POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Jaksa penuntut umum Amerika Serikat resmi mengajukan dakwaan baru terhadap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Selain itu, jaksa juga menjerat istri Maduro yakni Cilia Flores atas dugaan konspirasi penyiksaan lawan politik.
Bahkan, berkas dakwaan terbaru tersebut mencantumkan sembilan korban penyiksaan termasuk tiga warga negara Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Hakim Distrik Alvin Hellerstein menolak permohonan pembebasan bersyarat Cilia Flores sebelum proses persidangan.
Sebelumnya, pasukan militer Amerika Serikat menangkap pasangan tersebut di kediaman mereka pada 3 Januari lalu.
Penolakan Permohonan Jaminan Kesehatan
Pengacara Cilia Flores mengajukan permohonan jaminan karena kliennya memerlukan prosedur perawatan medis jantung.
Namun, hakim menilai kondisi kesehatan Cilia Flores masih cukup stabil selama menjalani penahanan di New York.
Oleh karena itu, hakim memutuskan Flores tetap menghuni Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn bersama Nicolas Maduro.
Di samping itu, jaksa menegaskan Flores memiliki risiko melarikan diri yang sangat tinggi jika keluar penjara.
Dengan demikian, pasangan tersebut harus menunggu jadwal persidangan resmi pada 1 Juni 2027 mendatang.
Ancaman Hukuman Berat
Jika pengadilan membuktikan seluruh tuduhan tersebut, Maduro dan Flores menghadapi ancaman hukuman minimal 50 tahun penjara.
Sementara itu, pengacara Nicolas Maduro menegaskan kliennya membantah keras seluruh tuduhan penyiksaan dari pihak jaksa.
Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga terus memantau perkembangan situasi politik terkini di Venezuela.
Saat ini, Venezuela meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Delcy Rodriguez.












