Jelang Demo DPR, Polisi Amankan Sejumlah Orang untuk Pemeriksaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menyiapkan pengamanan menjelang aksi demo 27 Agustus 2026 di Gedung DPR Jakarta. (Posnews/Humas PMJ)

Polisi menyiapkan pengamanan menjelang aksi demo 27 Agustus 2026 di Gedung DPR Jakarta. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Situasi menjelang aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 mulai memanas.

Aparat kepolisian telah memeriksa sejumlah orang dan beberapa di antaranya disebut sempat diamankan untuk pemeriksaan sementara.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengungkapkan informasi tersebut setelah mengikuti kegiatan jalan santai bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kapolda menyampaikan saya dari sejak tadi malam itu dilakukan dan ada beberapa orang yang sudah kita periksa dan kita tahan untuk sementara,” kata Djamari.

Namun, pemerintah belum membeberkan jumlah maupun identitas orang yang diperiksa. Informasi lebih lengkap akan disampaikan Polda Metro Jaya melalui konferensi pers.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Hadir di KPK, Siap Bongkar Semua Informasi Kasus Pengadaan Iklan BJB

Polisi Siapkan Pengamanan di Tengah Rencana Aksi

Sementara itu, Polda Metro Jaya terus menyiapkan pengamanan untuk aksi yang dipusatkan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Berdasarkan pemberitahuan yang telah diterima polisi, jumlah massa sementara diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.

Angka tersebut masih dapat berubah karena kepolisian masih menunggu pemberitahuan dari kelompok lain.

Polisi juga mengingatkan peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap memperhatikan aktivitas masyarakat yang tidak mengikuti demonstrasi.

AMPB Pastikan Tetap Turun ke Jalan

Di tengah pengamanan tersebut, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan aksi tetap berlangsung di depan Gedung DPR pada Kamis (27/8).

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menyebut massa membawa dua tuntutan utama, yakni mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan meminta penerapan hukuman mati bagi koruptor.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras

AMPB juga menegaskan aksi mereka tidak bertujuan membuat kerusuhan.

Sebagian massa AMPB bahkan telah berada di Jakarta sejak sebelumnya. Kamis pagi, Botok dilaporkan tiba di kawasan Gedung DPR dan disambut massa yang telah berkumpul.

Aspirasi Boleh Keras, Kerusuhan Jangan

Rencana aksi ini menjadi ujian bagi dua sisi sekaligus. Massa berhak menyampaikan aspirasi, sedangkan aparat memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Karena itu, aksi damai harus benar-benar dijaga sejak awal hingga massa membubarkan diri.

Provokasi, kekerasan, perusakan fasilitas umum, atau tindakan yang membahayakan warga hanya akan mengaburkan tuntutan yang hendak disampaikan.

Pesan terpentingnya sederhana: suara rakyat boleh lantang, tetapi keselamatan dan ketertiban tetap harus menjadi batas. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air
KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB
Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG
63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi
Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri
Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti
Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:55 WIB

63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB