Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG, POSNEWS.CO.ID – Ratusan warga di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap es buah.

Hingga Jumat (16/10/2026) pukul 09.00 WIB, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang mencatat sebanyak 251 orang terdampak. Dari jumlah tersebut, 86 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Peristiwa ini menyita perhatian karena minuman yang semestinya menyegarkan justru diduga membuat ratusan warga jatuh sakit. Petugas kesehatan pun terus bersiaga untuk memastikan para korban memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr Lies Pramudiyanti, mengatakan pihaknya terus memperbarui data korban berdasarkan laporan fasilitas kesehatan.

“Updating untuk hari ini per jam 09.00 WIB, data yang masuk ke Dinas Kesehatan jumlah pasien itu 251. Dan yang dirujuk atau di rumah sakit 195 diobservasi,” kata Lies kepada wartawan di kantornya, Jumat (16/10/2026), sebagaimana dilansir detikJateng.

86 Korban Masih Dirawat, Posko Kesehatan Disiagakan

Dari total korban yang terdata, sebanyak 86 pasien menjalani rawat inap di empat rumah sakit. Rinciannya, 55 pasien dirawat di RSUD Merah Putih, 28 pasien di RSUD Muntilan, dua pasien di RSUD Bukit Menoreh, dan satu pasien di RSUD Candi Umbul.

“Jumlah rawat inap di Merah Putih ada 55, Muntilan 28, Bukit Menoreh 2 dan Candi Umbul 1. Ada 86 pasien,” ujar Lies.

Baca Juga :  TNI Sita Senjata Api TPNPB OPM di Papua Sepanjang 2026, Ratusan Amunisi Diamankan

Di tengah bertambahnya jumlah korban, Dinkes Kabupaten Magelang tetap menyiagakan posko kesehatan di Puskesmas Kajoran 1 dan Puskesmas Kajoran 2. Petugas dari sejumlah puskesmas turut membantu pelayanan agar warga yang mengalami keluhan bisa segera mendapatkan pertolongan.

Langkah ini menjadi penting untuk memantau perkembangan kondisi pasien sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya korban tambahan.

Es Buah Terjual 300 Porsi, Penjual Ikut Sakit

Kasus dugaan keracunan ini bermula setelah warga membeli es buah dari pedagang di Dusun Ngabean, Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran, pada Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, pedagang tersebut diperkirakan telah menjual sekitar 300 porsi es buah pada hari itu. Satu porsi minuman juga berpotensi dikonsumsi lebih dari satu orang sehingga jumlah orang yang terdampak dapat berbeda dari jumlah porsi yang terjual.

Fakta lain yang menjadi perhatian penyidik, pemilik warung yang menjual es buah tersebut juga dilaporkan mengalami sakit setelah mencicipi dagangannya.

Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, menyampaikan bahwa informasi tersebut masih berdasarkan keterangan awal.

“Kebetulan korban, apa yang pemilik warung juga itu mencicipi es buahnya juga sakit juga. Jadi masih keterangan, iya masih keterangan awal belum bisa detail. Nanti kita sampaikanlah detailnya,” ujar La Ode.

Kondisi tersebut menjadi salah satu petunjuk yang perlu didalami. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut maupun memastikan bahan yang diduga memicu gangguan kesehatan para korban.

Polisi Selidiki Bahan Baku dan Tunggu Hasil Laboratorium

Untuk mengungkap penyebab kejadian, Polresta Magelang mendalami asal-usul bahan baku es buah, termasuk buah-buahan, susu, dan bahan lain yang digunakan dalam pembuatannya.

Baca Juga :  PSK di Bandar Lampung Ditusuk Tamu Usai Tagih Uang Kencan, Pelaku Kabur Naik Motor

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sampel untuk mendukung proses penyelidikan. Sementara itu, Dinkes Kabupaten Magelang mengirimkan sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut ke laboratorium pada Kamis (15/10/2026).

Dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (16/10/2026), Lies mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari.

Karena itu, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Hasil laboratorium dan penyelidikan kepolisian diharapkan dapat menjelaskan apakah kejadian ini berkaitan dengan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, atau faktor lain.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Di tengah proses penyelidikan, penanganan medis terhadap para korban menjadi prioritas. Pemerintah daerah melalui fasilitas kesehatan terus memantau pasien, sedangkan kepolisian berupaya mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan ratusan warga mengalami gangguan kesehatan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan bahan pangan, memastikan proses pengolahan minuman berlangsung secara higienis, serta memperhatikan penyimpanan bahan yang mudah rusak.

Meski demikian, masyarakat perlu menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian di Kajoran.

Dengan 251 orang tercatat sebagai korban dugaan keracunan dan 86 di antaranya masih menjalani rawat inap berdasarkan data Jumat pagi, perkembangan kondisi para pasien dan hasil penyelidikan menjadi hal yang paling dinantikan.

Penjelasan berbasis hasil pemeriksaan diperlukan agar penyebab kejadian terungkap secara akurat dan kejadian serupa dapat dicegah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Gaji Rp8 Juta, Perempuan 19 Tahun Diduga Terjebak Eksploitasi Seksual
Warga Sulit Dapat BBM, 6 Pengecer Pertalite di Bali Jual Rp100 Ribu per Botol
Dugaan Penipuan Kerja Sama Proyek Rp50 Juta, Pria Ditemukan Terikat di Bandung
Bus Tahanan Terjun ke Parit 4 Meter Usai Tabrak Truk di Jalinsum Labura
Wakil Panglima OPM Zakarias Fatem Ditangkap TNI, Nyatakan Kembali ke NKRI
Truk Muatan Bir Mengamuk di Nganjuk, Motor Hancur dan 2 Orang Tewas
Warga Makassar Tewas Saat Bantu Turunkan Sembako di Yahukimo
Gegara Penarikan Mobil di Jalan, Empat Mata Elang Diamuk Massa di Bogor

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Es Buah yang Dibeli Warga Kajoran Diduga Picu Keracunan, 86 Orang Dirawat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dijanjikan Gaji Rp8 Juta, Perempuan 19 Tahun Diduga Terjebak Eksploitasi Seksual

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Warga Sulit Dapat BBM, 6 Pengecer Pertalite di Bali Jual Rp100 Ribu per Botol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Dugaan Penipuan Kerja Sama Proyek Rp50 Juta, Pria Ditemukan Terikat di Bandung

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Bus Tahanan Terjun ke Parit 4 Meter Usai Tabrak Truk di Jalinsum Labura

Berita Terbaru

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Posnews/Ist)

NASIONAL

KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:05 WIB

Konser UNDERTALE: The Determination Symphony sukses digelar di Jakarta pada 11 Oktober 2026. Pertunjukan ini menghadirkan 25 musisi dan visual game. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Konser Orkestra UNDERTALE The Determination Symphony

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:00 WIB

Microsoft merilis Xbox Nano Controller seharga US$49,99. Perangkat ini berbobot 99 gram, dibekali Bluetooth, dan siap meluncur November 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Meluncurkan Xbox Nano Controller Mungil

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:00 WIB