Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Seorang hakim federal Amerika Serikat membatalkan rencana pemangkasan staf Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA). Hakim menilai rencana pemangkasan 50 persen staf lembaga penanggulangan bencana tersebut melanggar hukum.

Keputusan Hakim dan Pelanggaran Undang-Undang

Hakim Distrik AS Susan Illston memenangkan gugatan serikat buruh American Federation of Government Employees. Pihak penggugat menilai kebijakan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melanggar aturan perlindungan independensi FEMA.

DHS saat itu berada di bawah kepemimpinan Menteri Kristi Noem. Illston menegaskan bahwa pejabat DHS memerintahkan pemangkasan staf tanpa alasan yang jelas. Oleh karena itu, hakim menyebut angka pemangkasan tersebut muncul tanpa dasar yang kuat.

Pemerintah terbukti melanggar aturan perlindungan pasca-Badai Katrina tahun 2005. Aturan tersebut menyerahkan keputusan jumlah staf secara mandiri kepada pihak FEMA. Selain itu, DHS dilarang mengurangi fungsi utama FEMA secara signifikan.

Kondisi Operasional dan Kesiapan Musim Badai

FEMA mengonfirmasi kesiapan lembaga dalam menghadapi musim badai tahun 2026. Manajemen menegaskan fokus organisasi tetap berada pada dukungan penanganan bencana daerah. Selain itu, FEMA telah memanggil kembali sebagian staf yang sempat diberhentikan.

Baca Juga :  Harry dan Meghan Kembali ke Australia di Tengah Kritik

Laporan Badan Akuntabilitas Pemerintah (GAO) mencatat lebih dari 4.300 pegawai keluar dari FEMA pada 2025. Jumlah tersebut menyumbang sekitar 17 persen dari total tenaga kerja lembaga. Oleh sebab itu, eksodus staf sempat memicu penurunan pengetahuan institusional.

Langkah Selanjutnya dan Implikasi Kebijakan

Hakim Illston memerintahkan kedua pihak untuk mendiskusikan bentuk pemulihan kebijakan selanjutnya. Dewan Peninjau FEMA sebelumnya merekomendasikan peninjauan strategis ketimbang pemangkasan massal secara langsung. Dengan demikian, keputusan hakim ini memperkuat perlindungan hukum bagi para pekerja federal.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru