LAMPUNG TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, digemparkan penemuan jasad seorang pengusaha studio foto yang tewas bersimbah darah di rumahnya.
Korban berinisial IS (41), yang diketahui sehari-hari bekerja sebagai fotografer, ditemukan sudah tidak bernyawa setelah hampir dua hari tidak terlihat keluar rumah.
Kematian korban kini mengarah pada dugaan pembunuhan yang disertai perampokan. Polisi menemukan sejumlah luka tusukan pada tubuh korban. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat 12 luka tusukan di bagian perut, mulut, leher, dan tangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang membuat kasus ini semakin mengerikan, sejumlah barang berharga korban juga raib.
Mobil Mitsubishi Expander hitam, telepon seluler, serta perhiasan emas dengan berat lebih dari 100 gram diduga dibawa kabur setelah korban tewas.
Dua Hari Tak Terlihat, Korban Ditemukan Bersimbah Darah
Kecurigaan keluarga bermula ketika korban tidak kunjung terlihat dan sulit dihubungi.
Pada Senin, 14 September 2026 siang, keluarga akhirnya mendatangi rumah korban di Dusun V, Desa Hargomulyo.
Pemandangan mengerikan langsung terlihat. Korban ditemukan tergeletak dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah.
Informasi dari warga menyebut korban terakhir terlihat sebelum akhirnya ditemukan tewas. Ia diketahui sempat berpamitan untuk menonton lomba layang-layang di desa tetangga dengan mengendarai mobil miliknya.
Namun, setelah itu korban tidak lagi memberikan kabar. Keluarga yang semakin cemas kemudian membuka rumah. Saat itulah mereka menemukan IS sudah meninggal dunia.
12 Luka Tusukan Terungkap
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan penemuan jasad.
Kasatreskrim Polres Lampung Timur Iptu M. Iksir membenarkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Pemeriksaan awal menunjukkan terdapat 12 luka tusukan yang tersebar di beberapa bagian tubuh.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban tidak sekadar meninggal akibat kecelakaan atau sebab alamiah.
Meski demikian, polisi masih mendalami bagaimana peristiwa berdarah tersebut terjadi, termasuk urutan kejadian dan motif pelaku.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani autopsi. Hasil pemeriksaan medis diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Mobil dan Emas Raib
Di tengah penyelidikan, polisi juga menemukan sejumlah barang milik korban yang hilang.
Mobil Mitsubishi Expander warna hitam diduga dibawa kabur pelaku. Selain itu, perhiasan emas dan telepon seluler korban juga tidak ditemukan.
Kondisi tersebut membuat dugaan pembunuhan sekaligus perampokan semakin menguat.
Menariknya, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih yang diduga berkaitan dengan pelaku dan ditinggalkan di lokasi kejadian.
Barang tersebut kini menjadi salah satu petunjuk yang dapat membantu polisi mengurai jejak pelaku.
Polisi Buru Pelaku
Sampai Selasa, 15 September 2026, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
Petugas mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa lokasi kejadian, serta mendalami barang-barang yang ditemukan di sekitar rumah korban.
Polisi juga memburu pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan dan perampokan tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan tidak boleh dianggap sepele. Terlebih, kejahatan yang terjadi di rumah korban membuat warga sekitar kembali waspada terhadap aktivitas mencurigakan.
Untuk sementara, polisi masih mengedepankan proses penyidikan guna memastikan siapa pelaku, bagaimana korban diserang, serta apakah pembunuhan sejak awal memang berkaitan dengan upaya menguasai harta benda korban. **
Editor : Hadwan













