Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Amerika Serikat resmi menambahkan dakwaan kasus penyiksaan terhadap Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Dok: Istimewa.

Jaksa Amerika Serikat resmi menambahkan dakwaan kasus penyiksaan terhadap Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Jaksa penuntut umum Amerika Serikat resmi mengajukan dakwaan baru terhadap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Selain itu, jaksa juga menjerat istri Maduro yakni Cilia Flores atas dugaan konspirasi penyiksaan lawan politik.

Bahkan, berkas dakwaan terbaru tersebut mencantumkan sembilan korban penyiksaan termasuk tiga warga negara Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Hakim Distrik Alvin Hellerstein menolak permohonan pembebasan bersyarat Cilia Flores sebelum proses persidangan.

Sebelumnya, pasukan militer Amerika Serikat menangkap pasangan tersebut di kediaman mereka pada 3 Januari lalu.

Baca Juga :  Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Penolakan Permohonan Jaminan Kesehatan

Pengacara Cilia Flores mengajukan permohonan jaminan karena kliennya memerlukan prosedur perawatan medis jantung.

Namun, hakim menilai kondisi kesehatan Cilia Flores masih cukup stabil selama menjalani penahanan di New York.

Oleh karena itu, hakim memutuskan Flores tetap menghuni Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn bersama Nicolas Maduro.

Di samping itu, jaksa menegaskan Flores memiliki risiko melarikan diri yang sangat tinggi jika keluar penjara.

Dengan demikian, pasangan tersebut harus menunggu jadwal persidangan resmi pada 1 Juni 2027 mendatang.

Baca Juga :  Taiwan Kembali Dirangkul Honduras, China Ditinggalkan Akibat Janji Palsu?

Ancaman Hukuman Berat

Jika pengadilan membuktikan seluruh tuduhan tersebut, Maduro dan Flores menghadapi ancaman hukuman minimal 50 tahun penjara.

Sementara itu, pengacara Nicolas Maduro menegaskan kliennya membantah keras seluruh tuduhan penyiksaan dari pihak jaksa.

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat juga terus memantau perkembangan situasi politik terkini di Venezuela.

Saat ini, Venezuela meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Delcy Rodriguez.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia
Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh
Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk
Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis
Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik
Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan
Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Berita Terbaru

Jaksa Amerika Serikat resmi menambahkan dakwaan kasus penyiksaan terhadap Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:56 WIB

Volodymyr Zelenskyy mengecam Amerika Serikat setelah gelombang serangan rudal Rusia menewaskan 78 warga Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:51 WIB