WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Senat Amerika Serikat meloloskan resolusi wewenang perang untuk membatasi aksi militer menggempur Iran. Langkah ini menandai babak baru pembangkangan parlemen terhadap kebijakan luar negeri Gedung Putih.
Pembangkangan Bipartisan Pertama di Senat
Senat meloloskan resolusi ini dengan hasil pemungutan suara tipis. Hasil akhir mencatat lima puluh suara mendukung melawan empat puluh delapan suara menolak.
Langkah ini menjadi sejarah baru karena faksi Republik turut menentang kebijakan militer Trump. Empat senator faksi Republik membelot dan memilih mendukung resolusi pembatasan perang itu. Mereka adalah Lisa Murkowski, Susan Collins, Rand Paul, dan Bill Cassidy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu senator faksi Demokrat justru menentang resolusi pembatasan itu. Senator John Fetterman dari Pennsylvania menolak keras rancangan itu.
Protes Keras Atas Dana Rekonstruksi Iran
Anggota dewan mencemaskan draf perjanjian damai sementara hasil kesepakatan Trump dengan Iran. Mereka menolak keras rencana pembentukan dana pembangunan kembali untuk Iran sebesar tiga ratus miliar dolar.
Senator faksi Republik Ted Cruz melontarkan kritik sangat tajam dalam siaran podcast pribadinya. Cruz menilai penasihat kepresidenan memberikan masukan yang sangat buruk kepada Donald Trump.
Nilai bantuan pembangunan itu jauh melampaui bantuan era Presiden Barack Obama dahulu. Obama hanya memberikan dana kompensasi sebesar satu koma tujuh miliar dolar pada tahun dua ribu lima belas.
Pentagon Buru Anggaran Tambahan Perang
Langkah Senat ini berjalan saat kementerian pertahanan memburu anggaran militer tambahan yang sangat besar. Menteri Pertahanan Pete Hegseth meminta Kongres menyetujui dana tambahan sebesar delapan puluh miliar dolar.
Militer membutuhkan dana raksasa itu untuk mengisi kembali stok amunisi dan persenjataan nasional. Para pakar memperkirakan total biaya perang melawan Iran telah menembus angka seratus miliar dolar.
Anggaran perang ini memicu kemarahan publik di tengah lonjakan harga bensin di Amerika Serikat. Pemerintah juga mengajukan total anggaran pertahanan sebesar satu koma lima triliun dolar tahun ini.
Simbol Keberatan Lintas Parlemen
Pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer menyebut perang ini sebagai blunder kebijakan luar negeri paling buruk. Schumer menilai rakyat Amerika harus membayar mahal dampak buruk dari kesalahan besar Donald Trump.
DPR AS sebelumnya telah meloloskan resolusi serupa pada awal bulan ini. Meskipun tidak memerlukan tanda tangan presiden, resolusi ini menjadi simbol teguran keras bagi eksekutif.
Senator Demokrat Tim Kaine memimpin upaya penertiban wewenang komando militer presiden itu. Kaine menilai jeda pertempuran saat ini menjadi momen tepat bagi Kongres untuk mengevaluasi perang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












