PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Perdana Menteri Qatar, sekutu AS, mengunjungi Teheran pada Kamis. Kunjungan ini bertujuan menghidupkan kembali diplomasi, saat AS dan Iran saling tuduh soal dorongan sanksi terbaru Washington.

Peran Qatar sebagai Penengah

Qatar, negara tetangga Teluk Iran, telah lama berperan sebagai negosiator jalur belakang bagi kedua pihak yang berkonflik. Negara ini turut berperan langsung mengamankan gencatan senjata Juni yang sempat menghentikan permusuhan sementara.

Kunjungan ini berlangsung saat perang mendekati bulan keenam. Pertempuran sebagian besar terhenti, namun belum ada terobosan diplomatik yang terlihat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua pihak masih berselisih soal kendali Selat Hormuz, titik strategis pasokan minyak global. Teheran telah memanfaatkan selat ini sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi.

Pembahasan Koridor Pelayaran Selat Hormuz

PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat menteri luar negeri negaranya, mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Kedua pihak membahas kerangka bertahap yang diusulkan.

Baca Juga :  Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Kerangka tersebut mencakup pembentukan koridor pelayaran bersama Iran-Oman sementara di selat tersebut. Selain itu, kedua negara akan menjalankan proyek bersama membersihkan ranjau dari jalur air tersebut.

Nota kesepahaman AS-Iran pada Juni untuk mengakhiri konflik runtuh sebagian akibat perbedaan soal selat antara Iran dan Oman. Jalur ini sebelumnya mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang dimulai 28 Februari.

Teheran menegaskan selat akan tetap tertutup kecuali AS memenuhi syarat Iran sesuai gencatan senjata sementara Juni. Syarat tersebut mencakup penghentian blokade pelabuhan, kompensasi, dan pencabutan sanksi.

Gedung Putih Tegaskan Belum Ada Negosiasi

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan Trump tetap mempertahankan semua opsi terkait Iran. Ia menyebut AS telah menjalankan Operasi Epic Fury untuk menghancurkan militer Iran.

Kini, Leavitt menegaskan AS menjalankan Operasi Economic Outcast untuk menghancurkan ekonomi Iran. Ia menambahkan tidak ada negosiasi yang berlangsung saat ini sampai Iran datang ke meja perundingan secara berarti.

Sementara serangan militer langsung terhadap Iran terhenti, Washington pekan ini justru meningkatkan tekanan ekonomi. AS mengumumkan rencana memutus Iran dari mitra dagangnya lewat sanksi tambahan.

Baca Juga :  Pintu Terbuka di Beijing: Tiongkok Ajak Perusahaan Amerika Serikat Ekspansi dan Tumbuh Bersama

Reaksi Iran terhadap Tekanan Ekonomi

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyerukan persatuan nasional menghadapi apa yang ia sebut sebagai perang ekonomi total. Ia memperingatkan perpecahan internal justru menguntungkan pihak musuh.

Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, menyebut sanksi tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi. Namun, ia menegaskan sanksi tersebut telah kehilangan efektivitasnya.

Teheran sendiri telah hidup di bawah berbagai bentuk sanksi AS sejak revolusi Islam 1979.

Klaim Kesepakatan Iran-Oman dan Insiden di Selat

Garda Revolusi Iran menyatakan pada Rabu bahwa Iran dan Oman telah sepakat soal pembagian Selat Hormuz beserta pendapatannya. Namun, sumber senior Iran kemudian menyebut kedua negara masih membahas detail kesepakatan tersebut.

Selat Hormuz terbuka bebas untuk navigasi sebelum perang. Sejak itu, Iran mempertahankan kendalinya sebagai alat tawar dan sumber pendapatan lewat komisi kapal yang AS tolak.

Meski serangan udara awal perang melemahkan kekuatan konvensional Iran, Teheran tetap mempertahankan kemampuan rudal dan drone yang memadai. Organisasi Maritim Internasional mencatat 70 insiden di Selat Hormuz sejak 28 Februari yang menewaskan 19 pelaut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang
Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal
Polisi Afrika Selatan Tangkap Dua Warga Thailand
Drone Ukraina Hanguskan Gudang Wildberries di Rusia
Direktur CIA Bertemu Intelijen Rusia di Moskow, Tak Temui Putin
Trump Klaim AS Tak Butuh Kanada, Padahal Bergantung

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:00 WIB

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:00 WIB

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Banjir Bandang Himalaya Tewaskan 359 Orang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris Buntut Serangan Rudal

Berita Terbaru

PM Qatar mengunjungi Teheran untuk menghidupkan diplomasi, di tengah eskalasi tekanan ekonomi AS terhadap Iran dan perselisihan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Qatar Kunjungi Teheran Upayakan Diplomasi di Tengah Perang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:00 WIB

AS mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot di Eropa akibat perang Iran, memicu kekhawatiran kerentanan NATO terhadap potensi serangan Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Alami Kekurangan Rudal Patriot di Eropa Akibat Perang Iran

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:00 WIB

Penyidik KPK menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Disdik Kabupaten Bogor

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WIB

Trump menandatangani perintah eksekutif mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:00 WIB

Siswa SD Lampung Utara menemukan benda diduga peluru di dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

NASIONAL

MBG Tak Cukup Bergizi, Keamanan Makanan Juga Wajib Dijaga

Sabtu, 29 Agu 2026 - 08:37 WIB