BANGKA SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Di tengah kepungan asap pekat dan sisa kebakaran yang menyisakan puing-puing bangunan, seorang ibu bersama anaknya masih bertahan di sebuah pondok.
Keduanya terjebak di kawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Situasi berbahaya itu baru berakhir setelah tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi mereka pada malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asap tebal membuat ibu dan anak tersebut terisolasi sehingga petugas harus memastikan jalur evakuasi aman sebelum membawa keduanya ke tempat pengungsian.
Di saat yang sama, kebakaran yang merambat dari lahan gambut ke permukiman telah menyebabkan ratusan rumah warga terbakar.
Banyak keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi demi menyelamatkan diri.
Kepala Basarnas Kepulauan Bangka Belitung, Mikel Rachman Junika, mengatakan tim SAR bergerak setelah menerima permintaan bantuan dari pemadam kebakaran Bangka Selatan pada Sabtu (10/10/2026) malam.
“Di tengah penyisiran malam hari, tim SAR berhasil menemukan satu keluarga bersama anak-anak yang masih bertahan di dalam sebuah pondok di area dusun tersebut,” jelas Mikel, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan, keluarga tersebut berada dalam kondisi terisolasi akibat kepungan asap pekat. Petugas kemudian mengamankan dan mengevakuasi mereka menuju titik pengungsian yang lebih aman.
Api Menjalar Cepat, Warga Berusaha Menyelamatkan Diri
Kebakaran bermula ketika api dari lahan gambut di sekitar permukiman menjalar ke salah satu rumah warga di Dusun Serdang. Angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan merambat ke bangunan lain.
Warga berusaha menghadapi kebakaran, tetapi api yang menyebar dengan cepat membuat situasi sulit dikendalikan.
Mereka akhirnya meminta bantuan petugas gabungan untuk menangani kebakaran dan memastikan keselamatan warga yang masih berada di kawasan tersebut.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang mengerahkan tim penyelamat dari Unit Siaga SAR Toboali.
Petugas menyisir area terdampak untuk mencari kemungkinan adanya warga yang masih terjebak di sekitar pondok maupun puing-puing bangunan.
Penyisiran malam itu menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan. Petugas tidak hanya menghadapi sisa kebakaran, tetapi juga harus mewaspadai asap yang dapat mengganggu pernapasan dan membatasi jarak pandang.
Beruntung, ibu dan anak yang ditemukan di pondok tersebut berhasil dibawa ke lokasi yang lebih aman.
Ratusan Rumah Terbakar, Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Dampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, tergolong besar.
Data yang disampaikan sejumlah pihak pada 11 Oktober menunjukkan jumlah rumah terdampak masih bervariasi, mulai dari sekitar 305 rumah hingga 500–600 rumah berdasarkan laporan sementara yang berbeda waktu dan sumber.
Polisi juga menyebut sekitar 50 gedung walet ikut terbakar. Sementara itu, pemerintah daerah menyatakan ribuan warga terdampak dan membutuhkan penanganan pascabencana.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan pendataan masih berkembang. Karena itu, jumlah akhir rumah yang terbakar serta total kerugian masih perlu menunggu hasil pendataan resmi.
Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, dampak kebakaran tidak berhenti ketika api padam.
Mereka harus menghadapi ketidakpastian, menyelamatkan barang yang tersisa, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di pengungsian.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama pemerintah kabupaten telah mengerahkan unsur terkait untuk membantu penanganan korban.
Posko pengungsian, dapur umum, serta bantuan kebutuhan dasar disiapkan untuk mendukung warga selama masa darurat.
Api Padam, Penanganan Korban Berlanjut
Pemerintah daerah menyatakan api telah berhasil dipadamkan, meski proses pendinginan dan penanganan dampak kebakaran tetap diperlukan.
Petugas juga melakukan pendataan untuk menentukan kebutuhan bantuan dan langkah pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Adapun penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman pihak berwenang. Dugaan awal menyebut api dari lahan gambut merambat ke permukiman, tetapi kesimpulan mengenai penyebab kebakaran tetap menunggu hasil pemeriksaan. **
Editor : Hadwan













