Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo mengungkap perkembangan kasus pembunuhan Bripka Fredy Lukas Awes. (Posnews/Ist)

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo mengungkap perkembangan kasus pembunuhan Bripka Fredy Lukas Awes. (Posnews/Ist)

YAHUKIMO, POSNEWS.CO.ID – Kasus pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes, personel Satgas Operasi Damai Cartenz, terus bergulir.

Polisi kini membongkar satu per satu jejak orang yang diduga terlibat dalam kematian anggota kepolisian tersebut.

Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo sebelumnya menetapkan lima orang sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses penangkapan dan pengembangan kasus, dua tersangka tewas setelah disebut melawan dan berusaha melarikan diri dari pengawalan petugas.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan saksi, hasil penyelidikan lapangan, serta alat bukti.

Lima Orang Masuk Daftar Tersangka

Penyidik menetapkan RM, AU, MP, WG, dan RAU alias AU sebagai tersangka dalam perkara pembunuhan Bripka Fredy.

Penetapan dilakukan melalui gelar perkara pada 18 Agustus 2026. Polisi kemudian bergerak cepat untuk mencari keberadaan mereka.

Baca Juga :  Oknum TNI Melepaskan Tembakan di Bank Gowa, Diduga Terjerat Utang Judi Online

Sehari berselang, tim menangkap RM (18) bersama ayahnya, DM (56). Keduanya dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan RM, penyidik mendapatkan petunjuk baru mengenai keberadaan tersangka lain. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan operasi penangkapan.

Polisi Sergap Dua Tersangka di Dekai

Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.16 WIT, tim gabungan bergerak menuju sebuah rumah kos di kawasan Jalan Gunung, Kota Dekai.

Di lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan AU dan MP. Keduanya kemudian diperiksa untuk mengungkap lebih jauh jaringan dan peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Namun, saat proses pengembangan berlangsung, situasi mendadak berubah.

AU dan MP disebut dibawa untuk menunjukkan lokasi yang berkaitan dengan keberadaan tersangka lain.

Dalam perjalanan, keduanya melakukan perlawanan dan mencoba kabur dengan melompat dari kendaraan menuju arah hutan.

Polisi menyatakan telah memberikan peringatan. Akan tetapi, keduanya tetap berusaha melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan kepolisian yang dinyatakan tegas dan terukur.

AU dan MP kemudian terkena tembakan dan meninggal dunia.

Baca Juga :  Polri Gelar Kegiatan Edukatif untuk Anak-Anak Kampung Yunad, Papua

Jenazah keduanya dibawa ke RSUD Dekai untuk pemeriksaan sebelum diserahkan kepada keluarga.

Pengungkapan Belum Berakhir

Meski dua tersangka telah meninggal dunia, penyidikan kasus pembunuhan Bripka Fredy masih berlanjut. Polisi masih memburu tersangka lain yang telah ditetapkan.

Pengembangan perkara menjadi penting agar seluruh rangkaian kejadian dapat terungkap secara terang.

Polisi juga perlu memastikan setiap orang yang terlibat diproses berdasarkan fakta, keterangan saksi, dan alat bukti yang sah.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku.

Kebenaran harus dibuktikan melalui proses hukum yang transparan, sementara keselamatan masyarakat dan aparat tetap menjadi prioritas.

Di tengah situasi keamanan Yahukimo yang masih membutuhkan kewaspadaan, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Informasi terkait perkara sebaiknya disampaikan melalui jalur resmi agar tidak memicu persoalan baru.

Polisi masih bekerja untuk mengurai seluruh mata rantai kasus dan memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB