Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara Besar-besaran AS-Israel

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi di titik didih. Serangan udara terhadap Teheran memasuki hari keenam, sementara Senat AS gagal membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah penenggelaman kapal perang Iran oleh kapal selam Amerika. Dok: Istimewa.

Konfrontasi di titik didih. Serangan udara terhadap Teheran memasuki hari keenam, sementara Senat AS gagal membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah penenggelaman kapal perang Iran oleh kapal selam Amerika. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Dunia menyaksikan jatuhnya pilar kekuasaan Republik Islam Iran pada hari Minggu. Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia akibat serangan udara masif yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Kematian ini tidak terjadi sendirian. Selain itu, otoritas mengonfirmasi tewasnya tokoh-tokoh kunci militer, termasuk Komandan Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani. Laporan tersebut juga menyebutkan empat kerabat dekat Khamenei, termasuk putri, cucu, dan menantunya, ikut menjadi korban dalam operasi militer tersebut. Oleh karena itu, pemerintah Iran segera mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Operasi Militer: Strategi “Dekapitasi” Rezim

Amerika Serikat dan Israel melabeli aksi pada Sabtu malam tersebut sebagai “operasi tempur utama”. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa tujuan utama aksi militer gabungan ini adalah untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, intelijen Israel telah membangun jaringan luas di dalam wilayah Iran selama bertahun-tahun. Pakar militer Wei Dongxu menilai Israel memegang peran utama dalam melacak posisi komandan senior. Selanjutnya, Washington memberikan dukungan teknis dan logistik untuk melakukan serangan dekapitasi yang presisi. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa langkah ini mendesak guna menghancurkan industri rudal jarak jauh Iran yang mengancam daratan Amerika dan mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Balasan Kilat Teheran dan Penutupan Selat Hormuz

Iran tidak tinggal diam menghadapi penghancuran pusat kepemimpinannya. Garda Revolusi Iran segera meluncurkan gelombang serangan balasan yang menyasar aset-aset AS dan Israel di seluruh kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Michelle Park Steel Dinominasikan Sebagai Duta Besar AS

Beberapa rincian serangan balasan Iran antara lain:

  • Penutupan Selat Hormuz: IRGC secara resmi melarang semua kapal melintasi jalur distribusi minyak vital tersebut.
  • Serangan Drone di UEA: Empat drone menghantam kapal pengangkut amunisi AS di Pelabuhan Jebel Ali hingga meledak.
  • Hujan Misil di Kuwait: Pangkalan angkatan laut AS di Kuwait hantam oleh empat rudal balistik dan 12 drone, yang memicu korban jiwa besar di pihak personel Amerika.
  • Target Arab Saudi dan Irak: Rudal presisi Iran menyasar Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi serta pangkalan Harir di Irak yang menampung pasukan khusus AS.

Alhasil, ledakan dilaporkan terjadi secara serentak di Bahrain, Qatar, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Situasi ini menandakan bahwa skala konfrontasi saat ini telah melampaui perang 12 hari yang terjadi tahun lalu.

Transisi Kekuasaan di Tengah Kondisi Perang

Meskipun pusat kepemimpinan terguncang, Iran berupaya menjaga stabilitas politiknya. Untuk sementara, dewan yang terdiri dari Presiden Iran, kepala kehakiman, dan anggota Dewan Garda akan mengemban tugas kepemimpinan kolektif.

Namun demikian, penentuan pemimpin tertinggi berikutnya menghadapi hambatan prosedural yang berat. Pakar studi strategis Wang Jin menjelaskan bahwa Majelis Ahli (Assembly of Experts) wajib berkumpul untuk menentukan penerus. Meskipun begitu, kondisi perang membuat pertemuan tersebut sulit terlaksana. “Ada kemungkinan Khamenei telah meninggalkan wasiat pribadi yang menunjuk penerusnya, mirip dengan preseden Ayatollah Khomeini dulu,” ujar Wang. Hal ini menjadi kunci penting agar Iran tidak terjerumus ke dalam kekacauan politik internal di tengah agresi eksternal.

Baca Juga :  1.464 Personel Kawal Aksi Buruh di DPR, Kapolres Susatyo: Layani dengan Humanis

Reaksi Internasional: Seruan Gencatan Senjata

Eskalasi ini memicu alarm bahaya di seluruh dunia. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mendesak semua pihak untuk segera melakukan gencatan senjata guna menghindari konsekuensi yang tidak terkendali bagi seluruh planet.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak penghormatan terhadap kedaulatan serta integritas wilayah Iran. Utusan tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, mengaku terkejut karena serangan ini terjadi tepat saat proses negosiasi diplomatik sebenarnya masih berjalan. Di sisi lain, di dalam negeri Amerika Serikat, Senator Tim Kaine mengecam operasi tersebut sebagai tindakan yang gegabah dan berbahaya bagi keselamatan diplomat AS di luar negeri. Ia mendesak Kongres untuk segera membatasi kekuasaan perang presiden guna mencegah konflik berkepanjangan yang tidak perlu.

Pada akhirnya, masa depan Timur Tengah kini bergantung pada langkah Donald Trump selanjutnya. Trump mengeklaim memiliki berbagai jalur keluar (off-ramps) dan bisa mengakhiri krisis ini dalam waktu dua hingga tiga hari. Namun, dengan harga diri bangsa Iran yang terluka dan sumpah balas dendam IRGC, dunia kini berada di ambang ketidakpastian yang sangat mencekam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Respons Cepat Polairud Polda Metro, Lansia Sakit Dievakuasi ke Puskesmas Pulau Tidung
Panduan Mengurus STDB dan Perizinan Sawit Rakyat
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Jakarta dan Bekasi Berawan, Bogor Hujan Ringan
Mahasiswa Asal AS James Higginbotham Hilang
KAI Tawarkan Tiket Murah 30 Persen Libur Sekolah, Ini Jadwal dan Ketentuannya
Marco Rubio Kecam Sensor Ketat Tiongkok Jelang Peringatan Tragedi 1989
Tiongkok Jatuhkan Larangan Perjalanan Bagi Anggota Parlemen
Limbah Sawit Menjadi Pupuk Organik dan Energi Biomassa

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:48 WIB

Respons Cepat Polairud Polda Metro, Lansia Sakit Dievakuasi ke Puskesmas Pulau Tidung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:01 WIB

Panduan Mengurus STDB dan Perizinan Sawit Rakyat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:37 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Jakarta dan Bekasi Berawan, Bogor Hujan Ringan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:31 WIB

Mahasiswa Asal AS James Higginbotham Hilang

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:21 WIB

KAI Tawarkan Tiket Murah 30 Persen Libur Sekolah, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Berita Terbaru

Legalitas hulu kelapa sawit rakyat. Panduan teknis pengurusan STDB bagi petani swadaya guna mengamankan rantai pasok dan akses bantuan dana PSR. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Panduan Mengurus STDB dan Perizinan Sawit Rakyat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 07:01 WIB

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James

INTERNASIONAL

Mahasiswa Asal AS James Higginbotham Hilang

Sabtu, 6 Jun 2026 - 06:31 WIB