Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi "Lake America", seiring eskalasi perang dagang dengan Kanada. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump menyatakan pada Kamis akan mengganti nama Danau Ontario menjadi “Lake America” di Amerika Serikat. Langkah ini muncul seiring eskalasi perang dagangnya dengan Kanada.

Perintah Eksekutif dan Batasannya

Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan Departemen Dalam Negeri mengubah nama danau tersebut. Perubahan ini berlaku dalam layanan penamaan geografis AS.

Namun, Trump tidak dapat memaksa Kanada mengikuti konvensi penamaan pilihannya. Ia telah melontarkan gagasan ini beberapa hari terakhir, bersamaan dengan pemberlakuan tarif 50 persen atas barang Kanada senilai $20 miliar akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Trump terus menyindir tetangga utara AS sejak kembali menjabat tahun lalu. Ia bahkan menyarankan Kanada seharusnya diserap menjadi negara bagian ke-51.

Kanada merespons tarif Trump pekan ini dengan memberlakukan tarif balasan senilai $20 miliar. Tarif ini mencakup baja, produk susu, peralatan rumah tangga, dan alat pertanian.

Baca Juga :  PM Takaichi Bentuk Kelompok Riset Baru di Internal LDP

Detail Penandatanganan di Ruang Oval

Trump menandatangani perintah tersebut sambil duduk di Meja Resolute, Ruang Oval. Sebuah papan besar di belakangnya menampilkan peta Great Lakes dengan tulisan merah besar “Lake America” di atas Danau Ontario.

Di sisi lain, papan kedua bertuliskan “MAKING THE GREAT LAKES EVEN GREATER”. Trump menegaskan dirinya telah memberi tahu semua pihak yang perlu diberi tahu terkait keputusan ini.

Ia menyebut langkah ini resmi berlaku efektif segera. Namun, perintah eksekutif yang ia tandatangani sebenarnya menyebut perubahan baru berlaku dalam 30 hari ke depan.

Reaksi Pejabat Kanada

Kantor Perdana Menteri Kanada Mark Carney belum merespons permintaan komentar. Sementara itu, Perdana Menteri Nova Scotia, Tim Houston, langsung mengejek langkah tersebut lewat media sosial.

Houston menulis bahwa situasi ini sudah masuk kekonyolan nyata, menegaskan nama danau tersebut tetap Ontario. Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, yang sebelumnya bertukar sindiran dengan Trump, menyebut rencana penggantian nama ini hanya retorika belaka.

Tidak ada badan internasional tunggal yang menentukan nama badan air internasional. Trump sendiri memiliki keleluasaan luas mengenai bagaimana pemerintah AS mengakui tempat dan bentang alam geografis.

Baca Juga :  Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara Besar-besaran AS-Israel

Asal-Usul Nama dan Pernyataan Trump

Nama Ontario berasal dari kata suku asli Huron, “oniatarí:io”, yang berarti danau air bersinar. Provinsi Ontario sendiri, yang berdiri pada 1867, mengambil namanya dari danau tersebut.

Trump menegaskan tindakannya tidak dimaksudkan menyampaikan pesan geopolitik tertentu. Namun, ia menuduh Kanada telah lama merugikan AS dalam isu dagang dan militer.

Ia menyebut Kanada ingin diperlakukan seperti negara bagian, padahal bukan negara bagian AS. Trump menambahkan pihaknya menyayangi rakyat Kanada, meski meragukan kinerja para wakil mereka.

Langkah Serupa di Masa Lalu

Langkah ini mengingatkan pada keputusan Trump mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Gulf of America” tahun lalu. Trump menandatangani perintah tersebut menggunakan pena Sharpie, lalu mengangkatnya untuk kamera.

Ia bahkan mengisyaratkan upayanya mengganti nama badan air belum selesai. Trump menyebut kini tinggal membutuhkan sebuah samudra, sambil menyinggung kemungkinan mengganti nama Atlantik atau Pasifik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang
AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran
Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang
Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal
Polisi Afrika Selatan Tangkap Dua Warga Thailand
Drone Ukraina Hanguskan Gudang Wildberries di Rusia
Direktur CIA Bertemu Intelijen Rusia di Moskow, Tak Temui Putin
Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:00 WIB

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB