POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Serangan ketiga kelompok Houthi menghantam Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu sore.
Pasalnya, ledakan besar tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang serta melukai 300 korban lainnya.
Korban Jiwa dan Kerusakan Fasilitas Bandara
Otoritas penerbangan Arab Saudi mengonfirmasi empat warga lokal menjadi korban tewas dalam insiden ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, serangan mematikan tersebut juga menewaskan delapan warga negara asing dari berbagai negara.
Bahkan, ratusan korban luka langsung memenuhi sejumlah rumah sakit di sekitar kota Riyadh.
Saksi mata melihat atap area keberangkatan runtuh akibat hantaman ledakan dahsyat tersebut.
Oleh karena itu, petugas menghentikan sementara seluruh penerbangan serta mengalihkan rute pesawat darurat.
Eskalasi Konflik dan Sinyal Keterlibatan Amerika Serikat
Sementara itu, juru bicara Houthi mengklaim berhasil menutup total akses udara bandara utama tersebut.
Mereka mengimbau seluruh maskapai internasional agar menghindari ruang udara kawasan Arab Saudi.
Sebab, Houthi menetapkan wilayah udara tersebut sebagai zona operasi militer yang sangat berbahaya.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka peluang keterlibatan pasukan militer.
Beliau menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan mengambil keputusan balasan secara cepat.
Dengan demikian, eskalasi pertempuran ini mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah secara menyeluruh.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













