Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, PARIS – Pemerintah Prancis bersiap menghadapi gelombang unjuk rasa susulan dari ribuan pelajar pada Selasa.

Sebab, para pelajar memprotes kondisi fasilitas ruang kelas yang buruk selama beberapa pekan terakhir.

Bahkan, serikat pekerja dan partai oposisi France Unbowed memberikan dukungan penuh terhadap aksi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para demonstran merencanakan aksi jalan kaki dari pusat kota Paris mulai pukul satu siang.

Selain itu, massa juga menggelar aksi serupa di berbagai kota besar lainnya di Prancis.

Aksi ini menyusul unjuk rasa Kamis lalu yang menghimpun lebih dari 70.000 peserta.

Baca Juga :  Tragedi di Perairan Kuba: 4 Tewas dalam Baku Tembak Kapal Cepat Terdaftar di Florida

Lalu, polisi mengamankan sekitar 500 orang dalam demonstrasi pekan lalu tersebut.

Para siswa menumpuk tempat sampah untuk memblokir akses masuk ke ratusan sekolah menengah.

Bentrokan dan Tuntutan Anggaran Pendidikan

Sementara itu, bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian memicu jatuhnya korban luka.

Beberapa pelajar mengalami luka berat akibat tembakan gas air mata serta granat kejut polisi.

Oleh karena itu, kelompok hak asasi manusia mengecam penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.

Baca Juga :  Penampakan Bonnie Blue dan 3 Rekan Saat Dideportasi dari Bali, Melanggar Izin Keimigrasian

Sejauh ini, polisi telah menahan lebih dari 6.800 demonstran sejak akhir September lalu.

Namun, para siswa tetap melanjutkan aksi untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan nasional.

Para siswa mengeluhkan kekurangan guru, jadwal pelajaran padat, serta bangunan sekolah yang rusak.

Sebagai tanggapan, pemerintah berjanji menerjunkan 3.000 guru pengganti ke sekolah sasaran.

Namun, serikat siswa menolak janji tersebut dan menuntut tambahan anggaran 10 miliar euro.

Oleh sebab itu, Presiden Emmanuel Macron meminta para pelajar menahan diri selama masa pembahasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik
Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi

Berita Terbaru

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:43 WIB

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB