Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Serangan ketiga kelompok Houthi menghantam Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu sore.

Pasalnya, ledakan besar tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang serta melukai 300 korban lainnya.

Korban Jiwa dan Kerusakan Fasilitas Bandara

Otoritas penerbangan Arab Saudi mengonfirmasi empat warga lokal menjadi korban tewas dalam insiden ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, serangan mematikan tersebut juga menewaskan delapan warga negara asing dari berbagai negara.

Baca Juga :  Rusia Bersedia Terima Usulan Jaminan Keamanan dari Amerika Serikat

Bahkan, ratusan korban luka langsung memenuhi sejumlah rumah sakit di sekitar kota Riyadh.

Saksi mata melihat atap area keberangkatan runtuh akibat hantaman ledakan dahsyat tersebut.

Oleh karena itu, petugas menghentikan sementara seluruh penerbangan serta mengalihkan rute pesawat darurat.

Eskalasi Konflik dan Sinyal Keterlibatan Amerika Serikat

Sementara itu, juru bicara Houthi mengklaim berhasil menutup total akses udara bandara utama tersebut.

Baca Juga :  Spanyol Usulkan Larangan Media Sosial bagi Remaja, Elon Musk Sebut PM Sánchez Tiran

Mereka mengimbau seluruh maskapai internasional agar menghindari ruang udara kawasan Arab Saudi.

Sebab, Houthi menetapkan wilayah udara tersebut sebagai zona operasi militer yang sangat berbahaya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang keterlibatan pasukan militer.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan mengambil keputusan balasan secara cepat.

Dengan demikian, eskalasi pertempuran ini mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia
Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung
Presiden Taiwan Lai Ching-te Tegaskan Komitmen Perdamaian
JD Vance Ragukan Pentagon Menyiarkan Eksekusi Nidal Hasan
Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro
Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:17 WIB

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Gencatan Senjata Gaza: Serangan Israel Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Corsair merilis headset gaming HS80 v2 MAX Wireless berbekal driver neodymium 50 mm, Dolby Atmos, dan baterai 110 jam. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Corsair Merilis Headset Gaming HS80 v2 MAX Wireless

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:00 WIB

Amazfit merilis smartwatch Active 2 Square Premium Edition berbekal bodi stainless steel, layar Sapphire Glass, dan baterai 10 hari. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Amazfit Merilis Smartwatch Active 2 Square Premium

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:48 WIB

Kepolisian New Delhi menangkap 2.000 lebih demonstran gerakan pemuda pasca aksi unjuk rasa pembaharuan daftar pemilih KPU India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:34 WIB

Serangan lima bom luncur Rusia di Zaporizhzhia menewaskan 20 warga sipil pasca Donald Trump mencabut sanksi ekspor diesel Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:00 WIB

Serangan rudal Houthi merusak pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh dan memicu pembatalan penerbangan internasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:30 WIB