Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang akibat longsor gletser di perbatasan Nepal-China menewaskan 359 orang, dengan ribuan lainnya masih hilang dan ancaman banjir susulan.

Banjir bandang akibat longsor gletser di perbatasan Nepal-China menewaskan 359 orang, dengan ribuan lainnya masih hilang dan ancaman banjir susulan.

POSNEWS.CO.ID, KATHMANDU — Tim penyelamat menyisir lembah dan perbukitan Himalaya pada Kamis. Banjir bandang yang melanda kawasan tersebut menewaskan sedikitnya 359 orang, sementara hampir 1.000 orang lainnya masih hilang.

Ancaman Banjir Susulan dari Dua Danau

Kedua negara menyatakan longsoran gletser pada Rabu pagi memicu aliran deras batu, es, lumpur, dan puing. Aliran tersebut melalui sistem sungai pegunungan Himalaya, lalu menyapu desa-desa dan infrastruktur penting di jalur penghubung Kathmandu dengan Lhasa, Tibet.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal memperingatkan danau yang terbentuk akibat sumbatan Sungai Bhotekoshi terus meninggi. Danau tersebut kini berisiko jebol kapan saja. Sementara itu, China melaporkan sekitar 3 juta meter kubik air diperkirakan mengalir ke danau yang sudah tersumbat dalam tiga hari mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media pemerintah China mengutip kementerian sumber daya air soal risiko jebolnya danau tersebut. Risiko ini tergolong tinggi, dengan puncak aliran diperkirakan sekitar 1 September.

Kehancuran di Perlintasan Perbatasan Gyirong

Tim penyelamat China belum menjangkau area terparah di sisi perbatasan China hingga Kamis sore. Area tersebut adalah perlintasan Gyirong, salah satu titik terdampak paling parah.

Baca Juga :  Xi Jinping dan Keir Starmer Bertemu di Beijing: Akhiri 8 Tahun Kebekuan

Rekaman dramatis menunjukkan seluruh bangunan di kompleks perlintasan tersebut hancur akibat longsoran lumpur. Gerbang perbatasan turut menjadi salah satu bangunan yang rata dengan tanah.

China melaporkan 558 orang hilang di Kabupaten Gyirong, termasuk 260 warga negara asing. Sementara itu, jumlah korban tewas di sisi China tetap tercatat tiga orang.

Perdana Menteri China Li Qiang tiba di lokasi bencana pada Kamis sore. Kunjungan ini menandakan Beijing memperlakukan bencana tersebut sebagai prioritas nasional tertinggi.

Pencarian Korban di Nepal

Palang Merah Nepal melaporkan seluruh desa hancur akibat bencana ini. Selain itu, jalan dan jembatan yang rusak mengisolasi komunitas setempat dari bantuan.

Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudhan Gurung, menegaskan fokus utama tetap mencari korban selamat. Korban hilang di Nepal sendiri berasal dari lebih 24 negara berbeda.

Rincian korban mencakup 288 dari India, 63 dari AS, dan 51 dari Malaysia. Selain itu, tercatat pula 34 korban dari Australia, 33 dari Inggris, dan 25 dari Kanada.

Administrator Distrik Chitwan, Ganesh Aryal, melaporkan pihaknya menemukan 103 jenazah dari sistem sungai di distrik tersebut.

Baca Juga :  China Gercep Kirim Utusan ke Perbatasan, ASEAN Masih Terjebak Diplomasi Lambat?

Peran Perubahan Iklim dalam Bencana

Ahli geologi pemerintah China, Guo Zhaocheng, menjelaskan detail teknis longsoran ini. Aliran puing akibat longsoran es tersebut bergerak sekitar 50 meter per detik sejauh lebih dari 20 kilometer.

Badan Survei Geologi AS mengonfirmasi getaran awal yang tercatat sebagai gempa 4,4 magnitudo. Getaran tersebut sebenarnya berasal dari energi seismik akibat longsoran batu dan es.

Ilmuwan menegaskan perubahan iklim kemungkinan turut berperan, meski bukan pemicu tunggal bencana ini. Simon Cox, ilmuwan kepala program Mountains to Sea di Earth Sciences New Zealand, menjelaskan perubahan iklim menciptakan kondisi yang dapat mendestabilkan batuan dan es di pegunungan tinggi.

Peziarah Hindu Jadi Korban Terbanyak

Banyak korban minggu ini merupakan peziarah menuju Kailash Mansarovar. Situs ini merupakan lokasi suci di Tibet yang umat Hindu dan Buddha hormati.

Sagar Pandey, eksekutif operator wisata Himalaya, menceritakan kondisi lokasi setelah terbang mengelilingi area tersebut dengan helikopter. Ia menyebut tidak ada lagi bangunan maupun permukiman yang tersisa, semuanya rata dengan tanah.

Sementara itu, kerabat korban di seluruh dunia kini putus asa mencari informasi keberadaan orang-orang tercinta mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang
AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal
Polisi Afrika Selatan Tangkap Dua Warga Thailand
Drone Ukraina Hanguskan Gudang Wildberries di Rusia
Direktur CIA Bertemu Intelijen Rusia di Moskow, Tak Temui Putin
Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:00 WIB

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB