Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengungsi setelah gempa M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. (Posnews/KemenHAM)

Warga mengungsi setelah gempa M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. (Posnews/KemenHAM)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Duka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum berakhir.

Korban terus bertambah, sementara puluhan ribu warga masih bertahan di pengungsian setelah rumah dan berbagai fasilitas publik rusak diterjang guncangan.

Berdasarkan pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (20/8/2026) pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 78 orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, 953 orang mengalami luka-luka dan 95.871 orang mengungsi.

Angka tersebut menunjukkan betapa luasnya dampak gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Sebelumnya, BNPB mencatat 75 korban meninggal dan 907 orang luka pada Kamis sore. Data terbaru menunjukkan jumlah korban kembali bertambah.

Gempa Menghantam Banyak Wilayah

BNPB mencatat gempa berdampak pada tiga provinsi, sembilan kabupaten dan satu kota.

Sejumlah daerah juga menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta pemulihan infrastruktur.

Di tengah situasi tersebut, warga masih menghadapi ancaman gempa susulan.

BMKG mencatat ribuan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama, termasuk sejumlah gempa dengan kekuatan di atas M5.

Kondisi ini membuat sebagian warga memilih tetap berada di pengungsian karena khawatir kembali ke rumah yang mengalami kerusakan.

38.898 Rumah Rusak, Ribuan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan bangunan.

BNPB mencatat 38.898 rumah rusak, dengan rincian:

  • 14.735 rumah rusak berat
  • 9.178 rumah rusak sedang
  • 14.985 rumah rusak ringan

Angka tersebut memperlihatkan bahwa bencana bukan hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga memukul kehidupan ribuan keluarga.

Baca Juga :  Rumah Warga di Kauman Ponorogo Meledak, Satu Tewas dan Korban Luka Dirawat di RS

Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman berubah menjadi bangunan yang harus ditinggalkan atau diperbaiki.

Sekolah, Rumah Sakit hingga Jembatan Ikut Terdampak

Kerusakan tidak berhenti pada rumah warga. BNPB mencatat 502 fasilitas pendidikan terdampak. Selain itu, terdapat 244 fasilitas kesehatan, 220 rumah ibadah dan 294 kantor yang mengalami dampak bencana.

Gempa juga merusak 10 fasilitas irigasi, 31 fasilitas umum, satu pasar, 45 titik jalan dan 16 jembatan.

Kondisi ini berpotensi menghambat aktivitas masyarakat sekaligus memperlambat proses pemulihan di sejumlah wilayah.

Ketika sekolah rusak, fasilitas kesehatan terganggu dan akses jalan terputus, dampak gempa tidak berhenti setelah tanah kembali tenang.

Bantuan Harus Menjangkau Wilayah Terisolasi

BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat.

Prioritas diarahkan pada pencarian dan pertolongan, evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan logistik, pengelolaan pengungsian serta pemulihan infrastruktur dasar.

Pemerintah juga mengirim bantuan logistik nasional melalui jalur udara. Untuk wilayah yang sulit dijangkau kendaraan akibat kerusakan jalan, distribusi bantuan dilakukan menggunakan helikopter.

Langkah tersebut menjadi penting karena kebutuhan pengungsi terus meningkat.

Bantuan tidak boleh berhenti di pusat kota. Warga di daerah terpencil justru membutuhkan perhatian ekstra ketika akses darat terputus.

Jalan Mulai Dipulihkan, Listrik Sudah Kembali

Di tengah kondisi yang berat, sejumlah perkembangan positif mulai terlihat.

BNPB mencatat hingga 19 Agustus 2026, sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi.

Pemerintah juga menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Ende, Nagekeo dan Sikka.

Sementara itu, pemulihan kelistrikan di tiga provinsi terdampak telah mencapai 100 persen. Sebanyak 56 SPBU di wilayah Flores juga dilaporkan kembali beroperasi normal per 18 Agustus 2026.

Layanan komunikasi Telkom Group dan jaringan telekomunikasi di NTT pun dilaporkan telah pulih relatif normal.

Baca Juga :  Satpam Rumah Sakit di Serang Jadi Kurir, Polisi Sita 423 Gram Sabu dan 50 Ekstasi

Pengungsi Masih Menjadi Pekerjaan Besar

Meski sejumlah infrastruktur mulai pulih, persoalan pengungsian tetap menjadi tantangan besar.

Hampir 96 ribu warga masih mengungsi. Mereka membutuhkan makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, perlindungan serta kepastian mengenai kondisi rumah masing-masing.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan bantuan diberikan secara cepat, merata dan tepat sasaran.

Pendataan juga harus terus diperbarui karena angka korban dan kerusakan masih dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Bencana ini kembali mengingatkan bahwa masyarakat harus memahami langkah keselamatan ketika gempa terjadi.

Saat guncangan berlangsung, masyarakat sebaiknya melindungi kepala dan tubuh, berlindung di tempat yang aman, menjauh dari kaca serta benda yang mudah jatuh, kemudian keluar menuju tempat aman setelah guncangan berhenti jika bangunan berisiko.

Selain itu, warga harus mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB dan pemerintah daerah, bukan informasi yang belum terverifikasi.

Terlebih, aktivitas gempa susulan masih terjadi. BMKG sebelumnya mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada karena gempa susulan dapat berlangsung selama beberapa waktu setelah gempa utama.

Duka Belum Usai, Pemulihan Harus Dikawal

Gempa M7,7 NTT telah meninggalkan luka mendalam. 78 orang meninggal, 953 orang terluka dan 95.871 warga terpaksa mengungsi.

Namun, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka terdapat keluarga yang kehilangan orang tercinta, rumah yang hancur dan kehidupan yang harus dimulai kembali dari kondisi sulit.

Karena itu, penanganan bencana tidak boleh berhenti ketika pemberitaan mulai mereda. Pemulihan harus dikawal sampai masyarakat benar-benar mampu kembali hidup aman dan mandiri.

NTT membutuhkan lebih dari sekadar bantuan darurat. Warga membutuhkan kepastian, perlindungan dan dukungan jangka panjang agar dapat bangkit dari bencana.

Gempa mungkin telah berlalu, tetapi perjuangan para korban untuk kembali berdiri baru saja dimulai. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Berita Terbaru

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB