Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik yang mengganggu penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. (Posnews/Ist)

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik yang mengganggu penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali terganggu. Kali ini, abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi penyebabnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Hasil paper test Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05–06.35 WIB kembali menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keselamatan penerbangan pun menjadi prioritas. Pesawat tidak boleh dipaksakan terbang ketika kondisi udara berpotensi membahayakan mesin dan keselamatan penerbangan.

209 Pergerakan Penerbangan Terdampak

Penutupan wilayah udara berdasarkan NOTAM periode 01.30–09.30 WIB berdampak cukup besar.

Kemenhub mencatat 209 pergerakan penerbangan terdampak. Selain itu, sebanyak 22.798 penumpang ikut terkena dampaknya.

Artinya, ribuan orang harus menghadapi perubahan jadwal perjalanan pada Minggu pagi.

Rute domestik dengan jumlah pergerakan terdampak paling banyak adalah Makassar (UPG) dengan 16 pergerakan.

Sementara itu, rute internasional terbanyak terdampak adalah Singapura (SIN) dengan 11 pergerakan.

Penerbangan Internasional Berantakan

Dampak paling terasa pada penerbangan internasional. Kemenhub mencatat 16 penerbangan dibatalkan, tujuh ditunda, dan lima dijadwalkan ulang.

Baca Juga :  KPK Petakan Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Soroti Dugaan Mark Up SPPG

Rute yang terkena dampak mencakup Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur.

Sementara pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu pengalihan penerbangan. Rute yang terdampak antara lain Lampung, Denpasar, dan Surabaya.

Dengan kondisi tersebut, penumpang diminta tidak hanya mengandalkan jadwal lama. Status penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi abu vulkanik dan keputusan operasional bandara.

170 Pesawat Tetap Aman di Apron

Meski operasional bandara ditutup sementara, pesawat yang sudah berada di bandara dipastikan dalam kondisi aman.

Kemenhub mencatat terdapat 170 pesawat yang menjalani Remain Over Night (RON) di area apron.

Rinciannya:

  • 66 pesawat di Terminal 1;
  • 51 pesawat di Terminal 2;
  • 49 pesawat di Terminal 3;
  • 4 pesawat di terminal kargo.

Petugas bandara dan maskapai kini fokus menjaga keselamatan pesawat sekaligus mengatur penanganan penumpang.

Ruang tunggu juga dipastikan tersedia untuk penumpang yang terdampak.

Abu Vulkanik Jadi Ancaman Serius

Erupsi Gunung Anak Krakatau bukan sekadar menghasilkan pemandangan spektakuler di langit.

Abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi penerbangan. Partikel abu yang masuk ke mesin pesawat berpotensi mengganggu kinerja mesin dan sistem pesawat.

Karena itu, keputusan menutup bandara merupakan langkah pencegahan.

Baca Juga :  Dump Truk Tabrak Motor di Cikupa, Ibu Tewas dan Dua Anak Terluka

Badan Geologi mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Erupsi menerus juga disertai fenomena lava fountain serta lontaran material vulkanik.

Bahkan, abu vulkanik tipis telah teramati mencapai wilayah pesisir Banten akibat terbawa angin.

Penumpang Diminta Jangan Nekat ke Bandara

Kondisi ini menjadi peringatan bagi calon penumpang. Jangan langsung berangkat ke bandara hanya karena tiket masih menunjukkan jadwal lama.

Sebaliknya, cek status penerbangan melalui maskapai secara berkala. Penumpang juga disarankan mengikuti informasi resmi dari pengelola Bandara Soekarno-Hatta dan Kemenhub.

Maskapai dapat melakukan pembatalan, penundaan, pengalihan, maupun penjadwalan ulang sesuai kondisi terbaru.

Langkah tersebut penting agar penumpang tidak terjebak di perjalanan tanpa kepastian.

Keselamatan Lebih Penting daripada Jadwal

Kemenhub menegaskan seluruh petugas bandara dan maskapai terus memberikan informasi kepada penumpang.

Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.

Penutupan bandara memang membuat ribuan perjalanan terganggu. Namun, menunda penerbangan jauh lebih baik daripada mengambil risiko ketika abu vulkanik masih terdeteksi di kawasan bandara.

Erupsi Anak Krakatau kembali mengingatkan bahwa alam tidak bisa diajak berkompromi. Ketika keselamatan terancam, jadwal penerbangan harus mengalah.

Masyarakat pun perlu tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan resmi pemerintah serta otoritas kebencanaan. **

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali
Lowongan KAI 2026 Dibuka Hari Ini, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
MBG 2027 Sasar 72 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp232,5 Triliun
BTA Indonesia-Malaysia Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Digenjot

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Sabtu, 5 September 2026 - 17:19 WIB

46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari

Jumat, 4 September 2026 - 20:29 WIB

Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terbaru

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:07 WIB

Ilustrasi, Pesawat BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menangani sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. (Posnews/BPBD DKI)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, OMC Dikerahkan Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB