46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari

Sabtu, 5 September 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imipas Agus Andrianto menemui 46 PMI yang ditahan di Depot Tahanan Imigrasi Semenyih Malaysia. (Posnews/KemenImipas)

Menteri Imipas Agus Andrianto menemui 46 PMI yang ditahan di Depot Tahanan Imigrasi Semenyih Malaysia. (Posnews/KemenImipas)

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Harapan pulang akhirnya datang bagi 46 pekerja migran Indonesia (PMI) yang masih ditahan di Malaysia.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memastikan pemerintah bergerak mempercepat pemulangan mereka ke Indonesia.

Agus menemui langsung para PMI di Depot Tahanan Imigrasi Semenyih, Selangor, Jumat (4/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia datang bersama Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur.

Dokumen Lengkap, 10 Hari Bisa Pulang

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Jabatan Imigrasi Malaysia (JIM). Agus menyebut hubungan kedua otoritas berjalan baik.

Karena itu, proses administrasi diharapkan tidak berlarut-larut.

“Kami melakukan pengecekan sekarang dengan Dirjen Imigrasi. Kerja sama kami cukup baik dengan imigrasi Malaysia,” kata Agus.

Baca Juga :  Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Ia menargetkan para PMI bisa kembali ke Tanah Air paling lama 10 hari setelah dokumen perjalanan lengkap.

Untuk mendukung kepulangan, pemerintah juga menyerahkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) kepada perwakilan PMI.

SPLP merupakan dokumen pengganti paspor dalam kondisi tertentu. Dokumen ini dapat digunakan WNI untuk kembali ke Indonesia ketika paspor biasa tidak dapat diberikan.

Bukan Sekadar Pulang

Di tengah proses administrasi, Agus menyempatkan diri berbicara dengan para PMI.

Ia memberikan dukungan moral sekaligus mengingatkan mereka agar tidak kembali memasuki, bekerja, atau menetap di negara lain secara ilegal.

Pesan itu penting. Sebab, masalah keimigrasian dapat berujung pada penahanan dan proses hukum di negara tujuan.

Pemerintah juga memberikan bantuan uang untuk membeli tiket kepulangan para PMI.

Baca Juga :  Dari Kampung ke Dunia, Argotelo Buktikan Singkong Indonesia Mendunia

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama

Pertemuan Agus dengan Ketua Pengarah JIM Dato’ Zakaria bin Shaaban menjadi bagian penting dari upaya mempercepat penyelesaian kasus tersebut.

Koordinasi kedua negara diperlukan agar persoalan administrasi tidak menjadi penghambat kepulangan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa perlindungan WNI di luar negeri tidak berhenti pada pendampingan.

Pemerintah juga berupaya memastikan warga negara yang menghadapi persoalan dapat kembali dengan aman.

Selain kasus 46 PMI tersebut, pemerintah Indonesia dan Malaysia pada hari yang sama juga terlibat dalam dialog bagi WNI di Malaysia.

Pemerintah memberikan penegasan status kewarganegaraan kepada 1.512 anak PMI yang belum memiliki status kewarganegaraan.

Kini, 46 PMI di Semenyih tinggal menunggu proses administrasi rampung. Jika seluruh dokumen lengkap, pemerintah menargetkan mereka segera menginjakkan kaki kembali di Tanah Air. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu

Berita Terbaru

Pentagon menuduh Letjen Brett Sylvia membocorkan rahasia Perang Iran usai dipecat Menhan Pete Hegseth. Simak hasil uji poligraf. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Sabtu, 31 Okt 2026 - 09:44 WIB

Aktor legendaris Sir Patrick Stewart meninggal dunia pada usia 86 tahun. Simak riwayat karier pemeran Kapten Picard dan Profesor X tersebut. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Aktor Legendaris Sir Patrick Stewart Meninggal Dunia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:40 WIB

Sanrio minta maaf dan batalkan kolaborasi Hello Kitty dengan drama VIVANT usai dituduh anti-Tiongkok. Simak ulasan konflik budaya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Sanrio Minta Maaf dan Batalkan Kolaborasi Hello Kitty

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:37 WIB