Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rusia memperingatkan bisa menyerang target militer Inggris di dalam maupun luar Ukraina buntut serangan Ukraina menggunakan rudal Storm Shadow buatan Inggris. Dok: Istimewa.

Rusia memperingatkan bisa menyerang target militer Inggris di dalam maupun luar Ukraina buntut serangan Ukraina menggunakan rudal Storm Shadow buatan Inggris. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, MOSKOW — Rusia memperingatkan pada Kamis bahwa pihaknya bisa menyerang target militer Inggris di dalam maupun luar Ukraina. Ancaman ini muncul sebagai respons atas serangan Ukraina ke wilayah Rusia menggunakan rudal jelajah berjarak jauh buatan Inggris.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyampaikan peringatan ini dalam konferensi pers di Moskow. Rusia sebenarnya pernah menyampaikan peringatan serupa sebelumnya, namun kali ini dengan nada retorika yang jauh lebih tegas dan mendesak.

Zakharova Sebut London Selangkah dari Keterlibatan Hukum

Zakharova menyebut London hanya selangkah lagi dari keterlibatan hukum di mata Moskow atas apa yang ia sebut sebagai terorisme terhadap warga sipil Rusia. Ia memperingatkan konsekuensi bencana yang tak terhindarkan jika Inggris tidak mengubah sikapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Istilah terorisme yang ia maksud merujuk pada penggunaan rudal Storm Shadow/SCALP buatan Prancis-Inggris oleh Ukraina. Rudal ini menyerang target di dalam wilayah Rusia maupun wilayah di Ukraina timur yang Rusia klaim sebagai bagian negaranya.

Zakharova menegaskan Rusia berulang kali memperingatkan bahwa instalasi dan peralatan militer Inggris di Ukraina maupun di luar perbatasannya bisa menjadi sasaran. Ancaman ini muncul sebagai respons atas serangan Ukraina ke wilayah Rusia yang menggunakan senjata buatan Inggris.

Baca Juga :  Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Ia mengusulkan agar para pemimpin Inggris kembali menganalisis situasi secara cermat. Zakharova mendesak Inggris segera meninggalkan sikap agresif yang menurutnya hanya akan meningkatkan risiko eskalasi konflik ke level yang sama sekali baru.

Inggris Tegaskan Komitmen Dukung Ukraina

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan London tetap berdiri berdampingan dengan Ukraina. Inggris berkomitmen menyediakan peralatan yang Kyiv butuhkan untuk mempertahankan diri dari invasi ilegal Presiden Vladimir Putin.

Juru bicara tersebut menyampaikan kepada Reuters bahwa Rusia seharusnya tidak meragukan tekad pemerintah Inggris untuk melawan agresi Rusia. Tekad ini berlaku baik di Ukraina maupun terhadap Inggris dan sekutu-sekutunya.

Kemarahan Rusia atas Transfer Teknologi Rudal

Analis Barat menilai kekuatan peringatan Moskow ini mencerminkan kemarahan Rusia atas keputusan Inggris. Inggris mengumumkan keputusan tersebut pada Senin untuk mengizinkan Kyiv mengakses teknologi rahasia demi memulai produksi rudal jelajah Storm Shadow sendiri.

Rudal tersebut mampu melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia. Kremlin menyatakan pada Senin bahwa Inggris secara sistematis menambah bahan bakar ke dalam api setelah pengumuman tersebut.

Zakharova Juga Sindir Prancis

Prancis sebelumnya sudah memberikan persetujuan untuk melisensikan teknologi bagi rudal Eropa tersebut. Zakharova pada Kamis tampaknya turut mengancam Paris.

Ia menyatakan Prancis dan Inggris sama-sama bermain dengan api karena memasok teknologi rudal sensitif kepada Ukraina. Menurutnya, langkah ini bisa membawa konsekuensi yang tidak terduga.

Baca Juga :  Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Zakharova juga menyasar Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. Ia menilai Burnham tampak menganggap dirinya memiliki mandat untuk eskalasi dan telah memilih jalur paling berbahaya terkait Ukraina.

Tuduhan Serangan ke Pusat Perbelanjaan di Donetsk

Zakharova menyampaikan peringatan ini sehari setelah Rusia menuduh Ukraina menembakkan rudal Storm Shadow buatan Inggris ke sebuah pusat perbelanjaan di Kota Donetsk. Kota tersebut berada di wilayah timur Ukraina yang Rusia kuasai.

Rusia menyebut serangan itu melukai warga sipil, termasuk anak-anak. Belum ada komentar langsung dari Ukraina, dan Reuters belum bisa memverifikasi secara independen detail serangan tersebut.

Korban Sipil Terus Bertambah di Kedua Sisi

Kedua belah pihak sama-sama membantah sengaja menargetkan warga sipil. Ribuan warga sipil telah tewas sejak Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina pada 2022.

Data PBB menunjukkan jumlah warga sipil Ukraina yang tewas jauh lebih banyak dibanding warga sipil Rusia. Meski begitu, Kyiv meningkatkan kampanye serangan ke target di dalam wilayah Rusia tahun ini.

Conflict Intelligence Team, kelompok independen yang memantau perang ini, memperkirakan total 327 warga sipil tewas di dalam wilayah Rusia selama tujuh bulan pertama tahun ini. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak perang ini pecah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang
AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang
Polisi Afrika Selatan Tangkap Dua Warga Thailand
Drone Ukraina Hanguskan Gudang Wildberries di Rusia
Direktur CIA Bertemu Intelijen Rusia di Moskow, Tak Temui Putin
Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:00 WIB

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB