WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menangkap terduga pelaku penjambretan WN India di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Posnews/Ist)

Polisi menangkap terduga pelaku penjambretan WN India di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jalanan Menteng yang biasanya ramai dan tenang mendadak menjadi lokasi kejahatan jalanan.

Seorang warga negara India menjadi korban penjambretan saat berjalan menuju tempat ibadah di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat.

Ponsel Samsung S25 miliknya dirampas paksa oleh dua pria yang berboncengan sepeda motor. Aksi cepat itu membuat korban kehilangan barang berharga sekaligus mengalami kepanikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Gondangdia III, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu, korban berjalan kaki dari hotel menuju tempat ibadah. Tanpa diduga, dua pelaku mendekat menggunakan sepeda motor dan merampas ponsel yang dibawanya.

Setelah berhasil menguasai ponsel, keduanya langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video korban menangis dan meminta pertolongan beredar di media sosial. Polisi selanjutnya bergerak memburu pelaku.

Polisi Bongkar Jejak Pelaku

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan penyidik tidak tinggal diam.

Baca Juga :  Pelajar 16 Tahun Tak Sadarkan Diri Diduga Dianiaya Kades di Lampung

Tim gabungan Satreskrim Polrestro Jakarta Pusat dan Resmob Polsek Menteng menelusuri sejumlah petunjuk dari lokasi kejadian.

Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting.

Hasil penelusuran akhirnya membuahkan hasil. Polisi menangkap seorang terduga pelaku berinisial NJ di wilayah Jakarta Pusat pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Penangkapan itu dilakukan hanya berselang sekitar dua hari setelah aksi penjambretan terjadi.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Di antaranya rekaman CCTV, helm, pakaian, serta sepeda motor yang diduga digunakan saat beraksi.

Namun, pekerjaan polisi belum selesai.Β Satu pelaku lainnya masih diburu. Penyidik juga menelusuri pihak yang diduga menerima atau menampung barang hasil kejahatan.

Samsung S25 Masih Dicari

Polisi hingga kini masih berupaya menemukan ponsel Samsung S25 milik korban yang menjadi barang bukti utama dalam perkara tersebut.

Langkah ini penting untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Baca Juga :  OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Sementara itu, korban sebelumnya diketahui mengalami kerugian materiil akibat hilangnya ponsel tersebut. Sejumlah laporan media menyebut Samsung S25 yang dirampas bernilai sekitar Rp18,6 juta.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Kejahatan jalanan bisa terjadi dalam hitungan detik, bahkan ketika seseorang hanya berjalan kaki di kawasan yang ramai.

Karena itu, warga sebaiknya tidak terlalu lama menggunakan ponsel di tepi jalan. Simpan barang berharga di tempat aman dan tetap perhatikan kondisi sekitar.

Terlebih, wisatawan asing yang berjalan kaki juga perlu mendapat rasa aman selama berada di Jakarta. Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi bukti bahwa kejahatan jalanan tidak boleh dibiarkan.

Polisi memastikan penyidikan masih berjalan. Satu terduga pelaku sudah diamankan, sementara rekannya masih menjadi buruan.

Jalanan bukan tempat bagi pelaku untuk merasa bebas. Sekali lengah, barang berharga bisa raib dalam hitungan detik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat
Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya
Rp9 Miliar Ditemukan di Kasus Pabrik Tramadol Ilegal, Siapa Pemiliknya?
Bareskrim Tetapkan PT DSI Tersangka Korporasi, Dana Rp2,47 Triliun Belum Kembali
Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika
Mengapa Motif Penembakan Bharatu Valdo Belum Diungkap? Ini Penjelasan Polisi
Ribuan Personel Amankan Demo Jakarta, Pangdam dan Kapolda Beri Pesan Tegas
Kematian Bharatu Valdo Sisakan Pertanyaan, Pengacara Minta Penyidikan Dibuka Terang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Modus Polisi Gadungan, Komplotan Curi 3 Motor di Kos Jakarta Barat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Tampak Seperti Game Gacha, Boxkia Diduga Sarana Judi Online, Begini Modusnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Rp9 Miliar Ditemukan di Kasus Pabrik Tramadol Ilegal, Siapa Pemiliknya?

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Bareskrim Tetapkan PT DSI Tersangka Korporasi, Dana Rp2,47 Triliun Belum Kembali

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Bharatu Valdo Tewas di Markas Polairud, Ini Perkembangan Kasus Bharada Andika

Berita Terbaru

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:23 WIB

Rusia membebaskan pensiunan guru asal AS Stephen Hubbard usai negosiasi Presiden Vladimir Putin dan utusan AS Steve Witkoff. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:20 WIB