Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten

Selasa, 1 September 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Posnews/Ist)

SERANG, POSNEWS.CO.ID – Pelarian komplotan pencuri mobil pikap berakhir di Gerbang Tol Tomang, Jakarta Barat. Polisi membekuk dua pelaku setelah aksi mereka terendus penyidik.

Mereka adalah RH (25) dan DP (44). Tim Resmob Ditreskrimum Polda Banten menangkap keduanya pada Jumat (21/8/2026).

Pengungkapan tak berhenti di Jakarta. Polisi kemudian bergerak ke Pemalang, Jawa Tengah. Dua pria yang diduga sebagai penadah, AR (41) dan AT (47), ikut diciduk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, jaringan ini belum sepenuhnya putus. RG masih buron dan masuk DPO.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan mengatakan komplotan tersebut mengincar mobil pikap atau losbak yang terparkir di rumah dan halaman ruko.

14 Pikap Dicuri, 11 Kembali

Dari pemeriksaan, RH dan DP mengaku telah menggondol 14 mobil pikap di wilayah hukum Polda Banten.

Polisi bergerak cepat melacak kendaraan hasil kejahatan. Sebanyak 11 unit berhasil ditemukan dan disita sebagai barang bukti.

Kendaraan tersebut diduga dijual kepada penadah dengan harga miring, sekitar Rp7 juta hingga Rp15 juta per unit.

Baca Juga :  Viral Pelajar Bawa Sajam di PIK, Tawuran Makin Brutal dan Pengawasan Dipertanyakan

Bagi pemiliknya, pikap bukan sekadar kendaraan. Mobil itu menjadi alat mencari nafkah. Ketika hilang, aktivitas usaha ikut terancam.

Kunci Dibobol, Mobil Dibawa Kabur

Polisi mengungkap pembagian peran dalam komplotan tersebut. RH bertugas mencari target dan memantau situasi. Sementara DP menjadi eksekutor.

Pelaku menyasar mobil yang sedang diparkir. Mereka merusak bagian kunci, lalu mengutak-atik sistem kontak agar kendaraan bisa dibawa pergi.

Setelah berhasil, mobil diserahkan kepada jaringan penadah untuk dijual kembali.

Jejak CCTV Antar Polisi ke Tomang

Kasus ini bermula dari laporan kehilangan pikap di Serang.

Penyidik kemudian mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa CCTV, dan melacak kendaraan curian. Jejak tersebut akhirnya mengarah kepada RH dan DP.

Keduanya ditangkap di kawasan Gerbang Tol Tomang. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan petunjuk mengenai jaringan penadah. Pengembangan pun dilakukan hingga Pemalang.

AR kemudian diamankan. Polisi kembali bergerak dan menangkap AT pada 23 Agustus 2026. Dari pengembangan tersebut, sembilan unit losbak ditemukan dan diamankan.

Tiga Titik Pencurian Dibongkar

Polda Banten mengidentifikasi sedikitnya tiga lokasi yang berkaitan dengan aksi komplotan tersebut. Lokasinya berada di Unyur, Serang; Cigelam, Ciruas; serta Jalan Raya Anyar-Jaha, Kabupaten Serang.

Baca Juga :  Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi

Dalam salah satu kasus, korban kehilangan Suzuki Futura SR 150 Pick Up. Kendaraan yang terparkir dalam keadaan terkunci itu raib dengan kerugian sekitar Rp60 juta.

Korban lainnya kehilangan Suzuki Pick Up dengan kerugian sekitar Rp35 juta. Sementara Suzuki ST150 Pick Up yang dicuri menyebabkan kerugian sekitar Rp65 juta.

Polisi belum menutup kasus tersebut. RG masih menjadi buronan. Penyidik juga terus memburu kemungkinan adanya pelaku lain dan menelusuri kendaraan curian yang belum ditemukan.

Masyarakat yang pernah kehilangan pikap atau losbak diminta segera melapor. Kendaraan yang dilaporkan dapat dicocokkan dengan barang bukti yang telah diamankan polisi.

Jangan Anggap Remeh Keamanan Pikap

Kasus ini menjadi alarm bagi pemilik kendaraan niaga. Mobil yang terparkir di halaman rumah atau ruko tetap bisa menjadi sasaran.

Karena itu, pemilik sebaiknya memasang kunci tambahan, CCTV, penerangan yang cukup, dan memilih lokasi parkir yang aman.

Dokumen kendaraan juga harus disimpan dengan baik. Jika kendaraan hilang, segera laporkan kepada polisi.

Pengungkapan ini sedikitnya menyelamatkan 11 kendaraan dan memutus sebagian jalur distribusi mobil curian.

Tetapi pekerjaan polisi belum selesai. Satu pelaku masih kabur. Jejak jaringan pencurian pikap pun terus diburu. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV
WN Nigeria Sempat Kabur di Ubud, Ternyata Overstay 379 Hari
Misteri WN Inggris Tewas di Vila Bali, 50 Paket Serbuk Putih Disita
Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Warga Berjatuhan
Gedung Kolonial Ambruk di Bumiayu, 3 Warga Tewas Tertimbun
Update Gempa NTT 30 Agustus: 111 Tewas, 188.161 Warga Masih Mengungsi
Sound Horeg Melintas, Kanopi Ambruk dan Tewaskan Warga Jember
Curi Motor di Parkiran Masjid, Dua Pria Diciduk Warga di Bogor

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:22 WIB

Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten

Selasa, 1 September 2026 - 14:02 WIB

Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV

Selasa, 1 September 2026 - 09:33 WIB

WN Nigeria Sempat Kabur di Ubud, Ternyata Overstay 379 Hari

Selasa, 1 September 2026 - 08:21 WIB

Misteri WN Inggris Tewas di Vila Bali, 50 Paket Serbuk Putih Disita

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Warga Berjatuhan

Berita Terbaru

Petugas BNN menunjukkan barang bukti sekitar 800 kilogram ketamin hasil pengungkapan di perairan Natuna Utara. (Posnews/BNN)

NASIONAL

Laut Natuna Jadi Jalur Maut, 800 Kg Ketamin Disergap BNN

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:38 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Nepal Peringatkan Potensi Banjir Susulan

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:30 WIB