemadam. Pemerintah juga diminta mencari material yang lebih efektif dan praktis untuk dibawa oleh petugas pemadam.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kombinasi antara personel, teknologi, pencegahan, riset, dan penegakan hukum.

1.900 Hektare Harus Segera Ditangani

Di tengah upaya mencari terobosan, Prabowo tetap menekankan penanganan kebakaran yang sudah terjadi.

Presiden meminta sekitar 1.900 hektare lahan yang disebut masih terbakar di Sumatera Selatan segera dipadamkan.

Ia meminta jajaran di lapangan melaporkan setiap kendala agar bantuan tambahan dapat segera diberikan.

Data terbaru ANTARA juga mencatat Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Sumatera.

Dari 2.894 titik panas yang tercatat di 10 provinsi Sumatera, sebanyak 1.410 titik berada di Sumsel. Luas lahan terbakar di seluruh Sumatera sepanjang 2026 mencapai 36.047,64 hektare. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam
Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta
Sedang Tiduran, Pemilik Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali oleh OTK
Terungkap dari Pengakuan ke Kepala Desa, Lansia 83 Tahun Tewas di Kebun Brebes
17 Siswa SD di Medan Sakit Usai Santap MBG, Dugaan Susu Kedaluwarsa Jadi Sorotan
Hilang 13 Hari, AJN Ditemukan Tewas di Kebun Warga Tapsel, Polisi Dalami Penyebabnya
Pulang Sekolah Berujung Tragedi, 3 Siswi SMP Tewas Tabrak Truk Mogok
Kebakaran Lapas Merauke Usai Razia HP, Sejumlah Warga Binaan Diduga Kabur

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Pagi Buta Berujung Berdarah, Dua Pria di Sukabumi Kritis akibat Duel Sajam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Cemburu Berujung Petaka, Pria di Konawe Bakar Rumah Sendiri Rugi Rp250 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Terungkap dari Pengakuan ke Kepala Desa, Lansia 83 Tahun Tewas di Kebun Brebes

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:03 WIB

17 Siswa SD di Medan Sakit Usai Santap MBG, Dugaan Susu Kedaluwarsa Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Hilang 13 Hari, AJN Ditemukan Tewas di Kebun Warga Tapsel, Polisi Dalami Penyebabnya

Berita Terbaru

Serangan lima bom luncur Rusia di Zaporizhzhia menewaskan 20 warga sipil pasca Donald Trump mencabut sanksi ekspor diesel Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:00 WIB

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:30 WIB